Nugraha, Mahardika Adhitya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Cegah Stunting dengan MPASI dan Waspada Pneumonia Priyantini, Sri; Dipayana, Setya; Nugraha, Mahardika Adhitya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.1.33-42

Abstract

Pada 2023 masih terdapat 18,8% balita stunting dan pneumonia sebanyak 2,24% di Kota Semarang. Deteksi stunting dapat dicegah dengan deteksi kurva pertumbuhan KMS 2020. Infeksi saluran pernapasan akut yang berulang adalah penyakit yang harus dicegah karena berdampak pada pertumbuhan anak. IDAI perwil kota Semarang dalam rangka hari anak nasional dan ulang tahun IDAI ke 70 bekerjasama dengan Pemerintah kota Semarang mengadakan kegiatan Pengmas Pediatric Social Responsibility (PSR). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman tenaga kesahatan di UPTD Puskesmas Genuk terkait edukasi makanan sapihan guna mencegah stunting, deteksi dini stunting, dan pencegahan pneumonia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan teknik Ceramah menggunakan media presentasi dan sesi tanya jawab pemateri untuk menilai pemahaman peserta. Penyampaian materi dilakukan selama 60 menit, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 30 menit. Penilaian pemahaman peserta secara subyektif dengan menilai proses pembelajaran tercapai jika ada diskusi interaktif dua arah antara narasumber dan peserta. Hasilnya, peserta mampu melakukan komunikasi dua arah (aktif bertanya dan menjawab) dengan baik mengenai deteksi dini stunting dari kurva pertumbuhan, pencegahan stunting dengan MPASI tepat berbasis pada Protein-lemak Hewani, deteksi dini Pnemonia dan pencegahan penularan pneumonia balita dengan menjaga etika batuk, pemakaian masker, imunisasi dan hindari asap rokok. Kesimpulan: Kegiatan ceramah ini berhasil meningkatkan pemahaman tenaga Kesehatan terkait Stunting-MPASI-Pnemonia, ini dinilai dari terciptanya suasana diskusi intraktif dua arah.In 2023, there still be 18.8% stunted toddlers and 2.24% pneumonia in Semarang City. Detection of stunting can be prevented by detecting the KMS 2020 growth curve. Recurrent acute respiratory infections are diseases that must be prevented because they have an impact on children's growth. IDAI Perwil Semarang City in the context of National Children's Day and IDAI's 70th anniversary, in collaboration with the Semarang City Government, held Pediatric Social Responsibility (PSR) community service activities. The aim of this activity was to increase the understanding of health workers at the Genuk Community Health Center UPTD regarding weaning food education to prevent stunting, early detection and prevention of stunting. This community service activity was carried out using a lecture technique using presentation media and a question-and-answer session for the presenters to assess participants' understanding. The material was delivered for 60 minutes, then followed by a 30-minute question and answer session. Subjectively assessing participants' understanding by assessing the learning process is achieved if there is a two-way interactive discussion between the resource person and the participants.The result shows that the participants were able to carry out good two-way communication (actively asking and answering) regarding early detection of stunting from the growth curve, prevention of stunting with appropriate weaning food based on animal protein and fat, early detection of pneumonia and prevention of transmission of pneumonia to toddlers by maintaining cough etiquette, wearing masks, immunizations and avoiding cigarette smoke. Conclusion: This lecture activity was successful in increasing the understanding of Health workers regarding Stunting-MPASI-Pnemonia, this was assessed by creating an atmosphere of interactive, two-way discussion.
Penyuluhan Penyakit Parkinson dan Skrining Frailty pada Penderita Parkinson di RSI Sultan Agung Semarang Wirastuti, Ken; Rosdiana, Ika; Nugraha, Mahardika Adhitya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.109-117

