Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisa Backhaul Dan Perencanaan Sel Lte Di Tempat Wisata Kawah Putih Muhammad Perdana Bagus Hirzinda; Uke Kurniawan Usman; Nilla Rachmaningrum
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Banyak wisatawan yang datang khususnya tempat wisata kawah putih. Wisatawan tidak hanya datang ke tempat wisata tersebut tetapi wisatawan biasanya suka membuka media sosial nya untuk mengabadikan momen di media sosial dan melakukan hubungan komunikasi. Tetapi di Tempat Wisata Kawah Putih memiliki kualitas jaringan yang kurang baik karena banyaknya redaman yang disebabkan karena daerah tersebut termasuk daerah pegunungan dan memiliki hutan di sekitar tempat wisata kawah putih.diperlukan suatu perencanaan sel LTE di Tempat Wisata Kawah Putih agar pengguna layanan jaringan LTE tetap memiliki kualitas layanan yang baik di Tempat Wisata Kawah Putih. Pada paper ini,dibahas tentang perancangan jaringan LTE di tempat wisata kawah Putih yang mencakupi perancangan microwave backhaul,capacity planning,dan coverage planning. Pada hasil perencanaan microwave backhaul didapatkan availaibility >99,99% dan SES< 1 detik pada tiap link yang memiliki daya terima minimum sebesar -84 dBm. Pada perencanaan sel LTE didapatkan pada skenario 1 memiliki nilai RSSI sebesar -67,36 dBm dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,0025 km2 dan nilai BLER sebesar 0% dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,005 km2 . Untuk skenario 2 memiliki nilai RSSI sebesar -61,60 dBm dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,0025 km2 dan nilai BLER sebesar 2% dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,005 Km2 . Kata Kunci : Microwave Backhaul,capacity planning,coverage planning,LTE,Availaibility. ABSTRACT Many tourists who come especially Kawah PutihTourist Area. Tourists not only come to the sights but tourists usually like to open their social media to capture the moment in social media and make communication links. But in White Crater Places have poor network quality because of the amount of attenuation caused by the area including the mountains and has forest around the crater white tourist. Needed an LTE cell planning in place of Kawah Putih Tour so that users of LTE network service still have good service quality at White Crater Tour. In this paper, discussed about the design of LTE network in the White Crater tourist area that includes microwave backhaul design, capacity planning, and coverage planning. In the microwave backhaul planning results obtained the availability> 99.99% and SES <1 sec on each link that has a minimum acceptance of -84 dBm. In LTE cell planning obtained in scenario 1 has a RSSI value equal -67.36 dBm with a covered area equal 0.0025 km2 and a BlER equal 0% with a covered area of 0.005 km2. For scenario 2 has RSSI value equal -61.60 dBm with a covered area equal 0.0025 km2 and a BLER value equal 2% with a covered area equal 0.005 Km2. Keywords : Microwave Backhaul,capacity planning,coverage planning,LTE,availaibility
ANALISIS KONEKTIVITAS PADA KOMUNIKASI PERANGKAT KOMUNIKASI DARURAT UNTUK PENDAKI GUNUNG BERBASIS IOT DAN LORA Hidayat; Shofi Akbar, Fannush; Rachmaningrum, Nilla
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konektivitas pada sistem komunikasi perangkat darurat untuk pendaki gunung berbasis Internet of Things (IoT) dan teknologi LoRa. Fokus utama adalah menentukan performansi terbaik teknologi LoRa berdasarkan parameter Spreading Factor (SF) dan Coding Rate (CR), yang memengaruhi pengukuran Received Signal Strength Indicator (RSSI) dan packet loss di pegunungan. Penelitian membandingkan kinerja konektivitas LoRa dalam kondisi Line of Sight (LOS) dan Non-Line of Sight (NLOS) pada perangkat komunikasi darurat. Alat yang digunakan adalah LoRa Breakout V2 yang terhubung dengan ESP32 untuk komunikasi point-to-point. Hasil menunjukkan bahwa dalam kondisi LOS, jarak komunikasi mencapai 100 meter hingga 1 kilometer, sedangkan dalam kondisi NLOS berkisar antara 100 meter hingga 500 meter. Implementasi alat menggunakan modul LoRa Breakout V2 dengan ESP32 berhasil, mencapai jarak 100 meter hingga 1 km di LOS dan NLOS. Konfigurasi terbaik di LOS adalah SF 7 dengan CR 4/8 dengan rata-rata RSSI -103 dBm, sementara di NLOS, SF 10 dengan CR 4/6 menghasilkan RSSI -101 dBm. Hambatan seperti pohon dan cuaca memengaruhi transmisi sinyal, tetapi alat ini menunjukkan performa yang memadai dalam berbagai kondisi. Kata kunci— Konektivitas, Lora, Received Signal Strength Indicator (RSSI), Packet Loss.
