Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS UNJUK KERJA DECISION FEEDBACK EQUALIZER PADA SISTEM SCFDMAa Decision Feedback Equalizer Pada Sistem SCFDMA Fitri Amillia; Mulyono Mulyono; Rifky Pradifta Eka Putra
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2017: SNTIKI 9
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.992 KB)

Abstract

Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SCFDMA) merupakan teknik multiple access menggunakan single carrier dalam mengirimkan data yang diimplementasikan pada sisi uplink 4G. Inter symbol interference (ISI) yaitu suatu gangguan yang besar untuk efisiensi transmisi pada data digital, ISI terjadi saat deretan data simbol yang saling tumpang tindih (over lapping), sehingga diperlukan suatu teknik ekualisasi yaitu Decision Feedback Equalizer (DFE) sebagai metode mengatasi ISI. Tujuan penelitian ini dilakukan analisis kinerja DFE pada sistem komunikasi SCFDMA melalui kanal AWGN dan Rayleigh Fading dengan parameter Symbol Error Rate (SER). Penelitian ini menghasilkan unjuk kerja DFE pada sistem komunikasi SCFDMA melewati kanal AWGN dan Rayleigh Fading. Pada kanal AWGN  yaitu saat sistem menggunakan DFE nilai pada SER mencapai 10-3  menghasilkan Es/No 8 dB, sedangkan tanpa DFE nilai SER mencapai 10-3 menghasilkan Es/No yang besar 14 dB. Pada kanal Rayleigh Fading saat menggunakan DFE nilai SER mencapai 10-3 menghasilkan Es/No 8 dB, sedangkan tanpa DFE hanya mencapai dimana nilai SER mencapai 10-2 menghasilkan Es/No yang besar yaitu 30 dB. Jadi unjuk kerja sistem SCFDMA yang lebih baik pada saat menggunakan DFE yaitu menghasilkan nilai SER mencapai 10-3 sesuai dengan standar komunikasi.
PERENCANAAN PENEMPATAN NODE B PADA JARINGAN WCDMA (WIDEBAND CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS) DI KECAMATAN LIMAPULUH KOTA PEKANBARU Renno Nikki Wijaya; Fitri Amillia; Liliana Liliana
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2011: SNTIKI 3
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.588 KB)

Abstract

Industri komunikasi wireless telah memasuki fase generasi ketiga (3G). Kebutuhan masyarakat komunikasi nirkabel di Pekanbaru meningkat, terutama pada daerah perkotaan yang dikenal dengan pusat bisnis. Peningkatan Layanan teknologi berupa mms, video conference, video streaming dan koneksi internet dengan kecepatan tinggi sangat dibutuhkan. Kendala yang dihadapi belum semua wilayah ter-cover sinyal jaringan WCDMA, seperti Kecamatan Limapuluh. Oleh karena itu diperlukan penelitian ini. Pembahasan tentang perhitungan perencanaan jumlah node B berupa jumlah sinyal carrier dalam satu sel, jumlah total kanal trafik pelanggan per sel, kapasitas total bit informasi per sel, dan jumlah sel dan perhitungan radio link berupa perhitungan link budget dari arah downlink dan uplink, analisa penempatan node B menghasilkan area cakupan yang optimal. Hasil akhir dari penelitian ini adalah jumlah node B sebanyak 2 dengan radius sel sebesar 1040 m2 dan di visualisasikan cakupan wilayah dalam bentuk heksagonal pada peta berskala 1 : 10.000 dengan jumlah sel sebanyak 2 sel. Kata Kunci : Node B, Sel, WCDMA
Performance Analysis of 10 Mbps Wireless Iconnet in Perumahan Bumi Mi’raj Bima Alnur; Mulyono; Fitri Amillia; Sutoyo Sutoyo
JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Vol. 7 No. 1 (2023): Issues July 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jite.v7i1.9548

Abstract

The Internet has become a basic need for every human being in carrying out his activities. To find out the quality of the internet network, a measurement called the Quality of Service is needed. Quality of service measurement can help in evaluating the performance of internet network providers. Data collection was carried out by monitoring while using YouTube and conducting video meetings using the Zoom application using the Wirleshark software with a viewing time of 30 minutes using the 10 Mbps Iconnet package. The number of users of the Iconnet internet network in this study amounted to 5 users. The data collected in this study were processed using QUALITY OF SERVICE parameters such as throughput, packet loss, delay, and jittler. Then an analysis was carried out by comparing the data obtained with the TIPHON standard. Data collection was carried out at Bumi Mi'Raj Housing, Jalan Bangau Sakti, Pekanbaru City. The results of the 10 Mbps iconnet network research have a very good delay value with an average of 21.75 ms and a very good packet loss with an average of 0.46%. The jitter parameter is in the good category with an average of 24.80 ms and the throughput parameter is in the bad category with an average of 258 kbps. The use of the 10 Mbps iconnet network can be used to play Youtube videos with 360p quality resolution with a total of 5 users. The more users of the 10 Mbps iconnet network, the effect will be a decrease in the quality of the Quality of Service parameter. The use of the iconnet network is better used on the slowest walk than on the slowest time.
Propagation Model for Mobile Communication 2100 Mhz in Tampan Pekanbaru City Ahmad Fandy; Mulyono; Fitri Amillia; Sutoyo Sutoyo
JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Vol. 7 No. 1 (2023): Issues July 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jite.v7i1.9988