Abstract

Penyakit Parkinson merupakan kondisi neurodegeneratif yang progresif dan sering ditemukan pada populasi usia lanjut. Penyakit ini disertai dengan gejala motorik dan non-motorik yang dapat meningkatkan kerentanan pasien terhadap keadaan frailty. Frailty sendiri merupakan sindrom geriatrik yang ditandai dengan penurunan fungsi fisiologis secara umum, yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi seperti jatuh, disabilitas, dan mortalitas. Hubungan antara penyakit Parkinson dan frailty belum sepenuhnya dieksplorasi, terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarganya mengenai penyakit Parkinson, serta melakukan skrining tingkat frailty melalui penggunaan kuesioner RAPUH. Kegiatan dilakukan di RSI Sultan Agung Semarang, meliputi penyuluhan, pengukuran pengetahuan melalui pretest dan posttest, penilaian stadium Parkinson berdasarkan metode Hoehn dan Yahr, serta penilaian frailty pada 59 pasien rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia antara 61 hingga 80 tahun, dengan dominasi jenis kelamin laki-laki. Selain itu, lebih dari 49,15% peserta berada dalam kondisi pre-frailty, sementara 40,68% masuk kategori frailty. Terjadi peningkatan yang bermakna pada skor pengetahuan pasien setelah diberikan penyuluhan. Temuan ini menegaskan pentingnya melakukan skrining frailty secara dini pada pasien Parkinson, mengingat korelasi yang erat antara tingkat keparahan gejala dan derajat frailty yang dialami pasien. Integrasi penilaian frailty dalam manajemen klinik Parkinson, serta edukasi berkelanjutan kepada pasien dan keluarga, diharapkan dapat memperlambat progresi penyakit, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi beban perawatan jangka panjang.Parkinson's disease is a progressive neurodegenerative condition commonly found in the elderly population. It is accompanied by motor and non-motor symptoms that increase patients' vulnerability to frailty. Frailty itself is a geriatric syndrome characterized by a general decline in physiological function, potentially increasing the risk of complications such as falls, disability, and mortality. The relationship between Parkinson’s disease and frailty has not been fully explored, especially in Indonesia. This study aimed to enhance patients’ and their families’ understanding of Parkinson’s disease and to conduct frailty screening using the frailty questionnaire. The activities were carried out at RSI Sultan Agung Semarang and included educational sessions, assessment of knowledge through pre- and post-tests, staging of Parkinson’s disease using the Hoehn and Yahr method, and frailty assessment among 59 outpatient participants. The results showed that the majority of participants were aged between 61 and 80 years, with a predominance of male patients. Additionally, more than 49.15% of participants were classified as pre-frail, while 40.68% were categorized as frail. A significant improvement in patients’ knowledge scores was observed after the educational intervention. These findings highlight the importance of early frailty screening in Parkinson’s patients, considering the strong correlation between symptom severity and the degree of frailty experienced. Integrating frailty assessment into the clinical management of Parkinson’s disease, along with continuous education for patients and their families, is expected to slow disease progression, improve quality of life, and reduce the long-term burden of care.
UPAYA PENCEGAHAN FLU SINGAPURA MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI TENTANG PERSONAL HYGIENE Pujiati, Pujiati; Nugraha, Mahardika Adhitya; Suprijono, Mochammad Agus; Sa'dyah, Nur Anna Chalimah; Wijayanti, Renny Swasti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26754

Abstract

Abstrak: Flu Singapura atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit infeksi akut yang memiliki gejala mirip seperti flu dan menyebabkan banyak kematian di Singapura. HFMD lazim dialami oleh pada anak-anak di Asia Timur dan Asia Tenggara. HFMD disebabkan oleh sekelompok enterovirus manusia dari famili Picornaviridae. Faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya HFMD adalah sanitasi yang buruk dan kurangnya personal hygiene. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Flu Singapura. Metode pelaksanaan PkM terdiri dari dua tahapan yaitu (1) penyuluhan kesehatan mengenai personal hygiene untuk mencegah flu Singapura, dan (2) pemeriksaan dan pengobatan gratis. Edukasi diikuti oleh 52 orang peserta, sedangkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis hanya diikuti 32 orang dari seluruh peserta edukasi. Evaluasi keberhasilkan PkM dilaksanakan dengan memberikan pertanyaan secara lisan kepada peserta pada saat awal edukasi dan akhir edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta PkM sekitar 20% dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Melalui pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis diketahui bahwa sebanyak 12 (37.5%) dari 32 peserta mengalami hipertensi tingkat 1 dan 4 (12.5%) orang mengalami hipertensi tingkat 2 sedangkan 16 (50%) orang peserta memiliki tekanan darah normal. Rerata kadar gula darah sewaktu peserta PkM yang diperiksa adalah <200 mg/dL dan terdapat 1 peserta yang mempunyai kadar asam urat >6mg/dL. Peningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya personal hygiene diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat agar terhindari flue Singapura yang sedang marak saat ini.Abstract: Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), commonly known as Singapore Flu, is an acute infectious illness characterized by flu-like symptoms that has resulted in multiple fatalities in Singapore. Hand, foot, and mouth disease predominantly impacts children in East and Southeast Asia. It is attributed to a cluster of human enteroviruses belonging to the Picornaviridae family. Risk factors that elevate the probability of HFMD encompass inadequate sanitation and insufficient personal hygiene. The aim of this community service initiative (PkM) is to enhance public awareness on Singapore Flu. The PkM implementation has two phases: (1) health education on personal cleanliness to avert Singapore Flu, and (2) complimentary health examinations and treatment. This initiative, coordinated by a team from Sultan Agung Islamic University, engaged 47 healthcare professionals and emphasized hygiene behaviors, particularly regular handwashing, as a fundamental preventative measure. The efficacy of the PkM was assessed by posing verbal inquiries to participants at the commencement and conclusion of the educational sessions. The evaluation results indicated a 20% enhancement in participant knowledge relative to their previous comprehension. Health assessments and complimentary therapies indicated that out of 32 participants, 12 (37.5%) exhibited stage 1 hypertension, 4 (12.5%) presented with stage 2 hypertension, and 16 (50%) maintained normal blood pressure. The mean random blood glucose level among individuals was <200 mg/dL, with one subject exhibiting a uric acid level >6 mg/dL. Enhancing participants' understanding of the significance of personal cleanliness is anticipated to elevate awareness and promote healthy living practices to mitigate the proliferation of Singapore Flu, which is currently escalating.