PERANCANGAN JARINGAN FTTB (FIBER TO THE BUILDINGS) BERBASIS GPON PADA HOTEL GRAND SURYA KEDIRI Gilang Pratama Putra, Sawung; Agus Djoko Kuntjoro, Tri; Rachmaningrum, Nilla
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merancang jaringan Fiber To The Building (FTTB) berbasis teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) di Hotel Grand Surya Kediri untuk meningkatkan kualitas layanan internet. GPON menawarkan bandwidth upstream 1.244 Gbps dan downstream 2.488 Gbps, yang memungkinkan konektivitas internet cepat dan stabil bagi tamu hotel. Perancangan jaringan dilakukan dari lantai basement hingga rooftop dengan evaluasi performa menggunakan parameter Power Link Budget, Rise Time Budget, dan Bit Error Rate (BER). Dengan teknologi ini, diharapkan Hotel Grand Surya Kediri dapat meningkatkan pengalaman tamu melalui konektivitas internet yang optimal, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pelanggan dan okupansi hotel. Kata kunci— Jaringan FTTB,Fiber Optic,Internet,GPON,Hotel Grand Surya Kediri.
Perancangan jaringan lora untuk mendukung monitoring sensor di kawasan industri ngoro, mojokerto Rafi Andro Mulyawan, Athallah; Agus Djoko Kuntjoro, Tri; Rachmaningrum, Nilla
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngoro Industrial Park (NIP) Mojokerto, sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Timur, memiliki potensi besar untuk implementasi smart factories guna meningkatkan efektivitas produksi dan keamanan. Penelitian ini menganalisis coverage dan capacity jaringan LoRaWAN dalam mendukung monitoring sensor di kawasan industri tersebut. LoRaWAN, sebagai teknologi LPWAN dengan jangkauan luas dan konsumsi daya rendah, dievaluasi berdasarkan parameter signal level, signal-to-noise ratio, RSRP, SINR, dan throughput. Hasil menunjukkan bahwa SF 11 mampu mencakup seluruh area NIP dan mendukung 30.628 sensor dengan performa jaringan yang optimal. Studi ini mengindikasikan bahwa LoRaWAN dapat menjadi solusi efektif untuk monitoring sensor di NIP sebagai bagian dari implementasi Industry 4.0. Kata kunci— LoRaWAN, coverage, capacity, monitoring sensor, kawasan industri
Perancangan Jaringan Seluler 5G NR Pada Frekuensi 2.3 GHz Di Pulau Madura Anas Al Hibrizi, Moh.; Rachmaningrum, Nilla; Agus Djoko Kuntjoro, Tri
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Madura memiliki potensi unggul di sektor pariwisata dan produksi garam terbesar di Indonesia, dengan Bandara Trunojoyo di Sumenep sebagai salah satu infrastruktur pendukungnya. Untuk meningkatkan layanan jaringan informasi dan komunikasi serta memperkuat teknologi di wilayah ini, perancangan jaringan 5G New Radio pada frekuensi 2.3 GHz dilakukan menggunakan propagasi urban macro dengan pendekatan coverage planning dan capacity planning. Hasil perancangan di Kabupaten Bangkalan menunjukkan kebutuhan 274 site untuk cakupan dan 18 site untuk kapasitas. Di Kabupaten Sampang, diperlukan 268 site untuk cakupan dan 14 site untuk kapasitas. Kabupaten Pamekasan membutuhkan 97 site untuk cakupan dan 13 site untuk kapasitas. Sementara itu, Kabupaten Sumenep memerlukan 256 site untuk cakupan dan 32 site untuk kapasitas. Dengan perancangan ini, diharapkan jaringan 5G dapat mendukung perkembangan sektor unggulan Madura serta meningkatkan konektivitas di seluruh wilayahnya. Kata kunci — pulau madura, 5G NR, frekuensi 2.3 ghz, propagasi urban macro, coverage planning, capacity planning.
