Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Substrat dan Morfologi Rumput Laut di Kawasan Pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh Arhas, Firman Rija; Rasnovi, Saida; Dahlan, Dahlan; Nanda, Rizki
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47499

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik substrat dan morfologi rumput laut di kawasan pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi komposisi jenis rumput laut, tipe substrat yang ditempati, serta perbedaan morfologi masing-masing spesies. Metode yang digunakan adalah kombinasi line transect dan quadrat transect dengan pengambilan sampel di zona intertidal dan subtidal. Hasil penelitian menemukan 32 spesies rumput laut yang tergolong dalam tiga kelas: Chlorophyceae (11 spesies), Phaeophyceae (11 spesies), dan Rhodophyceae (10 spesies). Substrat keras seperti karang mati dan batu dominan dihuni oleh rumput laut dengan life form lithofitik (66%), sedangkan substrat lunak seperti pasir dan kerikil didominasi oleh rhizophitik (28%). Karakteristik morfologi rumput laut bervariasi, terutama pada struktur holdfast, stipe, dan blade, yang mencerminkan adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Alga coklat (Phaeophyceae) memiliki morfologi paling kompleks, cocok untuk perairan berarus kuat, sementara alga hijau (Chlorophyceae) dan alga merah (Rhodophyceae) lebih adaptif di perairan tenang atau berarus sedang. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting untuk konservasi dan budidaya rumput laut berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesesuaian substrat dan ketahanan morfologis spesies.
Karakteristik Substrat dan Morfologi Rumput Laut di Kawasan Pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Arhas, Firman Rija; Rasnovi, Saida; Dahlan, Dahlan; Nanda, Rizki
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.28213

Abstract

Studi sebelumnya tentang rumput laut di Aceh Selatan hanya meneliti distribusi dan ekologi, tanpa mengeksplorasi hubungan antara karakteristik substrat dan morfologi, sehingga data dasar mengenai preferensi substrat dan variasi morfologi masih terbatas. Penelitian ini mengkaji substrat dan morfologi rumput laut di Aceh Selatan guna mengidentifikasi komposisi spesies, tipe substrat, dan variasi morfologinya. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari hingga April 2021 menggunakan metode gabungan line transect dan quadrat transect di zona intertidal dan subtidal. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 32 spesies rumput laut yang termasuk dalam tiga kelas: Chlorophyceae (11 spesies), Phaeophyceae (11 spesies), dan Rhodophyceae (10 spesies). Preferensi substrat rumput laut yang paling banyak ditemukan adalah tipe substrat lithofitik (66%), dan rhizophitik (28 %). Sedangkan tipe subtrat lainnya dengan persentase yang sangat kecil, berupa: epifitik (4 %), dan drift macroalgae (2 %), dan epizoik tidak ditemukan. Adapun jenis substrat rumput laut yang ditemukan terdiri dari: karang hidup (live coral), karang mati (dead coral), pecahan karang (rubble), batu (rock), dan substrat campuran berupa sedimentasi laut yaitu: kerikil (gravel) dan pasir (sand).Variasi morfologi rumput laut terutama terlihat pada struktur holdfast, stipe, dan blade, yang menunjukkan adaptasi terhadap kondisi lingkungan dan kesesuaian dengan tipe substrat. Alga coklat (Phaeophyceae) memiliki morfologi paling kompleks (holdfast kuat, stipe jelas, blade tebal), adaptif untuk perairan berarus kuat dan berombak. Alga hijau (Chlorophyceae) memiliki bentuk morfologi sederhana (holdfast filamen, blade tipis/lunak), adaptif di perairan tenang. Sedangkan Rhodophyceae(alga merah) memiliki variasi morfologi tinggi (holdfast fleksibel, blade berkapur/gelatin), dominan di zona berarus sedang. Temuan penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk konservasi dan pengembangan budidaya rumput laut berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesesuaian substratdan ketahanan morfologis spesies. Selain itu, hasil studi ini dapat menjadi data acuan (baseline) untuk pemetaan ekologi rumput laut serta mendukung upaya restorasi dan pengelolaan kawasan pesisir Aceh Selatan secara lebih efektif.