Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Nursing Arts

Deskripsi Perilaku Safe Sex Laki-Laki Homoseksual (Gay) di Kota Sorong Norma Norma; Daud Rumangun
Nursing Arts Vol 11 No 1 (2017): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.992 KB) | DOI: 10.36741/jna.v11i1.38

Abstract

Description of the safe sex behavior of Gay Men in the city of Sorong. This study aims to describe the safe sex behavior of homosexual men (Gay) in Sorong City. This type of research is descriptive research, the number of samples is 30 respondents. The results showed the highest age group was 17-25 as many as 14 (46.7%), the highest occupation was private as many as 16 (53.3%), the highest education was high school, as many as 17 (56.7%). Safe sex behavior was 8 (26.7%) who did not change partners, 2 (6.7%) who did not have Oral Sex, 11 (36,%), 11 (36%) who used condoms. This study suggests the need for health education about safe sex to avoid the risk of HIV / AIDS transmission and the risk of other diseases in gay couples.Keywords: Safe Sex, Couples Change, Oral Sex and CondomsAbstrak: Deskripsi Perilaku safe Sex Laki-Laki Homoseksual (Gay) di Kota Sorong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku safe sex laki-laki homoseksual (Gay) di Kota Sorong. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan kelompok umur yang tertinggi adalah 17-25 sebanyak 14 (46,7 %), pekerjaan tertinggi adalah Swasta sebanyak 16 (53,3 %), pendidikan yang tertinggi adalah SMA, sebanyak 17 (56,7 %). Perilaku Safe Sex adalah 8 (26,7%) yang tidak berganti-ganti pasangan, 2 (6,7%) yang tidak melakukan Oral Sex, 11 (36, %), 11 (36 %) yang menggunakan kondom. Penelitian ini menyarankan Perlunya pendidikan kesehatan tentang safe sex untuk menghindari risiko penularan HIV/AIDS dan risiko penyakit lainnya pada pasangan gay.Kata kunci : Safe Sex, Ganti-ganti pasangan, Oral Sex dan Kondom
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Safe Sex Terhadap Perilaku Sex Sehat Pada Laki-Laki Homoseksual (Gay) Di Kota Sorong Norma Norma; Daud Rumangun
Nursing Arts Vol 11 No 2 (2017): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.914 KB) | DOI: 10.36741/jna.v11i2.40

Abstract

Abstrak: Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Safe Sex Terhadap Perilaku Sex Sehat Pada Laki-Laki Homoseksual (Gay) Di Kota Sorong. Isu safe sex mulai marak pada tahun 1980-an saat wabah AIDS mulai menyebar diberbagai belahan dunia. HIV/AIDS adalah salah satu penyakit paling berbahaya, sangat mudah ditularkan melalui transfusi darah atau hubungan badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang safe sex terhadap perilaku sex sehat dalam kaitannya dengan HIV/AIDS pada laki-laki homoseksual (gay) di Kota Sorong. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental). Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test design, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku berganti-ganti pasangan pada laki-laki homoseksual (Gay) di Kota Sorong, dengan signifikan 0,001 < 0,05. Tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku oral sex pada laki-laki homoseksual (Gay) di Kota Sorong, dengan nilai signifikan 0,326 > 0,05., dan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku penggunaan kondom pada laki-laki homoseksual (Gay) di Kota Sorong, dengan nilai signifikan 0 < 0,05. Penelitian ini menyarankan perlunya media atau sarana yang positif untuk meningkatkan kesadaran gay tentang perilaku sex sehat.
Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Mariat Kabupaten Sorong Norma Norma; Ade Supriatna
Nursing Arts Vol 12 No 1 (2018): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.594 KB) | DOI: 10.36741/jna.v12i1.71

Abstract

Effect of Progressive Muscle Relaxation Technique on Decreasing Blood Pressure in Hypertensive Patients in Mariat Health Center, Sorong Regency. Hypertension is a disease that results from an increase in systolic and diastolic blood pressure consistently above 140/90 mmHg. Hypertension is a factor that contributes to stroke deaths and factors that aggravate myocardial infarction (heart attack). The number of people with hypertension continues to increase along with the growing population, the world prevalence reaches 29.2% in men and 24% in women. This study was conducted with the aim to determine whether there is an effect of progressive muscle relaxation techniques on the reduction of blood pressure in hypertensive patients at the Mariat Health Center in Sorong Regency. In this study the researchers used the Quasi experimental Design design with a one-group pretest-posttest design approach (one pretest-posttest group). The population in this study were hypertensive patients who came to the Mariat Health Center in 2018 as many as 32 patients. While the research sample is a total population of 32 respondents. The results of the statistical test using the Paired Sample t-test obtained a value of p_value for systolic blood pressure 0,000 smaller than 0.05 and the value of p_value for a diastolic blood pressure of 0,000 less than 0.05. From the results of statistical tests show that there is an effect of progressive muscle relaxation techniques on blood pressure reduction in hypertensive patients at Mariat Health Center, Sorong Regency.
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN STROKE Ipa Jahra Alhamid; Norma Norma; O Lopulalan
Nursing Arts Vol 12 No 2 (2018): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.4 KB) | DOI: 10.36741/jna.v12i2.82

