Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMENTASAN AGAMA SELEBRITI: TELAAH DRAMARTUGI ERVING GOFFMAN Farihah, Irzum
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 4, No 2 (2018): VOL 4, NO 2 2018
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.458 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh realitas yang ada saat ini, di mana para selebriti yang tampil di layar televisi banyak yang perform menggunakan pakaian muslimah. Kecantikan selebriti dengan balutan pakaian muslimah membuat nilai lebih di hadapan masyarakat dan tidak sedikit masyarakat menjadikan mereka sebagai contoh  dalam berbusana muslimah. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah fenomena selebriti tersebut sebagai perwujudan ketaatan seorang hamba kepada sang pencipta, atau hanya sekedar menjadikan pakaian muslimah sebagai kultur masyarakat muslimah Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi Dramartugi Erving Goffman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pementasan yang dilakukan selebriti dalam mempresentasikan ajarannya ada dua panggung yang dimiliki. Pertama, panggung depan (front stage) dan kedua, panggung belakang (back stage). Di dalam pementasan tersebut, seorang selebriti melakukan pengelolaan kesan, dengan tujuan untuk mencapai tujuan pencitraan diri di dalam ruang kehidupan sosial sebagai panggung pementasan. Di dalam kehidupan sosial tersebut, selebriti melakukan interaksi melalui komunikasi verbal maupun non verbal. Pada panggung depannya, selebriti menampilkan peran formalnya, sedangkan panggung belakangnya berpenampilan sesuai dengan kondisi dan realitas selebriti tersebut. Kata Kunci: Agama, Selebriti, Dramartugi
MCDONALDISASI DAKWAH MASYARAKAT PINGGIRAN Farihah, Irzum
Jurnal Dakwah Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.22 KB) | DOI: 10.14421/jd.2015.16102

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam metode dakwah dan pendekatan sosiologis dalam teori McDonaldisasi guna melihat aktifitas Dakwah Jurusan Dakwah dan Komunikasi di Kampung Argopuro Hadipolo Kudus tersebut. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan indept interview. Dengan tipe observasi “participant as observer” yaitu peneniti menjadi bagian dari proses pembelajaran dan dakwah di Kampung Argopuro. Wawancara mendalam dilakukan kepada anak pembelajaran di TPQ al-Muhajirin, beberapa warga Argopuro, dan para mahasiswa yang melaksanakan Dakwah di TPQ al-Muhajirin. Pada tahap analisis data, peneliti menggunakan tahapan collection, reduction, display dan verification. Alasan menggunakan analisis ini karena adanya klasifikasi data, yaitu pertama, input dalam hal ini adalah subjek yang terlibat dalam Dakwah. Kedua, proses yang berhubungan dengan pembelajaran dan dakwah. Ketiga, out put berkaitan dengan eksistensi dan konsistensi dakwah di masyarakat Argopuro. Pendekatan dakwah pada penelitian ini menggunakan teori McDonaldisasi dari George Ritzer yang terdiri dari empat prinsip yaitu: Pertama, efficiency (efisiensi) dalam mempelajari ilmu agama cukup di lingkungan Argopuro yang satu lokasi (satu RT) dengan tempat tinggal mereka, tanpa harus pergi ke TPQ lain. Kedua, calculability (daya hitung), ketika mengikuti pembelajaran di TPQ lain, yang didapatkan hanya pengetahuan Agama Islam. Sedangkan di TPQ al-Muhajirin akan mendapatkan ilmu Agama dan pengetahuan umum. Ketiga, predictability (daya prediksi) bahwa “ngaji” maupun les yang dilaksanakan di Argopuro sama halnya dengan “ngaji ” di TPQ lainnya, dan keempat control, menyampaikan syiar Islam pada masyarakat pinggiran (Argopuro) perlu menggunakan metode dan media yang inovatif sehingga mereka masih terus tertarik mengikuti “ngaji”. Selain itu, masyarakat Argopuro perlu dipublikasikan melalui media teknologi, sehingga masyarakat akan lebih mengenal dan memperhatikan masyarakat Argopuro.
PERILAKU BERAGAMA PEREMPUAN NGOREK DI PESISIR LAMONGAN Farihah, Irzum
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.886 KB) | DOI: 10.21580/sa.v14i2.3252

