Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Nilai Penguatan Pendidikan Karakter Jujur dalam Novel Mariposa Karya Luluk HF Juniarti, Zulian Dini; Adiyadmo, Dimas Anugrah; Yusra D, Yusra D
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i2.2459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai penguatan pendidikan karakter jujur yang terdapat dalam novel Mariposa karya Luluk HF. Penelitian ini menggunakan pendekatan didaktis, pendekatan didaktis adalah suatu pendekatan yang berusaha menemukan dan memahami gagasan, tanggapan evaluatif maupun sikap pengarang terhadap kehidupan, filosofis, maupun agamis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata, ungkapan, kalimat, dan, Tindakan yang mengandung nilai penguatan pendidikan karakter. Sumber data penelitian ini adalah novel Mariposa karya Luluk HF yang berjumlah 482 halaman yang diterbitkan oleh Coconut Books pada tahun 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau studi pustaka. Peneliti sebagai instrumen penelitian, peneliti memeriksa representasi nilai pendidikan karakter dalam novel Mariposa karya Luluk HF dengan menggunakan teori Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Perpres 2017 menetapkan 5 nilai pendidikan karakter. 5 nilai penguatan pendidikan itu adalah religiusitas, nasionalisme, gotong royong, kemandirian, dan integritas (jujur). Hasil penelitian pada novel Mariposa karya Luluk HF penulis menemukan 18 representasi nilai pendidikan karakter jujur (integritas). Nilai penguatan pendidikan karakter jujur (integritas) itu sendiri adalah konsisten dalam memegang prinsip moral dan etika, serta bertanggung jawab atas segala tindakan yang diperbuat.
Citra Perempuan dalam Antologi Puisi Selendang Pelangi Karya Toeti Heraty Syafira, Dini Naftali; Yusra D, Yusra D; Saputra, Ade Bayu
Salingka Vol 22, No 2 (2025): SALINGKA, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v22i2.1148

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi citra perempuan dalam antologi puisi Selendang Pelangi karya Toeti Heraty dengan fokus pada dimensi fisik, psikis, dan sosial menggunakan kerangka feminist literary criticism. Metode kualitatif deskriptif diterapkan dengan teknik reading dan note-taking terhadap 8 puisi terpilih dari 17 puisi dalam antologi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi teori, data, dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra fisik perempuan direpresentasikan sebagai medan negosiasi identitas melalui metafora naturalistik, pengalaman maternal, dan seksualitas yang menolak objektifikasi male gaze; citra psikis melampaui stereotip emosional dengan menampilkan kesadaran kritis, kemampuan reflektif, dan agensi psikologis dalam menghadapi subordinasi; citra sosial mengungkapkan ketegangan antara ekspektasi patriarki dan resistensi perempuan terhadap double burden serta eksploitasi peran keibuan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kritik sastra feminis Indonesia dengan menerapkan pendekatan intersectional feminism yang mengeksplorasi persilangan gender dengan usia dan status biologis. Penelitian lanjutan disarankan memperluas korpus dengan membandingkan karya sastrawan perempuan Indonesia kontemporer lainnya untuk mengeksplorasi perbedaan generasional dalam representasi perempuan. This study aims to describe the construction of female imagery in Toeti Heraty's poetry anthology Selendang Pelangi, focusing on physical, psychological, and social dimensions using a feminist literary criticism framework. A descriptive qualitative method was applied using reading and note-taking techniques on eight selected poems from the 17 poems in the anthology. The data analysis technique used the Miles and Huberman model with triangulation of theory, data, and methods. The results of the study show that the physical image of women is represented as a field of identity negotiation through naturalistic metaphors, maternal experiences, and sexuality that rejects the objectification of the male gaze; the psychological image transcends emotional stereotypes by displaying critical awareness, reflective abilities, and psychological agency in the face of subordination; while the social image reveals the tension between patriarchal expectations and women's resistance to the double burden and exploitation of the maternal role. This research contributes to the development of Indonesian feminist literary criticism by applying an intersectional feminism approach that explores the intersection of gender with age and biological status. Further research is recommended to expand the corpus by comparing the works of other contemporary Indonesian women writers to explore generational differences in the representation of women