Abstract

Dalam merancang sebuah jaringan komunikasi hal yang harus diperhatikan adalah model propagasi yang digunakan harus sesuai dengan daerah yang akan dilakukan perancangan jaringan komunikasi. Sinyal mempunyai mekanisme tersendiri dari pemancar dan diterima oleh user, maka dibutuhkan model propagasi yang sesuai dengan karakteristik daerah. Seperti daerah Kota Pekanbaru tepatnya di Kecamatan Tampan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model propagasi komunikasi bergerak 2100 MHz yang sesuai dengan karakteristik Kecamatan Tampan. Metode yang digunakan adalah drive test dibantu dengan aplikasi G-Net Track Pro. Berdasarkan perhitungan dan simulasi yang dilakukan di dapatkan persamaan model loss propagasi yaitu linear : Y = 1.1*x + 67, persamaan kuadratik : Y = -0.28*x2 + 1.9*x + 67, persamaan kubik : Y = -0.8*x3 + 3.3*x2 – 2*x+67.
Free Space Optic MIMO pada Kondisi Hujan dan Angin di Kota Pekanbaru Muhammad Fachrul Afiansyah; Rika Susanti; Teddy Purnamirza; Fitri Amillia
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v9i1.2637

Abstract

The FSO communication system is a communication system that uses the atmosphere as a propagation medium for light, which is used as an optical source to transmit data to the receiver. Due to using the atmosphere as a propagation medium causes the FSO communication system to be susceptible to signal weakening caused by varying atmospheric attenuation. So, it is necessary to conduct research on FSO performance based on atmospheric conditions. This research carried out communication design using FSO technology in Pekanbaru City, analyzing the influence of rainy weather and wind data using FSO MIMO. After analyzing and optimizing the parameters contained in the FSO device to achieve the best FSO performance. The design simulation was carried out using optisystem software for Free Space Optics (FSO) analysis using the FSO MIMO technique in rainy and windy weather in Pekanbaru City. One of the impacts of using the atmosphere as a propagation medium is large attenuation. The variables analyzed by the researchers were the rain variable and the wind variable. If the laser uses power up to 10 mW at a frequency wave of 1550 nm. The simulation results of the four-channel FSO MIMO system are able to provide a maximum beam distance of up to 2 km in rainfall conditions and 8 km in windy conditions. This value was obtained through analysis of the BER and Q-Factor values in the simulation results.Keywords - FSO-MIMO, BER, Optisystem
Enhanced Bandwidth Rectangular U-Slot Microstrip Antenna at 26 GHz for mmWave 5G Amillia, Fitri; Mulyono, Muyono
JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Vol. 8 No. 1 (2024): Issues July 2024
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jite.v8i1.12099

Abstract

5G wireless communication technology offers faster data transmission speeds, more stable connections, and greatercapacity and bandwidth compared to previous networks. However, more advanced antenna technology must bedeveloped to overcome propagation and bandwidth problems at mmWave frequencies. The antenna is the maincomponent of the 5G wireless communication system, which uses mmWave frequencies. The purpose of this research isto design a U-slot rectangular microstrip antenna to increase bandwidth at the 26 GHz frequency. The slot-U method onthe rectangular microstrip antenna patch is used to enhance bandwidth. To realize the research method, an antennawas designed without and with a U-slot using analytical calculations, then a simulation was carried out by comparingthe microstrip antenna designs with and without a U-slot, after which an evaluation of the performance of the antennaparameters was carried out. The simulation results show that the U-slot rectangular microstrip antenna design showsan increase in bandwidth, gain, and directivity of 119.14%, 42.66%, and 18.79%, respectively, compared to therectangular microstrip antenna without slots. The U-slot rectangular microstrip antenna design has succeeded inincreasing bandwidth and other performance parameters, so it can be recommended for mmWave 5G applications.
Design and Optimization of a 1x2 Rectangular Array Antenna with U-Slot for 5G Application at 26 GHz Millimeter Wave Amillia, Fitri; Mulyono, Mulyono
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 22, No 1 (2024): December 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v22i1.33673

