Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUATAN FUNGSI EDUKASI PKK: PENDIDIKAN GENDER UNTUK MEMBANGUN KEHIDUPAN DEMOKRATIS Jatiningsih, Oksiana; ., Listyaningsih; Andayani, Anik
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN FEBRUARI 2014, TH. XXXIII, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.881 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.1866

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rancangan dan perangkat pendidikan gender yang dapat diterapkan melalui Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kegiatan yang dilakukan pada penelitian tahap pertama adalah melakukan need asessment untuk memahami kondisi awal PKK di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan di PKK Kecamatan Bandar Kedungmulyo Jombang. Berdasarkan Focus Group Discussion yang melibatkan Camat, penggerak PKK di tingkat kecamatan dan desa, terungkap bahwa PKK masih cenderung berfungsi menguatkan ideologi patriarkhi yang menempatkan perempuan pada fungsi-fungsi domestik. Dua kegiatan yang selalu direncanakan dalam program-programnya adalah arisan dan simpan pinjam, sementara kegiatan PKK yang terkait dengan fungsi edukasi PKK belum terencana dengan baik. Melalui penelitian pengembangan ini, fungsi edukasi PKK dirancang untuk dapat dikembangkan sebagai wahana pendidikan gender. Ibu-ibu yang melek gender ini pada gilirannya dapat menjadi agen sosialisasi gender yang egalitarian bagi anak-anaknya untuk mencapai keadilan gender menuju kehidupan yang demokratis. Kata Kunci: PKK, pendidikan gender, demokrasi
Studi Reologi Darah: Analisis Laju Endap Darah, Hematokrit, dan Distribusi Eritrosit Pada Demam Tifoid Prodyanatasari, Arshy; Andayani, Anik; Wahyni, Dwi; Musyafa’ah, Ana
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i1.270

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit endemik di Indonesia yang menyebabkan gangguan sistemik, termasuk perubahan parameter reologi darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan laju endap darah (LED), hematokrit (HCT), dan distribusi eritrosit pada pasien demam tifoid untuk memahami dampak inflamasi terhadap sifat reologi darah. Metode penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan sampel 30 pasien demam tifoid di RSU Lirboyo Kediri. Data diperoleh dari pemeriksaan laboratorium rutin dan dianalisis secara deskriptif serta korelasional. Hasil penelitian menunjukkan 80,6% sampel mengalami peningkatan LED (rata-rata 28 mm/jam), 71% memiliki HCT rendah (rata-rata 36%), dan 61,3% memiliki jumlah eritrosit normal. Analisis korelasi menemukan hubungan antara LED tinggi dengan HCT rendah (87,5% kasus), menunjukkan pengaruh inflamasi terhadap viskositas darah. Simpulan penelitian mengungkap bahwa demam tifoid menyebabkan perubahan signifikan pada parameter reologi darah akibat respons inflamasi sistemik. Rekomendasi penelitian mencakup perlunya pemantauan parameter reologi darah secara berkala pada pasien tifoid dan penelitian lanjutan dengan parameter inflamasi tambahan untuk pemahaman yang lebih komprehensif.
Identifikasi Antibodi IgM Salmonella Typhi Metode IMBI (Inhibition Magnetic Binding Immunoassay) Untuk Membantu Diagnosa Demam Typhoid Andayani, Anik; Ermawati, Nita
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i1.15677

