Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan dan Perencanaan Keuangan Keluarga di Desa Kandang Gede, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Ivo Rolanda; Anissa Amalia Mulya; Mia Laksmiwati
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 3 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i3.33289

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan memiliki tujuan untuk memberikan tambahan wawasan tentang pengelolaan dan perencanaan keuangan keluarga untuk masyarakat Desa Kandang, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hal ini dilaksanakan mengingat dari hasil survai awal memperlihatkan bahwa tingkat pengetahuan tentang pengelolaan dan perencanaan keuangan keluarga yang dimiliki para masyarakat terutama ibu rumah tangga masih rendah. Materi yang disampaikan berisi tentang pentingnya perencanaan, penentuan prioritas pengeluaran keuangan dan pencatatan keuangan keluarga. Metode pelatihan dilakukan dengan cara pemaparan materi presentasi, diskusi dan tanya jawab. Pelatihan ini dipandu oleh para dosen dari FEB Universitas Budi Luhur. Hasil dari program pengabdian ini, para peserta sangat antusias, terbukti dari munculnya beragam pertanyaan. Mereka menjadi lebih paham tentang membuat perencanaan, alokasi penghasilan berdasarkan prioritas kebutuhan bukan keinginan, sehingga masih ada peluang untuk menabung demi kepentingan masa depan.
Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan Bebas Sampah Di Desa Wanagiri Pandeglang Titin Fatimah; Utomo Budiyanto; Anissa Amalia Mulya
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3150

Abstract

Desa Wanagiri adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang yang masih terkendala masalah sampah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Setiap rumah, rata-rata menghasilkan sampah organik yang berasal dari dapur. Kulit buah dan sayuran adalah salah satu komponen terbesar dalam limbah makanan. Banyak kulit buah dan sayuran yang secara rutin dibuang selama proses memasak tanpa memperhatikan nilai gizinya. Pengolahan sampah di Desa Wanagiri masih menggunakan pembakaran untuk sampah kering dan untuk sampah basah akan dibiarkan begitu saja. Hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan seperti timbulnya bau tidak sedap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu mengurangi sampah rumah tangga dan secara umum menciptakan masyarakat yang lebih sadar lingkungan. Dan untuk mengurangi sampah organik, dapur adalah tempat yang tepat untuk memulai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berusaha mengatasi permasalahan yang terjadi dengan memanfaatkan dan mengubah sisa bahan dapur (semua bagian sayuran dan buah yang dapat dimakan) menjadi makanan atau minuman yang memiliki nilai ekonomis melalui resep-resep masakan yang dapat diakses melalui Aplikasi Mobile SISA DAPUR. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berusaha mengatasi permasalahan yang terjadi dengan metode sosisalisasi dan demonstrasi. Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan dan pemanfaatan sampah organik ini melibatkan masyarakat Desa Wanagiri sebagai peserta yang berperan aktif dalam kesuksesan kegiatan ini.Kata kunci: buah, organik, pengolahan, sampah, sayuran
PKM peningkatan pengetahuan dan keterampilan Ibu PKK dalam pemanfaatan cubicle portable sebagai sarana kesehatan masyarakat di Kamal Jakarta Barat Anggraeni Dyah; Sri Kurniasih; Anissa Amalia Mulya; Eka Purwa Laksana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38495

Abstract

Abstrak Kegiatan posyandu di Kampung Belakang Kamal, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, masih menghadapi keterbatasan sarana pemeriksaan kesehatan yang layak, sehingga pelayanan sering dilakukan di ruang terbuka yang kurang nyaman dan tidak privat. Selain itu, rendahnya minat remaja terhadap konsumsi makanan sehat menjadi tantangan dalam upaya peningkatan gizi masyarakat. Permasalahan ini menunjukkan perlunya pemanfaatan teknologi tepat guna serta inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu PKK dalam memanfaatkan produk teknologi cubicle portable sebagai ruang periksa kesehatan yang praktis, fleksibel, dan mudah dipindahkan sebagai sarana pemeriksaan kesehatan serta mendorong penerapan konsumsi makanan sehat. Metode pemberdayaan yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung, yang dilaksanakan pada bulan Mei–Desember 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan cubicle portable mampu meningkatkan kenyamanan, privasi, dan efektivitas pemeriksaan kesehatan pada kegiatan posyandu. Peserta juga mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan alat tersebut. Selain itu, inovasi menu makanan sehat kekinian berhasil meningkatkan minat remaja terhadap konsumsi makanan bergizi seimbang. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan melalui partisipasi aktif masyarakat. Kata kunci: cubicle portable; inovasi; menu makanan sehat; produk teknologi. AbstractPosyandu activities in Kampung Belakang Kamal, Kamal Village, Kalideres District, West Jakarta, still face limitations in adequate health examination facilities, resulting in services often being conducted in open spaces that lack comfort and privacy. In addition, the low interest of adolescents in consuming healthy food poses a challenge in improving community nutrition. These issues indicate the need for appropriate technology utilization and community-based innovation. This community service program aims to enhance the knowledge and skills of PKK women in utilizing portable cubicle technology as a practical, flexible, and movable health examination space, as well as to promote the adoption of healthy eating habits. The empowerment methods employed include lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice, conducted from May to December 2025. The results show that the use of portable cubicles improves comfort, privacy, and the effectiveness of health examinations in posyandu activities. Participants also demonstrated increased understanding and skills in operating the equipment. Furthermore, the innovation of contemporary healthy food menus successfully increased adolescents’ interest in consuming balanced nutritious food. In conclusion, this program contributes to improving the quality of community health services and encourages sustainable healthy lifestyle changes through active community participation. Keywords: cubicle portable; healthy food menus; innovation; technology product.
Peran Usia Memoderasi Dampak Financial Technology, Financial Attitude, dan Financial Literacy pada Financial Behavior Anissa Amalia Mulya; Ivo Rolanda
KRESNA: Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Jurnal KRESNA Mei 2026
Publisher : DRPM Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/kresna.v6i1.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh financial technology, financial attitude, dan financial literacy terhadap financial behavior, dengan usia sebagai variabel moderasi. Studi kuantitatif ini melibatkan 144 responden yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur. Analisis data survei dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil pengujian membuktikan bahwa financial attitude (t = 5,578; p = 0,000) dan financial literacy (t = 9,156; p = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial behavior. Sebaliknya, penggunaan financial technology (t = 0,132; p = 0,895) dan faktor usia (t = 0,957; p = 0,339) tidak memberikan dampak signifikan. Usia juga terbukti tidak memoderasi pengaruh ketiga variabel independen tersebut terhadap perilaku keuangan, dengan seluruh nilai p-value uji interaksi berada di atas 0,05. Secara keseluruhan, model yang diuji mampu menjelaskan 69,1% varians pembentukan financial behavior (R2 = 0,691). Kesimpulannya, pembentukan perilaku keuangan yang ideal lebih didorong oleh kekuatan internal individu (sikap dan literasi keuangan) dibandingkan sekadar pemanfaatan teknologi atau rentang usia. Temuan ini merekomendasikan pentingnya strategi edukasi yang berfokus pada penguatan pemahaman dan sikap finansial secara berkelanjutan.