Abstract

This study aims to look at the religious behavior of fish sorting women laborers in the coastal area of Lamongan. This research uses a descriptive qualitative method, with observation and in-depth interviews with fish sorting women laborers, boat owners and the Head of fishermen association. Data were analyzed using the Miles-Huberman model with stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. This article produces that: first, the under­standing of religious women is inseparable from their belief in things that are transcendent able to move worldly life, by applying in daily behavior in the workplace by maintaining an honesty attitude, still carrying out prayer and in their social environment while maintaining friendly relations by adjusting the traditions that run in the community. Second, various social actions that can be taken can be seen from instrumental rationality, value rationality, affective ratio­nality, and traditional rationality.
Buka Luwur as A Media of Education and Social Solidarity of Kudus Community Farihah, Irzum; Ismanto, Ismanto
AL-TAHRIR Vol 19, No 1 (2019): Islam & Local Wisdom
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v19i1.1568

Abstract

Abstract: Buka Luwur is an annual ritual that has become a tradition of Kudus community. It is a moment of respecting Kanjeng Sunan Kudus by providing some meal. This tradition is not only attended by Kudus inhabitants and Muslims around it but also people from various regions in Java. Buka Luwur ritual accepts various forms of sadaqah which will be distributed to all residents who are devoted. This article aims to find out the da’wah of Javanese society through a series of Buka Luwur ritual in Kanjeng Sunan Kudus tomb, which was followed by various community groups, from santri to abangan communities, by using a sociological theory approach. The research method used was qualitative, while the respondents in this study were leaders, committees, communities around the research location, and residents who attended this ritual. Data collection techniques used were observation and in-depth interview. The data analysis used in the analysis process included reduction, data presentation, and conclusion. The results of this article: First, Buka Luwur is not only a series of agenda in commemorating Kanjeng Sunan Kudus haul but also as a part of Javanese Islamic preaching both verbally (bi al-qaul) and social actions (bi al-af'al). Second, Buka Luwur is used as a medium to build social solidarity among all groups. الملخص: بوكا لوور عادة وشعائرة يحتفل بها شعب مدينة قدس جاوى الوسطى سنويا، ويعقد هذا الاحتفال تعظيما وتكريما للسيد سونان قدس وهو من أعضاء أولياء التسعة يعني بوكا لوور هو إبدال الساتر kain)     (nisan القديم .ويحضر هذا الاحتفال لا يقتصر من مسلمين قدس وحولها فحسب بل يحضره المسلمون من المناطق البعيدة. وجمع لجان الاحتفال الإنفاق والصدقة ووزعها لجميع الحاضرين، وغرض هذا البحث لمعرفة منهج الدعوة عند شعب جاوى بطريق سلسلة الاحتفال الذي يشارك فيه جمع من سانتري وغيره من أبانجان على نهج الاجتما عية وأما منهج هذا البحث فهو بحث نوعي وكيفي، والمستطلع في هذا البحث السادة، ولجان الاحتفال، وشعب قدس، وطريق جمع المعلومات هي الملاحظة والاستقراء، وتحليل المعلومات الانخفاض وتقديم المعلومات والاستنتاج .وأماخلاصة هذا البحث فهي كالآتية: الأولى، سلسلة احتفال بوكا لوور، و ذكرى وفاة السيد سونان قدس، وذلك، بعض من دعوة مسلم جاوى قولا وفعلا. الثانية، بوكا لوور كوسيلة في بناء تكافل الاجتماعي لجميع الطائفية.Abstrak: Buka Luwur merupakan ritual tahunan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Kudus dan dijadikan momen penghormatan terhadap Kanjeng Sunan Kudus dengan penggantian luwur makan. Tradisi tersebut tidak hanya dihadiri dari masyarakat Kudus dan yang beragama Islam saja, namun dari berbagai daerah di pulau Jawa. Ritual Buka Luwur juga menerima berbagai bentuk shadaqah yang akan dibagikan kepada seluruh warga yang mengahdiri. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dakwah masyarakat Jawa melalui rangkaian ritual Buka Luwur makam Kanjeng Sunan Kudus yang diikuti berbagai kelompok masyarakat, mulai kalangan santri sampai abangan dengan pendekatan teori sosiologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan responden dalam penelitian ini adalah para tokoh, panitia, masyarakat sekitar lokasi penelitian, dan warga yang mengikuti ritual buka luwur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan indept interview, sedangkan pada analisis data akan digunakan proses analisis meliputi reduksi, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil dari artikel ini: Pertama, rentetan acara buka luwur selain untuk memperingati haul Kanjeng Sunan Kudus, juga menjadi bagian dakwah Islam masyarakat Jawa baik secara lisan (bi al-qaul) maupun tindakan sosial (bi al-af’al). Kedua, Buka Luwur dijadikan sebagai media untuk membangun solidaritas sosial masyarakat dari semua golongan.
PEMENTASAN AGAMA SELEBRITI: TELAAH DRAMARTUGI ERVING GOFFMAN Irzum Farihah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.426 KB) | DOI: 10.24235/jy.v4i2.4373

