Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM E-VOTING KETUA RT BERBASIS BLOCKCHAIN UNTUK TRANSPARANSI DAN KEAMANAN DATA SUARA Arya Perdana Irawan; Dimas Prasetyo Tegar Asmoro; Akmal Budi Yulianto
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 2 (2026): JATI Vol. 10 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i2.17256

Abstract

Untuk menghubungkan warga dan pemerintah diperlukan seorang Ketua RT, dimana karena pentingnya peranan Ketua RT, maka pemilihan ketua RT harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, untuk mendapatkan proses pemilihan yang amanan, transparansi, dan efisiensi dirancang sebuah sistem e-voting. Sistem ini dikembangkan dengan teknologi blockchain sebagai media pencatatan suara yang bersifat permanen dan dapat diaudit (immutable). Model yang diusulkan meliputi modul registrasi dan verifikasi pemilih menggunakan identitas unik (seperti NIK dan email), mekanisme pemberian suara, serta penerapan smart contract untuk otomatisasi pencatatan dan perhitungan hasil. Sistem ini dikembangkan dalam bentuk aplikasi web dengan arsitektur frontend berbasis Next.js, backend berbahasa Go, serta PostgreSQL untuk penyimpanan data terstruktur, sementara catatan suara disalurkan ke jaringan blockchain privat. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan eksperimen melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan blockchain dapat meningkatkan transparansi dan keamanan proses pemilihan Ketua RT. Sistem ini dirancang agar dapat diterapkan di berbagai wilayah RT, namun pengujian dan evaluasi difokuskan pada satu wilayah RT sebagai studi kasus. Dengan demikian, penelitian ini tidak ditujukan untuk skala nasional, melainkan sebagai bukti konsep (proof of concept) penerapan teknologi blockchain di lingkungan masyarakat tingkat RT.
IMPLEMENTASI GLOBALPROTECT PRISMA ACCESS BERBASIS ZERO TRUST Nasrullah Nasrullah; Tomi Loveri; Akmal Budi Yulianto
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 2 (2026): JATI Vol. 10 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i2.17196

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat, disertai meningkatnya ancaman siber, menuntut institusi perbankan untuk menerapkan sistem keamanan jaringan yang lebih robust, khususnya dalam menyediakan akses jarak jauh yang aman guna melindungi data sensitif dan menjaga integritas sistem. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi sistem keamanan jaringan berbasis Zero Trust Network Access (ZTNA) menggunakan GlobalProtect Prisma Access serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan keamanan akses jarak jauh, efisiensi operasional, dan perlindungan data.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan eksperimental, menerapkan kerangka Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan prototipe, implementasi, pemantauan dan evaluasi, serta pemeliharaan. Implementasi sistem mencakup konfigurasi portal dan gateway GlobalProtect, integrasi autentikasi Two-Factor Authentication (2FA) melalui Okta, penerapan security profiles, serta konfigurasi captive portal.Hasil pengujian menunjukkan keberhasilan sistem pada sembilan skenario uji, antara lain koneksi Always-On, Internal Host Detection (IHD), pemilihan gateway optimal, Host Information Profile (HIP) checking, dekripsi SSL, autentikasi pengguna, akses aplikasi internal, URL filtering, serta deteksi dan pencegahan ancaman. Sistem mampu menerapkan kontrol akses berbasis identitas, inspeksi trafik tingkat lanjut, pencegahan ancaman secara real-time, dan logging terpusat untuk monitoring aktivitas jaringan. Implementasi GlobalProtect Prisma Access berbasis Zero Trust terbukti efektif dalam meningkatkan keamanan akses jaringan, mencegah akses tidak sah, serta memberikan visibilitas menyeluruh terhadap aktivitas jaringan perbankan.