Perancangan Sistem Voice Recognition Berbasi AI Pada Layanan Drive Thru Restoran Cepat Saji Prasya Danendra, Revin; Rachmaningrum, Nilla; Adib Kamali, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan bisnis selalu meningkat seiring kebutuhan manusia yang bersifat konsumtif dalam bidang jasa layanan yaitu layanan drive-thru. Sistem layanan drive-thru pada restoran cepat saji menghadapi tantangan dalam efesiensi dan akurasi pemesanan, terutama untuk mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas layanan drive-thru. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengaplikasikan sistem voice recognition berbasis AI pada layanan drive thru restoran cepat saji untuk meningkatkan keakuratan pemesanan. Teknologi voice recognition digunakan untuk mengubah gelombang suara menjadi bentuk teks dari model yang telah dilatih. Metode yang digunakan adalah metode Short Time Fourier Transform untuk membangun model Convolutional Neural Network dengan library Tensorflow menggunakan Python. Hasil dari penelitian yaitu akurasi sebesar 98%, presisi sebesar nilai 98%, recall sebesar 98%, dan F1-score sebesar 98%. Serta selama pelatihan 10 epoch mengalami kenaikan pada nilai akurasi dan penurunan pada nilai loss Hal ini menunjukkan bahwa model dapat mengenali pola – pola dan mampu mengenerelisasi data yang baru. Model yang dilatih disimpan dalam format h5 dan diimpelementasikan secara nyata. Kata kunci— Voice recognition, Convolutional Neural Network, Drive thru, Tensorflow, Python
Perencanaan Jaringan Fiber To The Home (FTTH) Menggunakan Metode Power Link Budget dan Rise Time Budget di Kawasan Panarukan Situbondo Satrya Dewanusa, Bintang; Rachmaningrum, Nilla
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan jaringan akses Fiber To The Home (FTTH) di wilayah Situbondo ini akan membantu masyarakat dalam hal mengakses layanan internet dengan kecepatan yang cepat dan stabil minim hambatan. Terutama pada wilayah industri, pariwisata, dan pusat daerah yang berada pada wilayah Situbondo. Daerah panarukan merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensi sebagai daerah yang maju. Pelabuhan internasional, pantai pasar putih, desa wisata, dan situs bersejarah menjadi salah satu alasan untuk pembangunan infrastruktur yang merata serta layanan internet sangat dibutuhkan untuk proses pengiriman data yang cepat dan lancar kapanpun dibutuhkan. Perhitungan manual dan kelayakan parameter power link budget downstream, nilai redaman downstream hitungan manual yang paling besar terdapat pada kecamatan Panarukan yaitu 27,271 dB yang terletak pada desa Gelung. Sedangkan untuk nilai daya terima (Prx) pada perhitungan manual di kecamatan Panarukan di desa Duwet yang paling besar yaitu -24,271 dBm. Perhitungan manual dan kelayakan parameter power link budget upstream, nilai redaman upstream hitungan manual yang paling besar yaitu 26,50 dB yang terletak pada desa Gelung, kecamatan Panarukan. Sedangkan untuk nilai daya terima (Prx) pada perhitungan manual di kecamatan Panarukan yang paling besar yaitu – 26,50 dBm. BER juga sudah memenuhi standart kelayakan, dengan nilai terbesar yang didapatkan yaitu 5.926 x 10-14 . Nilai tersebut dapat dikatakan layak karena berada di bawah 1 x 10-9. Perhitungan manual dan kelayakan parameter rise time budget downstream, nilai redaman downstream hitungan manual yang paling besar terdapat pada kecamatan Panarukan yaitu 1,00918204 ns yang terletak pada desa Gelung. Sedangkan untuk perhitungan manual rise time budget upstream di kecamatan Panarukan yang paling besar yaitu 0,9957004 ns, yang terletak pada desa Kliensari. Kata kunci— Situbondo, FTTH, Power Link Budget, Rise Time Budget, BER, PT. Telkom, ITU-T.