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatar belakangi oleh realitas yang ada saat ini, di mana para selebriti yang tampil di layar televisi banyak yang perform menggunakan pakaian muslimah. Kecantikan selebriti dengan balutan pakaian muslimah membuat nilai lebih di hadapan masyarakat dan tidak sedikit masyarakat menjadikan mereka sebagai contoh dalam berbusana muslimah. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah fenomena selebriti tersebut sebagai perwujudan ketaatan seorang hamba kepada sang pencipta, atau hanya sekedar menjadikan pakaian muslimah sebagai kultur masyarakat muslimah Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi Dramartugi Erving Goffman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pementasan yang dilakukan selebriti dalam mempresentasikan ajarannya ada dua panggung yang dimiliki. Pertama, panggung depan (front stage) dan kedua, panggung belakang (back stage). Di dalam pementasan tersebut, seorang selebriti melakukan pengelolaan kesan, dengan tujuan untuk mencapai tujuan pencitraan diri di dalam ruang kehidupan sosial sebagai panggung pementasan. Di dalam kehidupan sosial tersebut, selebriti melakukan interaksi melalui komunikasi verbal maupun non verbal. Pada panggung depannya, selebriti menampilkan peran formalnya, sedangkan panggung belakangnya berpenampilan sesuai dengan kondisi dan realitas selebriti tersebut.
TRANSMISI ISLAM MODERAT OLEH RAJA ALI HAJI DI KESULTANAN RIAU-LINGGA PADA ABAD KE-19 Rina Rehayati; Irzum Farihah
Jurnal Ushuluddin Vol 25, No 2 (2017): July - December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v25i2.3890

Abstract

Islam di Nusantara dikenal sebagai Islam moderat dan terkait dengan budaya Nusantara. Adapun budaya Nusantara merupakan bagian dari nilai-nilai Islam. Sebagai ulama di Kesultanan Riau-Lingga pada masa itu, Raja Ali Haji berada pada posisi strategis, karena ia bagian dari pusaran kekuasaan. Setelah selesai menunaikan ibadah haji, sekaligus belajar Islam di Makkah dan Madinah, ia dan ayahnya bersama dengan Yang Dipertuan Muda menggerakkan kegiatan keagamaan dengan mengundang beberapa ulama yang menjadi bagian dari jaringan ulama di Nusantara. Para ulama Nusantara yang menyebarkan Islam dan menggerakkan kegiatan keagamaan di Nusantara sudah diakui kredibilitasnya. Mereka para ulama yang sangat mengerti Islam dan memahami syariat Islam dengan baik. Para Ulama Nusantara tersebut, termasuk Raja Ali Haji, tentu mampu memilah bagian-bagian mana dari prinsip-prinsip ajaran Islam yang boleh dimodifikasi dan bagian-bagian mana saja yang tidak boleh dimodifikasi
Perilaku Beragama Perempuan Ngorek di Pesisir Lamongan Irzum Farihah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 2 (2019): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.886 KB) | DOI: 10.21580/sa.v14i2.3252

