Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENYULUHAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP ETNOGRAFI KEJAHATAN Kasmanto Rinaldi; Fakhri Usmita
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2230

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya buat tingkatkan harkat serta martabat susunan warga yang dalam keadaan saat ini tidak sanggup buat membebaskan diri dari perangkap kemiskinan serta keterbelakangan. Sedangkan Etnografi kejahatan ialah satu disiplin ilmu yang mengkaji tentang fenomena kejahatan di bermacam wilayah di Indonesia, yang bentuk- bentuknya dipengaruhi oleh aspek budaya ataupun tradisi etnis tertentu di daerah- daerah tersebut. Pelaksanaan Pengabdian di Kelurahan Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Hilir memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemberdayaan masyarakat terhadap etnografi kejahatan. Metode pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dengan tiga tahapan, dimana tahap pertama merupakan tahap persiapan dan tahap kedua adalah tahap pelaksanaan pengabdian. Tim pengabdian memberikan pengetahuan mengenai pemberdayaan masyarakat terhadap bentuk etnografi kejahatan. Hasil dari pengabdian ini yaitu Masyarakat Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir secara umum telah memahami defenisi kejahatan dan jenis-jenisnya tetapi tidak memahami tentang etnografi kejahatan di Indonesia, sehingga dengan dilakukannya sosialisasi terkait pemberdayaan etnografi kejahatan maka diharapkan masyarakat lebih mengenal lagi terkait dengan etnografi kejahatan. Kata kunci:masyarakat, etnografi, kejahatan
PENDEKATAN ATTACHMENT SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENCEGAHAN JUVENILE DELINQUENCY Kasmanto Rinaldi; Afrizal Afrizal; Muhammad Maulana
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2612

Abstract

Anak merupakan karunia tuhan yang maha esa, yang harus senantiasa dilindungi karena anak sejatinya adalah generasi penerus bangsa. kenakalan yang dilakukan anak atau yang disebut dengan kenakalan anak adalah perilaku menyimpang yang mana diluar dari kebiasaan yang ada di dalam masyarakat dan hal itu melanggar hukum. topik ini dipilih mengingat banyaknya kasus kenakalan anak yang terjadi di panti asuhan fajar amanah, sehingga diperlukanlah penyuluhan terkait hal ini. metode pengabdian yang dilaksanakan dibagi dalam beberapa tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksaaan. edukasi kepada anak terkait dampak kenakalan penting dilakukan karena umumnya anak tidak mengetahui dampak dari kenakalan itu, selain itu edukasi terkait anak nakal dan pencegahannya perlu diberikan pada pengurus panti agar dapat mencegah terjadinya kenakalan anak. oleh karena itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan atau sosialisasi guna untuk mengedukasi anak dan pengurus panti mengenai pendekatan attachment sebagai salah satu upaya pencegahan juvenile delinquency Kata Kunci: Anak, Attachment, Kenakalan
UPAYA PENANAMAN NILAI PANCASILA MELALUI PENDEKATAN BUDAYA MELAYU Askarial Askarial; Kasmanto Rinaldi; Hidayati Hidayati; Dira Buana
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2613

Abstract

Pancasila merupakan nilai-nilai hidup yang dianut oleh masyarakat Indonesia dan senantiasa dijadikan pandangan hidup. Pancasila dianggap sebagai sesuatu yang sakral yang setiap warganya harus hafal dan mematuhi segala isi dalam pancasila tersebut. Namun sebagian besar warga negara Indonesia hanya menganggap pancasila sebagai dasar negara/ideologi semata tanpa memperdulikan makna dan manfaatnya dalam kehidupan. Topik ini dipilih dikarenakan dengan arus globalisasi dan modernisasi yang ada, banyak anak yang tidak lagi mengetahui makna nilai-nilai pancasila, padahal sebenarnya pancasila adalah nili-nilai luhur bangsa Indonesia yang telah ada dan hidup dalam masyarakat sejak dulu kala. Hasil pengabdian ini para siswa mengetahui tentang nilai-nilai pancasila dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari, para siswa memiliki edukasi yang sedikit terkait dengan budaya melayu, padahal mayoritas dari siswa berasal dari suku melayu, namun dikarenakan kemajuan teknologi dan modernisasi menyebabkan tergerusnya nilai-nilai budaya melayu itu sendiri. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan atau sosialisasi guna untuk mengedukasi siswa terkait penerapan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui pendekatan budaya melayu. Kata Kunci: Pancasila, Nilai, Melayu
UPAYA PERANGKAT DESA DALAM MENCEGAH BERKEMBANGNYA RADIKALISME Fakhri Usmita; Kasmanto Rinaldi; Riska Ayu Saputri Rangkuti
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2614

