Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Aktivitas Obat Analgetik Asam Mefenamat, Natrium Diklofenak, dan Ekstrak Daun Kitolod (Pipper Officinarum D.Cd) Pada Hewan Uji Mencit Putih Kurniasih, Nia; Harun, Nurhidayati; Sunandar, Sandi Andar; Trilianti, Shindi; Widiawati, Widi; Lestari, Leni; Mulyanti, Cici
INDOGENIUS Vol 3 No 3 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i3.462

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan efektivitas analgetik menggunakan ekstrak daun kitolod, asam mefenamat, dan natrium diklofenak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu berupa geliat pada mencit. Respon mencit yang diamati yaitu respon geliat yang ditandai dengan adanya kontraksi otot perut, perut menyentuh bagian lantai, tarikan kaki kebelakang, membengkokkan kepala dan punggung meliuk. Pengamatan dilakukan selama 30 menit dengan interval waktu 5 menit. Hasil: Hasil penelitian menunjukan yang paling efektif adalah pada kelompok uji 1 yaitu ekstrak daun kitolod dan uji 2 ekstrak daun kitolod dengan asam mefenamat karena efek nyeri pada hewan uji relatif sedikit. Kesimpulan: Setelah dilakukan penelitian dengan 4 kelompok perbandingan ditemukan bahwa pemberian ekstrak kitolod dan ekstrak kitolod + asam mefenamat efektif untuk mengurangi rasa nyeri.
Pengaruh Waktu Dekalsifikasi Jaringan Tulang Menggunakan Larutan Asam Nitrat 5% terhadap Tingkat Kelunakan dan Kualitas Preparat Widiawati, Widi; Durachim, Adang; Wiryanti, Wiwin; Solihat, Mohamad Firman
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i1.222

Abstract

Dekalsifikasi merupakan proses penghilangan garam kalsium dan mineral dari jaringan keras seperti tulang agar menjadi lunak, sehingga dapat dipotong menggunakan mikrotom dan diproses lebih lanjut menjadi preparat histologi. Salah satu agen dekalsifikasi yang banyak digunakan adalah asam nitrat 5%, yang dikenal efektif dalam menjaga integritas jaringan serta meminimalkan kerusakan struktur seluler jika digunakan dengan kontrol waktu yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu dekalsifikasi menggunakan asam nitrat 5% terhadap tingkat kelunakan dan kualitas preparat jaringan tulang. Sampel yang digunakan berupa tulang femur marmut yang didekalsifikasi dalam waktu 6, 12, 18, dan 24 jam. Parameter yang diukur mencakup tingkat kelunakan jaringan, keberadaan artefak, serta kejelasan struktur seluler. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa dekalsifikasi selama 24 jam menghasilkan tingkat kelunakan tertinggi (skor 3), lebih tinggi dibandingkan dengan waktu 6, 12, dan 18 jam (skor 2). Nilai Asymp.Sig sebesar 0,000 menunjukkan pengaruh signifikan waktu dekalsifikasi terhadap kelunakan tulang. Namun, analisis terhadap kualitas preparat tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai Asymp.Sig sebesar 0,773. Secara keseluruhan, kualitas preparat yang dihasilkan tergolong baik dengan skor rata-rata 3, menunjukkan bahwa asam nitrat 5% tetap mempertahankan struktur jaringan dengan baik dan dapat digunakan sebagai agen dekalsifikasi yang efektif.
Uji Aktivitas Obat Analgetik Asam Mefenamat, Natrium Diklofenak, dan Ekstrak Daun Kitolod (Pipper Officinarum D.Cd) Pada Hewan Uji Mencit Putih Kurniasih, Nia; Harun, Nurhidayati; Sunandar, Sandi Andar; Trilianti, Shindi; Widiawati, Widi; Lestari, Leni; Mulyanti, Cici
INDOGENIUS Vol 3 No 3 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i3.462

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan efektivitas analgetik menggunakan ekstrak daun kitolod, asam mefenamat, dan natrium diklofenak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu berupa geliat pada mencit. Respon mencit yang diamati yaitu respon geliat yang ditandai dengan adanya kontraksi otot perut, perut menyentuh bagian lantai, tarikan kaki kebelakang, membengkokkan kepala dan punggung meliuk. Pengamatan dilakukan selama 30 menit dengan interval waktu 5 menit. Hasil: Hasil penelitian menunjukan yang paling efektif adalah pada kelompok uji 1 yaitu ekstrak daun kitolod dan uji 2 ekstrak daun kitolod dengan asam mefenamat karena efek nyeri pada hewan uji relatif sedikit. Kesimpulan: Setelah dilakukan penelitian dengan 4 kelompok perbandingan ditemukan bahwa pemberian ekstrak kitolod dan ekstrak kitolod + asam mefenamat efektif untuk mengurangi rasa nyeri.