Abstract

This study aims to look at the religious behavior of fish sorting women laborers in the coastal area of Lamongan. This research uses a descriptive qualitative method, with observation and in-depth interviews with fish sorting women laborers, boat owners and the Head of fishermen association. Data were analyzed using the Miles-Huberman model with stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. This article produces that: first, the under­standing of religious women is inseparable from their belief in things that are transcendent able to move worldly life, by applying in daily behavior in the workplace by maintaining an honesty attitude, still carrying out prayer and in their social environment while maintaining friendly relations by adjusting the traditions that run in the community. Second, various social actions that can be taken can be seen from instrumental rationality, value rationality, affective ratio­nality, and traditional rationality.
Dakwah Kiai Pesisiran: Aktivitas Dakwah Para Kiai di Kabupaten Lamongan Irzum Farihah; Ismanto Ismanto
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 12, No 1 (2018): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Terakreditasi Sinta 2)
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v11i2.1907

Abstract

Da'wah has a very important position in building a religious understanding of society for the benefit of nowdays and hereafter life. This study aims to describe the activities of da'wah of kiai on the northern coast, especially Blimbing Village, Paciran District, Lamongan City, the majority of people work as fishermen and traders, who have a hard character. Research method This research uses qualitative approach with data collection technique through observation, interview and documentation from 2016 to 2017. Informants in this study are kiai and mad’u (Blimbing Village community). The analysis uses the Miles-Huberman model, in which the instrumental, value, affective, and traditional rationalities of Max Weber are intertwined with one another. Result of research: firstly, da'wah of kiai with bi al qaul of lecture method delivered through pulpit after prayer jamaah subuh. Second, the method of mauidhah hasanah and mujadalah is done with a personal approach through informal dialogue outside the pulpit. Third, bi al-af'al approach by da'i motivation giving mad’u in everyday life. Fourth, da’wah of al-kitabah by publishing periodic bulletins. From these various da'i approaches, he is able to provide changes in motivation and understanding of religion for coastal community.Dakwah mempunyai posisi yang sangat penting dalam membangun pemahaman beragama masyarakat untuk kepentingan kehidupan duniawi maupun ukhrowi. Riset ini bertujuan untuk melihat aktivitas dakwah para kiai di pesisir utara khususnya Desa Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan dan pedagang, yang mempunyai karakter keras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi pada tahun 2016-2017. Informan dalam penelitian ini adalah kiai dan mad’u (masyarakat desa Blimbing). Analisis data menggunakan model Miles-Huberman. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, pertama, dakwah para kiai dengan bi al qaul yakni, pendekatan ceramah disampaikan melalui mimbar setelah jamaah shalat subuh. Kedua, metode mauidhah hasanah dan mujadalah dilaksanakan dengan pendekatan secara personal melalui dialog secara informal di luar mimbar. Ketiga, pendekatan bi al-af’al dengan memberikan motivasi para da’i kepada mad’u dalam kehidupan sehari-hari. Keempat, dakwah bi al kitabah dengan menerbitkan bulletin berkala. Dari berbagai pendekatan tersebut, da’i mampu memberikan perubahan dalam motivasi dan pemahaman beragama masyarakat pesisir Kabupaten Lamongan.
Religious Practices in Pesantren: Negotiation, Reflection and Adaptation during the COVID-19 Pandemic Moh Muhtador; Irzum Farihah; Qadar Bakhsh Baloch
Jurnal Hikmatuna Vol 7 No 2 (2021): HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, December 2021
Publisher : Postgraduate Program, Universitas Islam Negeri (UIN) K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.914 KB) | DOI: 10.28918/hikmatuna.v7i2.4675