Abstract

Stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern saat ini. Di samping masalah-masalah kesehatan lainnya, stroke semakin menjadi masalah serius yang dihadapi hampir diseluruh dunia. Hal tersebut dikarenakan serangan stroke yang mendadak dapat mengakibatkan kematian, kecacatan fisik dan mental baik pada usia produktif maupun usia lanjut (Junaidi, 2011) dalam (Mada, 2010). Metode penelitian ini adalah observasi analitik dengan menggunakan rancangan case control study. Jumlah sampel dalam penelitian ini 75 responden dengan tekhnik total sampling. Hasil uji statistik menggunakan odd ratio diperoleh nilai OR = 4,333 (95% CI 1,521 - 12,344) pada hipertensi, nilai OR = 1,833 ( 95 % 0,500 - 6,722) pada diabetes militus, nilai OR = 0,668 (95 % CI 0,255-1,754) pada merokok dan nilai OR = 1,994 (95% CI 0,255-1,754) pada alkoholisme. Kesimpulan penelitian ini adalah hipertensi, diabetes militus dan alkoholisme merupakan faktor risiko terhadap kejadian stroke sedangkan merokok bukan merupakan faktor risiko kejadian stroke.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PERAWATAN VULNUS LACERATUM (LUKA ROBEK) MENGGUNAKAN BETADINE DAN NaCl TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN Norma Norma; O Lopulalan; Randy Prayogi
Nursing Arts Vol 13 No 1 (2019): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.231 KB) | DOI: 10.36741/jna.v13i1.88

Abstract

Kejadian Vulnus Laceratum atau luka akibat benda tumpul sangat sering kita jumpai, halini dapat disebabkan oleh banyaknya terjadi kecelakaan, baik itu kecelakaan kerja maupun kecelakaan di jalanraya. Angka kejadian vulnus laceratum yang terjadi pada tahun 2016 di RSUD Sele Be Solu adalah 374 orang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan efektivitas perawatan vulnus laceratum (lukarobek) menggunakan betadine dan NaCl. Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan desain quasi eksperimen. Jumlahsampel 20 responden yang dilakukan dengan Sample Random Probability. Analisa penelitian ini menggunakanuji Paired Sample T- Test. Dan hasil dari penelitian ini adalah betadine maupun NaCl tidak ada perbedaan dalam kecepatan penyembuhan vulnu slaceratum (lukarobek).
PENGARUH TEKHNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA KLIEN POST OPERASI APENDISITIS DI RSUD KABUPATEN SORONG DAN RSUD SELE BE SOLU KOTA SORONG Norma Norma; Ria Ariani Rasyid; Elisabet Samaran
Nursing Arts Vol 13 No 2 (2019): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.104 KB) | DOI: 10.36741/jna.v13i2.100

Abstract

ABSTRAK Pasien post operasi apendisitis sering mengalami nyeri dikarenakan insisi pembedahan. Relaksasi genggam jari adalah teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri dan perbedaan skala nyeri pada pasien post operasi apendisitis di ruang Kakatua dan Melati, RSUD Kabupaten Sorong dan Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan Non-equivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan 30 mei sampai dengan 30 juni 2019 di ruang Kakatua dan Melati, RSUD Kabupaten Sorong dan Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong. Populasi adalah seluruh pasien post operasi apendisitis yang dirawat di ruang Kakatua dan Melati, RSUD Kabupaten Sorong dan Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong dalam sebulan sebanyak 21 pasien Intervensi dan 15 Kontrol. Sampling menggunakan total Sampling. Sampel sebanyak 36 responden. Terdapat 2 variabel, variabel independen dengan relaksasi genggam jari dan dependen dengan penurunan nyeri. Pengumpulan data menggunakan skala Visual Analoge Scale (VAS). Analisis statistik menggunakan Paired sample t test untuk menguji pengaruh pre test - post test dan menggunakan Independent sample t test untuk menguji perbedaan pada intervensi dan kontrol dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum pemberian relaksasi genggam jari mengalami nyeri sedang dan berat terkontol yaitu sebanyak 9 responden (25,0 %). setelah pemberian relaksasi genggam jari sebagian besar mengalami nyeri ringan sebanyak 11 responden (30,6 %). Didapatkan p value = 0,000 ≤ α = 0,05. Ada pengaruh relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi apendicitis dan hasil independent t test terdapat perbedaan skala nyeri dengan p value = 0,000 ≤ α = 0,05 di ruang Kakatua dan Melati, RSUD Kabupaten Sorong dan Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong. Teknik relaksasi genggam merangsang meridian jari yang meneruskan gelombang tersebut ke dalam otak. Hasil dari Perlakuan relaksasi genggam jari akan menghasilkan impuls yang dikirim melalui serabut saraf aferen nonnosiseptor sehingga stimulus nyeri terhambat dan berkurang.