Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Concept of Elite (Thoughts of Antonio Gramsci and the Study in Islamic Studies) Amaliyah, Efa Ida; Nurhadi, Agus
FIKRAH Vol 10, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v10i2.16962

Abstract

This study attempts to reveal the elite concept from Antonio Gramsci's thought which supports elite studies in an Islamic perspective, by using library research methods. The elite according to Gramsci is a social category that is not related to class but related to hegemony. Hegemony is a winning power that is obtained through a consensus mechanism rather than through violence or oppression of other social classes. The regime spreads hegemonic power of influence because it is supported by related infrastructure organizations, namely in which intellectual obedience is supposed to occur due to cultural and political factors. This is where elites emerge which are categorized into two according to Gramsci, namely organic elites (politicians, bureaucrats, academics) and traditional elites (subject to authorities). Elites in Islam bring consequences or impacts by showing the importance of elite positions in the orderliness of civilization, the urgency of elite cadre formation in order to strengthen faith and belief as well as faith. This is important to do because of the vital role played by the elite for the advancement of society around them. Therefore, the religious elite, the religious elite, now have an obligation to participate in realizing national unity and are responsible for maintaining national resilience in its various aspects (ideological, political, economic, and socio-cultural)
KONSEP DAN KOMITMEN MAHASISWA STAIN KUDUS TENTANG PLURALITAS AGAMA Amaliyah, Efa Ida
FIKRAH Vol 2, No 2 (2014): Fikrah
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.117 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v2i2.663

Abstract

Religiousity of Rural Moslem Women after Covid-19 Ulya, Ulya; Farihah, Irzum; Amaliyah, Efa Ida
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 2 (2023): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v16i2.19861

Abstract

This study aims to gain women's perceptions about Corona or COVID 19 and the factors building their perceptions, as well as its influence on their religiosity after pandemic. This study is a qualitative research. The informants of this study were moslem women in Ngembal Kulon Village who were purposively selected based on their diverse educational and professional backgrounds. Observation and interview were used to collect the data. After all data were confirmed to be correct through triangulation, the data were analyzed through data reduction, data classification, data display, and conclusion or verification. The results show that moslem women in Ngembal Kulon understand Corona differently. Some of them understand it as a medical fact, as a theological fact, and as a political fact. These differences were caused by their respective pre-structures, namely the level and type of education, personal experience, sources of obtained information, and the environment. Then, it caused variousity to their personal responses towards COVID-19, responding to health protocols and vaccines. After pandemic, they actually felt an increase in religiosity: always maintaining health, obeying the government, and increasing spirituality.  
TEOLOGI KONSTRUKSI DALAM MERESPONS BENCANA (STUDI PEMIKIRAN MAHASISWA STAIN KUDUS MELALUI MATA KULIAH IAD, IBD, DAN ISD) Amaliyah, Efa Ida
Jurnal Penelitian Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v7i2.818

Abstract

THEOLOGY OF CONSTRUCTION IN RES- PONDING TO DISASTER (THE STUDY OF STAIN KUDUS STUDENTS’ THOUGHTS THROUGH IAD, IBD, ISD COURSES). Indonesia has experienced various natural disasters. After some natural disasters stroke, there is no serious concern about the disaster and the consequences. Students as agents of  change is expected to take an active role in dealing with disasters through productive thoughts. The active role of students is one of  them realized through the course IAD, ISD, and IBD. This paper elaborates on the meaning of  the disaster among students and formulate theological construction that is able to influence him in the handling of  the disaster. Through the method of reviewing secondary data, observation, and interviews, it is concluded that there are ten reasons religious beliefs and practices have significant positions in disaster mitigation, that religion gives a positive view of the disaster, religion gives meaning and purpose in life, belief  systems of  religion enable someone’s ready to face the bad things that befall human life, religious give hope and motivation, religion provides the power personally, religion provides a sense of  control, religion provides examples of exemplary in the face of  suffering, religion provides guidance in making decisions, religion give answers to questions that are not able to be answered by the secular culture and science, and religion provide social support. Thus, students should be prudent in defining the disaster. Do not let them use the arguments that would discourage the victims.Keywords: Teological Construction, Disaster, Student Thought, IAD, IBD, and ISD Courses.Indonesia sudah mengalami bermacam bencana alam. Setelah beberapa bencana alam menimpa, tidak ada perhatian serius tentang bencana dan akibat yang ditimbulkannya. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan ikut berperan aktif  dalam menangani bencana melalui pemikiran-pemikiran yang produktif. Peran aktif mahasiswa tersebut salah satunya direalisasikan melalui mata kuliah IAD, ISD, dan IBD yang merupakan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Tulisan ini mengelaborasi makna bencana di kalangan mahasiswa dan merumuskan teologi konstruksi yang mampu memengaruhinya dalam penanganan bencana. Lewat metode mereview data sekunder, observasi, dan wawancara, disimpulkan bahwa ada sepuluh alasan keyakinan dan praktik keagamaan memiliki posisi yang signifikan dalam mitigasi bencana, yaitu agama memberikan pandangan yang positif terhadap bencana, agama memberikan pemaknaan dan tujuan dalam hidup, sistem keyakinan dalam agama memungkinkan seseorang untuk  siap  menghadapi  kejadian-kejadian  buruk  yang  menimpa hidup manusia, agama memberikan harapan dan motivasi, agama memberikan kekuatan secara personal, agama memberikan sense of control, agama memberikan contoh-contoh teladan dalam menghadapi penderitaan, agama memberikan bimbingan dalam mengambil keputusan, agama memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh kultur sekuler dan sains, serta agama memberikan dukungan sosial. Dengan demikian, mahasiswa harus bijaksana dalam memaknai bencana yang ada. Jangan sampai mereka menggunakan dalil-dalil atau argumentasi yang akan membuat kecil hati para korban.Kata Kunci: Teologi Konstruksi, Bencana, Pemikiran Mahasiswa, Mata Kuliah IAD, IBD, dan ISD.
Pesan Moral KiaMat PersPeKtif al-Qur’an Amaliyah, Efa Ida
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.925

