Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Terapi Wicara Universitas Mercubaktijaya Melalui Teknik Diskusi Pola Piramida Firdaus, Firdaus; Earnestly, Femi; Sastri, Lena; Christy, Allen
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6654

Abstract

Kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris bagi mahasiswa Terapi Wicara Universitas Mercubaktijaya merupakan bagian yang penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa Terapi Wicara Universitas Mercubaktijaya Lewat Teknik Diskusi Pola Piramida dalam aspek bahasa pemahaman, kelancaran dan pengucapan. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Mercubaktijaya pada prodi Speech Therapy sebanyak 30 orang. Penelitian ini dilaksanakan dengan penelitian tindakan kelas yaitu melakukan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pelaksanaan dilakukan dengan dua siklus. Hasil tes pada masing-masing siklus dianalisa dengan deskriptif kuantitatif. Hasil pre-test pada pemahaman, kelancaran dan pengucapan adalah 1,7,1,6 dan 1,77 sedangkan pada hasil post-test siklus I adalah 2,23, 2,47 dan 2,67. Terjadi peningkatan pada post-test siklus II dengan hasil 3,13, 3,33, 3,40.  Peningkatan terjadi dalam pelaksanaan penelitian ini dan membuktikan bahwa teknik diskusi pola piramid memberikan peningkatan kemampuan berbicara mahasiswa Terapi Wicara Universitas Mercubaktijaya Kata Kunci: Berbicara, Mahasiswa Terapi Wicara, Teknik diskusi, Pola Piramida 
EXPLORING STUDENTS’ CONFIDENCE IN SPEAKING ENGLISH THROUGH GROUP DISCUSSION ACTIVITIES AT MA ASY-SYARIF SIDANG KOTO LAWEH Amalia, Cinta; Sastri, Lena; Harisa, Elfa
JR-ELT (Journal of Research in English Language Teaching) Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Research in English Language Teaching
Publisher : English Language Education Program, Faculty of Education and Teacher Training, Sulthan Thaha Saifuddin State Islamic University of Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/pfzhy753

Abstract

This study explores how group discussion activities can improve students’ confidence in speaking English at MA Asy-Syarif Sidang Koto Laweh, a pesantren-based senior high school. Many students initially struggled with anxiety, limited vocabulary, and hesitation when speaking. A descriptive qualitative method was used, involving two eleventh-grade classes. Data were collected through classroom observation, documentation, and informal interviews. The results show that group discussion significantly increased students’ willingness to speak, vocabulary recall, and overall participation. Working in small groups helped students feel more comfortable expressing ideas, receiving peer support, and practicing before presenting. Although each class showed different learning dynamics, both demonstrated positive improvement. This study concludes that group discussion is an effective strategy for enhancing students’ speaking confidence in EFL classrooms.
Language Exposure and Writing Ability : A Correlational Study in English Learning Context: A Correlational Study of Eighth Grade Students in the 2024/2025 Academic Year Nur , Lusyani Mardiyanti; Sastri, Lena; Kardena, Absharini; Amiza, Elsi
Teaching English and Language Learning English Journal Vol. 6 No. 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/telle.v6i1.10150

Abstract

This research investigated the correlation between students’ language exposure and their writing ability. It was motivated by several issues identified among students, such as difficulties in expressing ideas effectively, inconsistencies in writing styles possibly influenced by different levels of language exposure, and a lack of familiarity with proper writing structures. The objective of this research was to determine whether there is a significant correlation between students’ language exposure and their writing ability among eighth-grade students. A correlational research design was employed in this research. The population consisted of 80 eighth-grade students, and total sampling was used to include all participants. The instruments used were a questionnaire and a writing test. The questionnaire contained 23 items to measure students’ language exposure, while the writing test required students to write a recount text based on one of four given topics. The data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation through SPSS. The findings revealed a correlation coefficient of 0.755, indicating a strong and positive relationship between students’ language exposure and their writing ability. The results suggest that greater exposure to the English language significantly contributes to the improvement of students’ writing ability. It can be concluded that enhancing students’ engagement with English through various forms of exposure plays an important role in developing their writing proficiency.
Teacher’s Difficulties and Strategies in Choosing English Teaching Material in the Merdeka Curriculum Aktavianda, Migo; Sastri, Lena; Kardena, Absharini; Amiza, Elsi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36759