Abstract

This article discusses the condition of pesantren in Pantura (the northern coast area of Java) during the pandemic of Covid-19. This phenomenon of the Covid-19 outbreak is worrying because pesantren is a collaborative community that carries out activities without fulfilling social distancing. How the pesantren community negotiates themselves amid the Covid-19 pandemic, and how it reflects and adapts each activity. This study aims to reveal the pattern and response of the religious community of pesantren related to activities during the Covid-19 pandemic. This research was field research that used a model to obtain data by observing pesantren and analyzed with three theories, namely Glok and Stark on religiosity and Max Weber for social action and Talcott Parsons' theory of adaptation. During the Covid-19, pesantren can negotiate conditions amid a pandemic by reflecting on maintaining and preserving the tradition of prayer and a form of adaptation to spirituality and morality while still adhering to health regulations
Implementasi Metode Dakwah Di Lembaga Dakwah Kampus IAIN Kudus Zumrotul Lutfiah; Risma Febiola; Mahdiya Naqaisa Zahra; Ridho Agus Setiawan; Irzum Farihah
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol 1, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i2.7657

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan dakwah yang dilakukan oleh lembaga komunitas kampus di IAIN Kudus. dengan menggunakan pendekatan struktural fungsional Emile Dukheim dalam melihat tujuan Tindakan yang dilakukan suatu kelompok atau komunitas. Tindakan yang dilakukan oleh suatu komunitas terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif desktriptif. Penulis mengumpulkan data melalui wawancara tidak terstruktur dengan para informan, observasi non partispatif terhadap kegiatan dakwah yang dilaksankan Lembaga Dakwah Kampus, dan sumber-sumber dokumentasi yang relevan dengan kajian penelitia.  Penelitian ini menemukan bahwa suatu organisasi nonstruktural yang bergerak di kalangan mahasiswa IAIN Kudus dan kalangan masyarakat sebagai pengabdian dalam bidang dakwah sebagai instrumen mewujudkan risalah Islam 'Rahmatullah lil alamin'. Guna menguatkan nilai akidah masyarakat kampus, lembaga dakwah kampus (LDK) menggerakkan beragam kegiatan seperti pesantren kilat, sekolah dakwah, dan pembacaan Al banzanji, dimana kegiatan tersebut diadakan secara rutin sesuai jadwal yang sudah dirancang oleh anggota lembaga dakwah kampus (LDK). Serta terdapat metode- metode yang diterapkan oleh komunitas tersebut agar tujuan dakwah dapat tercapai sesuai sasaran dakwah. This article aims to examine how the application of da'wah carried out by campus community institutions at IAIN Kudus. by using Emile Dukheim's functional structural approach in seeing the purpose of the actions taken by a group or community. Actions taken by a community towards the environment and the surrounding community. This research is a descriptive qualitative research. The author collects data through unstructured interviews with informants, non-participatory observation of da'wah activities carried out by the Campus Da'wah Institute, and documentary sources relevant to the research study.  This study found that a nonstructural organization that operates among students of IAIN Kudus and the community as a service in the field of da'wah as an instrument to realize the Islamic treatise 'Rahmatullah lil alamin'. In order to strengthen the value of the creed of the campus community, campus da'wah institutions (LDK) mobilize a variety of activities such as flash pesantren, da'wah schools, and reading Al banzanji, where these activities are held regularly according to a schedule that has been designed by members of campus da'wah institutions (LDK). And there are methods applied by the community so that the purpose of da'wah can be achieved according to the target of da'wah.