Rancang Bangun Sistem Pemantauan dan Pengaturan Penggunaan Daya di Industri Perumahan Pada Tegangan 3 Fasa Berbasi IoT De Kevin Malvin Pakpahan, Erwin; Rachmaningrum, Nilla; Mimma Untsa, Risdilah
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi listrik di gedung sering kali tidak terkontrol, menyebabkan pemborosan energi dan potensi kelebihan beban yang dapat merusak peralatan. Untuk mengatasi permasalahan ini, dikembangkan sistem pemantauan daya berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi Android. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor PZEM 004T untuk mengukur tegangan, arus, dan daya listrik secara real-time pada tegangan tiga fasa (380–415V). Setiap fasa memiliki batas daya maksimum 300 watt, dan jika konsumsi daya melebihi batas tersebut, sistem secara otomatis memutus aliran listrik untuk mencegah kerusakan perangkat industri. Pengujian dilakukan sebanyak delapan kali dengan hasil daya total sebesar 356,409179 watt. Selain itu, pengujian konektivitas jaringan dilakukan dalam kondisi Line of Sight (LoS) dan Non Line of Sight (NLoS). Pada LoS, dengan jarak 1–30 meter, delay rata-rata tercatat 130,9053711 ms dan packet loss 0,13%, sedangkan pada NLoS dengan jarak 1–15 meter, delay mencapai 131,9658247 ms dengan packet loss 0,062%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat memantau dan mengontrol konsumsi daya secara efisien, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengurangi risiko kerusakan perangkat akibat beban listrik berlebih. Dengan konektivitas melalui smartphone, sistem ini memberikan solusi inovatif untuk pengelolaan daya di sektor industri berbasis tegangan tiga fasa, memastikan stabilitas serta keandalan sistem kelistrikan. Kata kunci— ESP32, PZEM-004T, IoT, ketidakseimbangan 3 fasa
Analisis Kualitas Layanan Jaringan 5G di Mandalika Untuk Penunjang Pariwisata di Indonesia Zhacky Daffa Ardin, Muh.; Rachmaningrum, Nilla; Ayu Faradila Purnama, Arrizky
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Jaringan 5G pertama kali hadir di Lombok Tengah, tepatnya di Mandalika International Street Circuit, yang menjadi tuan rumah World SuperBike 2021 dan MotoGP 2022. Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, dibutuhkan pengukuran kualitas layanan (Quality of Service/QoS) untuk memastikan performa jaringan tetap optimal. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kualitas jaringan 5G Telkomsel di beberapa titik sirkuit, dengan mengukur parameter QoS seperti packet loss, Throughput, Delay, dan Jitter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada Peak season, terjadi penurunan Throughput Download sebesar 53,45% dan Streaming turun 32,14% dibandingkan Low season. Namun, Throughput upload meningkat 37,63%. Packet loss tetap 0%, menandakan transmisi andal. Delay meningkat pada Download dan upload (hingga 31,78% dan 28,73%), sementara Jitter naik 34,95% pada Download dan sedikit menurun pada Streaming. Meskipun terdapat penurunan performa saat trafik tinggi, secara keseluruhan kualitas layanan jaringan 5G Telkomsel di Mandalika tetap sangat baik dan mendukung kegiatan pariwisata, sesuai standar TIPHON. Kata kunci— (5G, MANDALIKA, QoS, Telkomsel, Jaringan)
Perancangan Antena Mikrostrip Dual-Band Menggunakan Metode S-Shaped Pada Frekuensi 1.8 dan 2.1 GHz Untuk RF Energi Harvesting Novita; Shofi Akbar, Fannush; Rachmaningrum, Nilla
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penelitian ini membahas perancangan dan realisasi antena microstrip dual band pada frekuensi 1.8 GHz dan 2.1 GHz yang ditujukan untuk Sistem RF Energy Harvesting. Dari sinyal penyedia layanan seluler. Frekuensi 1.8 GHz dan 2,1 merupakan frekuensi utama yang digunakan operator seluler di Indonesia seperti Telkomsel, Indosar, dan XL Axianta untuk layanana 4G LTE. Pemilihan Frekuensi seluler juga didasari oleh tingginya ketersediaan sinyal di lingkukangan perkotaan maupun perumahan, sehingga berpotensi menghasilkan daya RF yang lebih tinggi untuk dipanen dan di konversi menjadi energi Listrik. Antena dirancang menggunakan metode pencatuan koaksial (coaxcial feed) dan dimodifikasi dengan slot membentuk S (S-shaped) pada patch untuk menciptakan resonansi tambahan, sehingga dapat beroperasi pada frekuensi kerja (dual-band). Simulasi dilakukan menggunakan perangkat luna CST Studio Siute 2019 dan memperoleh nilai Return Loss pada kedua frekuensi 16.5314 dan 16.1589 dengan nilai VSWR 1.350 dan 1.322 dengan bandwidth 2% dan 1.523% dan polarisasi linear. Hasil optimasi simulasi kemudian difabrikasi dan diuji menggunakan Vector Network Analyzer (VNA) untuk mengevaluasi performa fisik antena dengan perolehan hasil pengukuran Return Loss pada kedua frekuensi -17.9084 dan 11.8406 dengan nilai VSWR 1.2915 dan 1.6875 dengan persentase bandwidth 3.036% dan 0.952%. Perbedaan antena hasil simulasi dan pengukuran di analisis berdasarkan faktor ketidak sempurnaan fabrikasi. Variasi substrat, dan pengaruh system pencatuan, sehingga antena ini dapat digunakan sebagai antena penerima pada system RF Energy Harvesting untuk memanen energi dari sinyal komunikasi seluler yang tersebar luas di lingkungan sekitar. Kata kunci— Antena Microstrip, Dual-band Frekuensi, RF Energy Harvesting, S-shaped, S Parameter, Bandwidth, Return Loss.