Abstract

Demam Typhoid adalah penyakit infeksi di usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi, dan Salmonella parathypi bakteri A, B, atau C yang ditularkan melalui saluran pencernaan. Infeksi dengan Salmonella thypi dan Salmonella parathypi memberikan inmunitas pada tingkat tertentu, yaitu peningkatan kadar antibodi IgM dalam cairan tubuh yang merupakan petunjuk dini untuk mendeteksi adanya infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah identifikasi antibodi IgM Salmonella thypi metode IMBI dapat membantu diagnosa demam typhoid. Desain penelitian yang dilakukan adalah metode observasional dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik sampling non random. Metode yang digunakan untuk menganalisis antibody IgM Salmonella thypi adalah metode IMBI (Inhibition Magnetic Binding Immunoassay). Dari 35 sampel yang diperiksa, 7 sampel (20%) dengan hasil skala : 2 (tidak menunjukkan infeksi demam typhoid aktif), 21 sampel (60%) dengan hasil skala : 4 (menunjukkan infeksi demam typhoid aktif), dan 7 sampel (20%) dengan hasil skala : 6 (indikasi kuat dengan demam typhoid aktif). Kesimpulan dari penelitian ini adalah identifikasi antibodi IgM Salmonella thypi metode IMBI (Inhibition Magnetic Binding Immunoassay) dapat membantu diagnosa demam typhoid.
KORELASI KADAR HEMOGLOBIN TERGLIKASI (HBA1C) DAN KREATININ PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Andayani, Anik; Prodyanatasari, Arshy
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21515

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai adanya hiperglikemia diakibatkan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein dikarenakan penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau keduanya yang dapat menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskular, makrovaskular, dan neuropati. Pada pasien DM tipe 2 terjadi inaktifasi insulin hal ini menyebabkan kenaikan glukosa darah, glukosa darah yang berlebihan akan diikat oleh hemoglobin maka terbentuklah HbA1C. Tujuan Mengetahui Hubungan Kadar HbA1C dengan Kadar Kreatinin darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di Laboratorium Klinik Sumber Waras Medica Blitar. Metode penelitian yang dilakukan adalah survey analitik dengan populasi sebanyak 60 orang dan sampel 30 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2023. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman-Rank. Hasil analisis data diperoleh bahwa nilai korelasi antara kadar HbA1c dan kadar kreatinin sebesar 0,219 sehingga tingkat korelasinya rendah. Untuk nilai probabilitas diperoleh hasil 0,245, dimana nilai ini lebih besar dari nilai alpha 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada korelasi antara kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) dengan kadar kreatinin di dalam darah pada pasien DM tipe 2.
Korelasi Kadar Troponin I dengan Kadar Profil Lipid pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Correlation of Troponin I Levels with Lipid Profile Levels in Coronary Heart Disease Patients Andayani, Anik; Prodyanatasari, Arshy; Megaria Oktavia, Johana
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22581

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang disebabkan adanya penyempitan arteri koroner. Penyempitan arteri koroner terjadi akibat adanya proses aterosklerosis yang disebabkan oleh dislipidemia. Dislipidemia adalah kondisi Dimana terjadi peningkatan kadar profil lipid di dalam darah, yang meliputi: peningkatan kolesterol total, trigliserida, Low Density Lipoprotein (LDL), dan menurunnya kadar High Density Lipoprotein (HDL). Tingginya kadar lipid di dalam darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama akan menyebabkan peningkatan resiko penyakit kardiovaskuler, seperti PJK. Tujuan mengetahui korelasi kadar troponin I dengan kadar profil lipid pada pasien PJK Jenis penelitian yang dilakukan adalah cross sectional dengan Teknik sampling accidental sampling dengan populasi sebanyak 303 orang dan sampel 33 orang. Penelitian dilaksanakan pada 11 Februari – 13 Maret 2023. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Spearman-Rank. Hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat korelasi antara kadar kadar troponin I dengan kadar profil lipid pada pasien PJK, dimana pada pasien dengan troponin I positif memiliki kadar profil lipid yang tinggi. Hal ini akan menyebabkan terjadinya aterosklerosis yang mengakibatkan kerusakan fungsi organ jantung. Kadar troponin I akan mengalami peningkatan pada pasien yang mengalami kerusakan otot jantung. Berdasarkan penelitian Korelasi Kadar Troponin dengan Kadar Profil Lipid pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSUD Simpang Lima Gumul diketahui bahwa kadar profil lipid, yang meliputi: (1) kolesterol, (2) High Density Lipoprotein (HDL), (3) Low Density Lipoprotein (LDL), dan (4) Trigliserida berpengaruh terhadap peningkatan resiko terkena Penyakit Jantung Koroner (PJK), dimana resiko ini meningkat pada pasien dengan usia >40 ahun dan jenis kelamin laki-laki.