Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KETRAMPILAN MOTORIK MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM TATA SURYA DI MI SUDIRMAN KADIPIRO KECAMATAN JUMAPOLO KABUPATEN KARANGANYAR MUKHLISAH, IFFAH; ROCHMAWAN, ALFIAN EKO; ASZAHRO, FATIMAH; WULANDARI, INTAN AYU; PUSPITANINGRUM , SARAH
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i1.3145

Abstract

This community service aims to (1) develop students' creativity and motor skills in learning activities; (2) provide a fun and interesting learning experience for students; and (3) creating learning innovations using media that are easy and cheap to access. The aspect of assessing learning outcomes and achievements is still dominated by cognitive assessment, through both written and oral tests. This assessment cannot represent the students' abilities, talents, interests and potential as a whole. Assessment in the form of projects focuses on the process of activities and motor skills which need to be added to the portion of learning activities. Project and activity-based assessment is an authentic and interesting assessment solution. The service method is in the form of training in making learning media in the form of replicas of planets in the solar system using foam and watercolors which are divided into small groups. This service is a collaboration between Lecturers and Students of the PGMI Study Programs and MI Sudirman Jumapolo. The target of the activity is students in grades 4, 5 and 6, totaling approximately 30 students. The results of this service activity:(1) students become more creative in creating, assembling and arranging learning media; (2) students experience a fun learning experience as if they were playing; (3) Learning media can be made yourself using materials that are easy and affordable for all peoples. ABSTRAK Pengabdian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan kreativitas dan ketrampilan motorik siswa dalam kegiatan pembelajaran;(2) memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa; serta (3) menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran dengan menggunakan media yang mudah dan murah untuk dijangkau .Aspek penilaian hasil belajar dan prestasi selama ini masih didominasi oleh penilain secara kognitif, melaui tes baik tertulis maupun lisan. Penilain tersebut belum bisa merepresentasikan kemampuan, bakat, minat serta potensi dari siswa secara menyeluruh. Penilaian dalam bentuk proyek menitik beratkan proses kegiatan dan ketrampilan motorik perlu ditambahkan porsinya dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian berbasis proyek dan aktivitas menjadi salah satu solusi penilaian yang otentik dan menarik. Metode pengabdian berupa pelatihan pembuatan media pembelajaran berupa replika planet dalam tata surya dengan steorofoam dan cat air yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil. Pengabdian ini merupakan kerjasama antara Dosen dan Mahasiswa Program Studi PGMI dan MI Sudirman Jumapolo. Sasaran Kegiatan adalah para siswa-siswi kelas 4, 5 dan 6 yang berjumlah kurang lebih 30 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini: siswa menjadi lebih kreatif membuat, merangkai dan menyusun media pembelajaran; (2) siswa merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan seolah-olah mereka sedang bermain; (3) Media pembelajaran bisa dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang mudah dan terjangkau semua kalangan.
Kajian Persepsi Kualitas Pelayanan Publik: Pengujian Model Indeks Kepuasan Masyarakat Menggunakan Analisis Komposit Konfirmatori Wulandari, Intan Ayu; Raharjo, Teguh Hardi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/x20nwp94

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris kualitas indikator pembentuk Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berdasarkan PermenPANRB No. 14 Tahun 2017 pada pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Brebes. Penelitian dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara nilai IKM institusional yang berada pada kategori baik dan masih adanya keluhan pengguna layanan mengenai antrean, waktu penyelesaian, fasilitas, serta transparansi informasi pelayanan. Dengan menggunakan desain kuantitatif konfirmatori, data dikumpulkan melalui kuesioner diferensial semantik berskala 1–7 kepada 250 responden pengguna layanan. Analisis dilakukan melalui Confirmatory Composite Analysis (CCA) berbasis structural equation modeling untuk menilai validitas item, reliabilitas internal, validitas konvergen, validitas diskriminan, dan kesesuaian model. Hasil menunjukkan bahwa 27 item memiliki korelasi item-total yang valid, dengan r hitung terendah 0,226 dan tertinggi 0,865. Sebagian besar dimensi memenuhi reliabilitas, tetapi dimensi biaya/tarif menunjukkan kelemahan konsisten dengan Cronbach Alpha 0,494, CR 0,6116, dan kegagalan validitas diskriminan terhadap perilaku pelaksana. Indeks model fit juga menunjukkan dukungan parsial: GoF 0,8516, Mean AVE 0,7252, Mean CR 0,8812, dan Mean Loading 0,8449 memenuhi kriteria, sedangkan SRMR 0,1303 dan NFI 0,8516 belum mencapai fit ideal. Dengan demikian, instrumen IKM layak digunakan secara terbatas sebagai alat evaluasi pelayanan publik, tetapi membutuhkan revisi pada indikator biaya/tarif agar lebih sensitif terhadap karakteristik layanan administrasi kependudukan yang tidak berbayar. Studi ini berkontribusi dengan menunjukkan bahwa CCA dapat digunakan untuk mengevaluasi struktur psikometrik IKM, mengidentifikasi indikator lemah, dan memperkuat dasar kebijakan perbaikan layanan berbasis bukti. This study empirically examines the quality of indicators forming the Public Satisfaction Index (IKM) based on Minister of Administrative and Bureaucratic Reform Regulation No. 14 of 2017 in population administration services at the Population and Civil Registration Office of Brebes Regency. The study is motivated by the discrepancy between official IKM scores, which remain in the good category, and citizens’ continuing complaints about queues, service completion time, facilities, and information transparency. Using a confirmatory quantitative design, data were collected through a seven-point semantic differential questionnaire administered to 250 service users. Confirmatory Composite Analysis (CCA) within a structural equation modeling framework was employed to assess item validity, internal reliability, convergent validity, discriminant validity, and model fit. The results show that all 27 items had valid item-total correlations, ranging from 0.226 to 0.865. Most dimensions met reliability requirements, but the cost/fee dimension consistently exhibited measurement weakness, as indicated by Cronbach’s Alpha of 0.494, CR of 0.6116, and failure to meet discriminant validity against implementer behavior. Model fit indices also indicate partial support: GoF = 0.8516, Mean AVE = 0.7252, Mean CR = 0.8812, and Mean Loading = 0.8449 met the criteria, whereas SRMR = 0.1303 and NFI = 0.8516 did not reach ideal fit. Therefore, the IKM instrument can be used in a limited manner for public service evaluation, but the cost/fee indicators require revision to better capture the specific characteristics of free population administration services. This study contributes by demonstrating that CCA can evaluate the psychometric structure of IKM, identify weak indicators, and support evidence-based public service improvement.