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada beberapa permasalahan dalam memilih bahan ajar di Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Palembayan. Pertama, guru mengalami kesulitan dalam memilih bahan ajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa yang beragam, seperti visual, auditori, dan kinestetik. Kedua, guru cenderung hanya mengandalkan buku teks dan mengalami kesulitan dalam menyediakan sumber bahan ajar tambahan. Ketiga, guru memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi guru bahasa Inggris dan mengidentifikasi strategi yang digunakan dalam memilih bahan ajar pada implementasi Kurikulum Merdeka. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris menghadapi berbagai kesulitan dalam memilih bahan ajar pada Kurikulum Merdeka, seperti relevan dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran, ketersediaan dan aksesibilitas bahan ajar, serta keterbatasan waktu, sehingga guru menerapkan strategi seperti mengadaptasi dan melengkapi bahan ajar, menggunakan bahan autentik, berkolaborasi dengan teman sejawat, dan mengintegrasikan teknologi.
ITEM ANALYSIS OF LISTENING TEST FOR NINTH-GRADE STUDENTS Icha Anggreaini Pratama; Sastri, Lena; Irwandi; Amiza, Elsi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12059

Abstract

This research is conducted due to several problems in the English listening test used by the teacher. The English teacher did not consider the difficulty level of the test items, did not analyze whether the items could distinguish students’ abilities, did not conduct item analysis, and used a test with an unbalanced distribution of difficulty levels. Therefore, this research aimed to analyze the difficulty level and discrimination index of English listening test items used at SMP N 1 Bukittinggi. This research used a descriptive quantitative method. The data were obtained from students’ scores on an English listening test consisting of 10 true/false items. The data were analyzed using formulas proposed by Brown & Abeywickrama. The results showed that the listening test items were valid but not reliable, with a reliability coefficient of 0.40. Based on the difficulty level analysis, 6 items (60%) were categorized as easy and 4 items (40%) as moderate. No difficult items were found, indicating that the test was relatively easy for the students. The discrimination index analysis showed that 5 items (50%) were classified as good, 4 items (40%) as satisfactory, and 1 item (10%) as poor. Overall, the listening test did not meet the criteria of a good quality test.
An Analysis of Students’ Ethics in Using AI for Writing Task At Uin Bukittinggi Khotimah, Khusnil; Amiza, Elsi; Eliza, Eliza; Sastri, Lena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37146

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan etika mahasiswa dalam menggunakan AI untuk tugas menulisdi UIN Bukittinggi. Peningkatan pesat penggunaan aplikasi AI seperti ChatGPT, Perplexity AI, QuillBot, Grammarly, dan Gemini tidak disertai dengan pedoman resmi dari universitas, yang mengakibatkan rendahnya kesadaran mahasiswa tentang penggunaan AI yang etis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan sepuluh mahasiswa semester lima yang dipilih melalui sampling purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen, yaitu dengan membandingkan riwayat penggunaan AI dengan tugas menulis yang dikumpulkan mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan beberapa permasalahan etika, termasuk keengganan mahasiswa untuk mengungkapkan penggunaan AI mereka, kegagalan untuk meninjau atau mengevaluasi secara kritis konten yang dihasilkan AI, penyalinan langsung hasil AI tanpa kontribusi pribadi, ketergantungan berlebihan pada AI yang membatasi pembelajaran mandiri dan pengembangan keterampilan menulis, kurangnya tanggung jawab atas hasil tulisan yang dibantu AI, dan ketakutan untuk mengakui penggunaan AI karena kekhawatiran melanggar peraturan akademik. Studi ini menyimpulkan bahwa tidak adanya pedoman penggunaan AI yang jelas dan rendahnya kesadaran etika di kalangan mahasiswa secara signifikan berkontribusi tergadap prilaku tidak etis dalam praktik penulisan akademik.