Abstract

5G technology utilizes millimeter wave frequencies, particularly 26 GHz, to enable high-speed and low-latency communication services. However, the use of high frequencies presents challenges such as limited coverage area and signal penetration, requiring innovative antenna designs. This study aims to design and optimize a 1×2 rectangular array antenna with a U-slot for 5G applications operating at 26 GHz. The design process involves analytical calculations and simulations using CST Studio Suite software. The performance parameters evaluated are return loss, bandwidth, VSWR, and gain. The simulation results show that the designed antenna has a achieves a bandwidth of 3.51 GHz and a gain of 5.46 dB, which meets the desired specifications for 5G applications. In addition, the integration of U slots improves bandwidth efficiency, while the array configuration significantly improves the gain of the antenna. This antenna is expected to provide effective support for 5G network, along with the increasing demand for robust and efficient wireless communication systems.  Keywords: Antenna array, microstrip, U-slot, millimeter wave, 5G
Training on Utililizing Google Family Link for Monitoring Children’s Mobile Phone Usage : Pelatihan Pemanfaatan Google Family Link Untuk Monitoring Pemakaian Ponsel Anak Amillia, Fitri; Muttakin, Fitriani; Monalisa, Siti; Sarbaini, Sarbaini
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 4 No. 2 (2024): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v4i2.1715

Abstract

Perkembangan teknlogi pada generasi millenial semakin berdampak signifikan. Anak-anak sering menggunakan ponsel untuk bermain game dan menonton konten internet tanpa pengawasan orang tua. Orang tua khawatir anak terpapar konten negatif yang dapat memengaruhi perilaku karena orang tua kekurangan waktu dan pengetahuan. Oleh karena itu, orang tua dan guru pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dapat dilatih mengenai pengawasan pengasuhan digital. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu pemahaman orang tua dan guru mengenai mengawasi penggunaan ponsel anak dengan aplikasi Google Family Link dan meningkatkan keterampilannya di wilayah Kulim, Kota Pekanbaru. Para peserta berpartisipasi aktif saat mengikuti pelatihan sehingga pelatihan berjalan lancar sesuai rencana. Peserta menunjukkan respons yang positif, antusiasme, dan dorongan untuk mengikuti kegiatan melalui pendekatan pelatihan secara praktek dan sharing informasi. Dengan demikian diharapkan kegiatan pengabdian ini mampu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan mendukung bagi perkembangan fisik dan psikis anak-anak menjadi lebih baik dan sehat.
Analisis Power Link Budget pada Jaringan FTTH di Wilayah Site Batu Sangkar Kecamatan Payakumbuh Barat Sumatera Barat Amillia, Fitri; Alpikri, Rahmat; Susanti, Rika; Miefthawati, Nanda Putri
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2024: SNTIKI 16
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan layanan internet semakin meningkat di Era Digital. Jaringan FTTH memanfaatkan serat optik sebagai media transmisinya untuk menyediakan layanan internet dengan kecepatan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai nilai redaman dan menghitung nilai power link budget pada jaringan FTTH di Kecamatan Payakumbuh Barat, Sumatera Barat. Tahapan penelitian dimulai dengan observasi terhadap denah jaringan FTTH, dilakukan pengukuran jarak lokasi pengukuran, menentukan jumlah dan jenis perangkat pada arsitektur jaringan FTTH untuk menentukan total redaman. Selanjutnya, dilakukan metode penelitian analitik dengan menganalisis nilai redaman total dan power link budget pada jaringan FTTH di site Batusangkar di Kecamatan Payakumbuh Barat Sumatera Barat. Setelah mendapatkan redaman total, kemudian daya yang diterima sisi pelanggan dihitung power link budget. Hasilnya menunjukkan bahwa redaman total sebesar 19,95 dB sesuai standar kelayakan jaringan PT. Telkom Indonesia. Jaringan ini mampu menyediakan layanan internet yang stabil dan memadai bagi pelanggan dengan daya yang diterima pelanggan adalah20,95 dBm, yang masih berada dalam batas toleransi yang aman. Penelitian ini sangat membantu dalam pengembangan dan optimalisasi jaringan FTTH. Kata kunci:Jaringan FTTH, serat optik, power link budget, daya terima.
Simulation 1x2 Microstrip Antenna Array with Truncated Corner and Partial Ground Modification at 2.4 GHz for WiFi Applications Amillia, Fitri; Yadi, Sukri
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 22, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v22i2.37300

Abstract

WiFi performance is highly dependent on the quality of the antenna as a system for transmitting and receiving electromagnetic signals. A 1×2 microstrip array antenna for 2.4 GHz WiFi applications with truncated corner and partial ground techniques has been successfully designed and simulated. The adjustment of the truncated corner strategy is to cut the four corners in a rectangular shape on the fix side and the fractional ground strategy on the ground plane. The recreation was carried out utilizing CST program. The results showed an increase in antenna performance in terms of return loss, bandwidth, and gain. The designed antenna showed a return loss of -28.57 dB, a bandwidth of 657MHz, and a gain of 6.05 dBi.These results indicate that the combination of array and structural modifications can significantly improve the performance of microstrip antennas for WiFi applications.