Abstract

Di dalam masyarakat tidak jarang berkembangnya paham-paham radikalisme. Maraknya radikalime di masyarakat dapat berimplikasi pada stabilitas dan keamanan antar umat beragama Radikalisme maupun terorisme sama-sama menggunakan instrumen kekerasan terbuka dalam mencapai kepentingannya. Radikalisme dapat dilakukan dengan mekanisme pencucian otak dan penolakan terhadap hukum maupun pancasila. Metode pengabdian dilaksanakan dalam tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksaaan. Perangkat desa adalah komponen penting didalam masyarakat, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat, perangkat desa memiliki berbagai manfaat salah satunya yaitu dalam hal pencegahan. Hasilnya pengabdian ini berupa Masyarakat mengetahui tentang terorisme namun belum sepenuhnya paham terkait apa saja yang dikategorikan paham radikalisme selain itu, perangkat Desa tidak terlalu berperan aktif dan belum secara benar mengetahui cara mencegah berkembangnya paham radikalisme di masyarakat. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan atau sosialisasi guna untuk mengedukasi anak mengenai upaya perangkat desa dalam mencegah berkembangnya radikalisme Kata Kunci: Radikalisme, Masyarakat, Perangkat Desa
PEMBINAAN TERHADAP SISWA YANG MELAKUKAN CYBER BULLYING Kasmanto Rinaldi; Bintang Johan Permana; Fauziah Rahmi; Muhammad Akmal; Muhammad Iqbal; Muhammad Maulana; Mutiara Rengganis AR
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i1.3064

Abstract

Dalam penyuluhan ini kami memilih topik yaitu “Pembinaan Terhadap Siswa Yang Melakukan Cyber Bullying“ alasan kami memlih topik tersebut karna dalam hasil penelitian yang kami lakukan banyak faktok yang menunjukan remaja melakukan cyberbulling di kota pekanbaru yaitu berkembangnya inovasi teknologi dengan sangat pesat, kontrol sosial yang semakin melemah, Hukum yang tidak diketahui oleh para remaja, dan cara berperilaku remaja yang suka meniru. SMAN 14 Pekanbaru merupakan tempat dimana kami akan melakukan penyuluhan. Penyuluhan pembinaan terhadap siswa yang melakukan cyberbullying merupakan cara yang digunakan untuk menambah pengetahuan tentang pembinaan terhadap siswa yang melakukan cyberbullying untuk pencegahan agar bertujuan mengubah atau mempengaruhi pelaku yang melakukan cyberbullying dan membina agar korban cyberbully tidak merasa takut dan merasa aman. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberitahukan bagaimana penghukuman untuk pelaku cyberbullying. Riset ini dijalankan guna memperoleh informasi berupa faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan cyber bullying. Pada masa ini terdapat beberapa fasilitas yang dapat mendukung terjadinya cyberbullying yang dilakukan oleh remaja diantaranya adalah permainan yang menggunakan internet, sosial media, dan beberapa media komunikasi digital lain. Setiap tahunnya terus terjadi peningkatan kasus-kasus cyberbullying yang dilakukan oleh para remaja. Oleh karena itu faktor-faktor yang menyebabkan para remaja melakukan tindakan cyberbullying ini sangat penting untuk diketahui. Sehingga dengan mengetahui faktor-faktor tersebut, diharapkan kasus cyberbullying dapat diberantas secara efektif dengan mengetahui kebijakan kriminal.