Abstract

Tulisan ini mencoba mengulas tentang kiamat (kehancuran alamsemesta), yaitu tentang tahapan dan pesan moralnya. Masalahyang digambarkan al-Qur’an sejak masa awal Islam adalah kiamat.Kiamat merupakan persoalan pokok bagi seorang Muslim, selainmasuk dalam wilayah akidah juga merupakan inti agama. Kiamatmerupakan peristiwa dasyat, sehingga disebutkan berulang-ulangdengan segala bentuk rangkaian sebanyak 70 kali. Ada empat(4) tahap terjadinya kiamat. Pertama, peristiwa-peristiwa kecil,yaitu kejadian yang rutin di alam semesta, dalam skala ini, bolehjadi hanya terjadi di kawasan bumi saja. Kedua, adalah peristiwabesar, yaitu terjadi dalam skala yang luas secara kosmos, yangmelibatkan tata surya dan dalam skala yang lebih luas melibatkanseluruh galaksi. Ketiga, adalah kiamat universal, peristiwa initerjadi serentak yang akan melibatkan seluruh alam raya. Keempat,yaitu hari kebangkitan, sebagai kulminasi semua peristiwa kiamatbaik yang kecil maupun yang besar. Ada empat pesan moral yanghendak disampaikan al-Qur’an melewati ayat-ayat kiamat. Pertama,mengubah pandangan hidup duniawi materialistik menjadipandangan hidup yang menyeimbangkan antara kehidupan duniasebagai kesenangan yang sementara, sedikit dan menipu. Kedua,mendorong manusia beraktivitas positif (beramal saleh). Ketiga,menumbuh-kembangkan rasa tanggung jawab pada diri sendiri.Keempat, pembenahan diri seawal mungkin.
RELASI AGAMA DAN BUDAYA LOKAL: Upacara Yaqowiyyu Masyarakat Jatinom Klaten Amaliyah, Efa Ida
FIKRAH Vol 3, No 1 (2015): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.842 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v3i1.1825

Abstract

Perayaan Yaqowiyyu di desa Jatinom sudah menjadi ritualyang dilaksanakan setiap hari Jum’at minggu kedua dibulan Safar penanggalan Jawa. Ritual tersebut berlangsunghingga saat ini sebagai ungkapan penghormatan terhadapKi Ageng Gribig berupa menyebar kue apem ke halayakramai yang sudah menunggu di lapangan yang sudahdisediakan. Penelitian ini secara khusus membahas tentangmakna dari semua unsur yang ada dalam ritual tersebut,seperti pengunjung, pedagang, dan masyarakat sekitar desaJatinom. Selain itu juga masuknya modernitas yang tidak bisaterelakkan lagi. Untuk mengetahui bahasan tersebut, makapendekatan penelitian ini adalah pendekatan fungsionalis.Pendekatan fungsionalis mengadaikan bahwa suatumasyarakat dipandang sebagai suatu jaringan kelompokyang bekerjasama secara terorganisasi, yang bekerja dalamsuatu cara yang relatif teratur menurut seperangkat aturandan nilai yang dianut oleh sebagian masyarakat tertentu.Sebuah perilaku atau tindakan sosial bisa dibenarkankarena hal tersebut dalam masyarakat dinilai sebagaifungsional. Makna yang muncul sangat beraneka ragamtergantung harapan dari mereka yang datang di ritual tersebut. Makna keberkahan adalah yang paling dominan.Mereka percaya bahwa dengan mendapatkan kue apemdari lemparan panitia, hajat-hajat yang mereka inginkanakan cepat terkabul. Sebagai contoh, bagi petani berharappanennya akan melimpah dengan menyebarkan apemhasil tangkapan di Yaqowiyyu ke sawah mereka. Begitujuga yang menghendaki adanya jodoh, berhasil dan suksesdalam pekerjaannya, serta usahanya yang lancar. Salah satuyang mereka lakukan dengan apem tersebut menyimpannyadi tempat-tempat yang dianggap bisa aman, seperti lemaridan di bawah tempat tidur. Makna lain didapat oleh parapedagang dadakan, tukang parkir, dan masyarakat sekitarkarena kedatangan keluarga jauh mereka. Dengan adanyaantusiasisme dari kalangan masyarakat, maka pemerintahsetempat mengapresiasi untuk keberlangsungan ataumelanggengkan ritual tersebut. Salah satunya denganmenggandeng perusahaan rokok sebagai sponsor tunggal.Karenanya tidak salah kalau ritual Yaqowiyyu dijadikansebagai wisata religi yang ada di Kabupaten Klaten.Sehingga, unsur-unsur modernitas yang diwakili olehpemerintah dan perusahaan rokok mendukung untukmelestarikan ritual yang dilakukan oleh pendirinyayaitu Ki Ageng Gribig sebagai bentuk kearifan local bagimasyarakat yang mempercayainya.
Pendidikan Karakter Berwawasan Kearifan Lokal melalui Warisan Budaya Berbenda di Kabupaten Jepara Efa Ida Amaliyah; Ulfah Rahmawati; Khoirunnisaa' Khoirunnisaa'
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 12 No. 2 (2025): December
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64810/annuha.v12i2.755

Abstract

Globalization changes morality and human thought patterns in the world of education. Students experience a shift in behavior towards ancestral culture. This study looks at students' attention to recognize cultural heritage objects in the midst of the onslaught of the era of fast information through social media. This research uses an anthropological approach to education, through observation, interviews, and documentation studies by looking at the decline in character education found in various cases in society. This research shows that cultural heritage objects in Jepara, Mantingan Mosque and Kartini Museum have values as local wisdom of Jepara as a form of character education for the younger generation. Mantingan Mosque is the center of Islamic civilization in Jepara from the beginning of its establishment until now, among others as a place to deepen the teachings of Islam and learn history. The history of the Mantingan Mosque shows that Islam has interacted with the culture that existed before Islam entered Jepara, namely China. The birth of the Kartini Museum is a form of respect for RA. Kartini. The story of RA. Kartini that can be seen from these historical objects have values or meanings for the current generation.
Reinterpretation of the Values of Religious Moderation and Its Internalization among Gen Z Indonesian Muslims Farida, Umma; Amaliyah, Efa Ida; Rahman, Azka Fayyad Atqia
FIKRAH Vol 14, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v14i1.34586

Abstract

This article aims to reinterpret the values of religious moderation in the Qur’an and Hadith and the implementation of its internalization towards Gen Z Muslims in Indonesia. This research is qualitative research that combines literature review and field study. The literature review is to uncover the values of religious moderation according to Islamic teachings, namely the Qur’an and Hadith, while the field study is to see the implementation of the internalization of these values of religious moderation towards Gen Z Muslims in Indonesia. The data collection techniques in this study used documentation, interview, and observation methods, then analyzed descriptively-critically. The values of religious moderation according to the Qur’an and Hadith include: (1) humanity, (2) public welfare, (3) justice, (4) balance, (5) obedience to the constitution, (6) national commitment, (7) tolerance, (8) anti-violence, (9) respect for tradition. The Qur’an and Hadith also emphasize prioritizing global and universal interests to avoid danger and harm to the public. The implementation of religious moderation values for Indonesian Muslim Gen Z is urgent. It aims to shape their tolerant and multicultural attitudes and erode radicalism and intolerance based on religion and belief. In addition, the application of these religious moderation values also aims to foster values of peace so that various acts of radicalism and violence in the name of religion in Indonesia in the future can be reduced and minimized.