Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KETERAMPILAN MENGARANG SISWA SEKOLAH DASAR: SUATU STUDI EKSPLORASI Amitya Kumara; Budi Andayani
Jurnal Psikologi Vol 24, No 1 (1997)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7756.35 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.9942

Abstract

Kemampuan berbahasa adalah penting karena dengan bahasa seseorang dapat meningkatkan pengetahuan maupun mengungkapkan isi pikirannya. Mengarang adalah suatu bentuk keterampilan yang bermanfaat untuk mengekspresikan diri baik secara kognitif maupun afektif.
KONSEP DIRI, HARGA DIRI, DAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA Budi Andayani; Tina Afiatin
Jurnal Psikologi Vol 23, No 2 (1996)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.411 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.10046

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang penting dalam kehidupan manusia. Dari pendapat para ahli konsep diri dan harga diri mempunyai hubungan dengan tinggi rendahnya kepercayaan diri. Namun demikian, bagaimana arah hubungan tersebut belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empirik hubungan antara konsep diri, harga diri, dan kepercayaan diri. Dengan subjek penelitian siswa SMP PIRI Ngabean sebanyak 208 orang, data diolah dengan analisis product moment dari Pearson. Diperoleh dukungan terhadap hipotesis penelitian yaitu bahwa ada hubungan yang positif antara konsep diri dan kepercayaan diri (rxy=0,808; p<0,01); dan ada hubungan yang positif antara harga diri dan kepercayaan diri (rxy=0,684; p<0,01). Hasil perhitungan ini dibandingkan dengan hasil analisis data yang sama dengan teknik korelasi parsial. Dengan mengendalikan pengaruh variabel harga diri diperoleh koefisien korelasi antarakonsep diri dan kepercayaan diri sebesar rxy=0,606 (p<0,01). Selanjutnya dengan mengendalikan pengaruh variabel konsep diri, diperoleh koefisien korelasi antara harga diri dan kepercayaan diri sebesar rxy=0,172 (p<0,05). Dari hasil analisis tersebut dapat dambil kesimpulan bahwa variabel konsep diri meruapakan prediktor yang lebih kuat terhadap kepercayaan diri. Hal ini didukung oleh dua hal. Pertama, koefisien korelasi antara harga diri dan kepercayaan diri lebih besar daripada koefisien korelasi antara harga diri dan kepercayaan diri. Kedua, penurunan koefisien korelasi antara harga diri dan kepercayaan diri cukup besar ketika variabel konsep diri dikendalikan pengaruhnya.
PENTINGNYA BUDAYA MENGHARGAI DALAM KELUARGA Budi Andayani
Buletin Psikologi Vol 10, No 1 (2002)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.583 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7447

Abstract

Interaksi antar manusia terjadi pada dasarnya adalah karena adanya saling ketergantungan. Seseorang tidak akan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa ada orang lain, apalagi jika kebutuhan tersebut adalah kebutuhan sosial yang banyak disebut-sebut dalam psikologi sebagai salah satu kelompok motif yang mendasariperilaku manusia. Oleh karena itu, manusia disyaratkan mempunyai berbagai keterampilan sosial agar dapat memenuhi kebutuhannya, dan di lain pihak, menjadi sumber pemenuhan kebutuhan orang lain.
TINJAUAN PENDEKATAN EKOLOGI TENTANG PERILAKU PENGASUHAN ORANGTUA Budi Andayani
Buletin Psikologi Vol 12, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.367 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7468

Abstract

Manusia adalah makhluk yang berkembang sehingga manusia dewasa pun mengalami perubahan walau mungkin tidak merupakan perubahan drastis. Demikian pula dengan perilaku manusia. Teori-teori psikologi yang sudah ada menjelaskan perilaku melalui pendekatan yang berbeda. Teori psikoanalisis Freudian menjelaskanperilaku dari sisi kepribadian yang dipengaruhi oleh ketidak-sadaran; teori humanistik Rogerian menjelaskan perilaku dengan konsep diri; sementara itu kelompok behaviorisme Pavlovian menekankan pada asosiasi stimulus dan respon dan Skinnerian menekankan pada pengukuhan; dan teori kognitif Piagetian dengan perkembangan kognitif.
Recovery Kawasan Bencana: Perwujudan Trauma Healing Melalui Kegiatan Psikologi dan Rohani Koentjoro -; Budi Andayani
Unisia No. 63: Tahun XXX Triwulan I 2007
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol30.iss63.art1

Abstract

After Indonesia has undergone the natural disasters, it is urgent need to increase the role of psychology in coping the disaster victims. The increasing of this role is not only relating to method of help. Hence, it is needed to be stabilized a form pattern what should do to the victims. The role of psychology that focusing on the process of mental and behavior can be not centralize on the coping of stress and increasing solving be havior. Briefly, the role of psychology in this sense beside the passive coping, it needs to be an active coping.
The role of academic self-efficacy and school well-being on adjustment of first year university student Utomo, Rizqy Cahyo; Andayani, Budi
Psychological Research and Intervention Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pri.v6i1.61908

Abstract

Adjustment of first year college student is argued as one of the hardest adjustment of a student in their lifetime. This quantitative study examines the contribution of academic self-efficacy toward their adjustment, moderated by their subjective perception of their educational institution's well-being, named as school well-being. Research would be conducted using three scales (adjustment scale, academic self-efficacy scale, and school well-being scale), in a real setting. Participants were 451 students from 9 department of Faculty S, one of faculty from one of the most prestigious university in Yogyakarta, Indonesia. The hypothesis was school well-being and academic self-efficacy would predict the successfulness of first year adjustment. Our findings conclude that school well-being and academic self-efficacy both predicts the score of student's adjustment. Academic self-efficacy contributes 32,29% of first year college student's adjustment, and ScWB contributes another 15,68% of it.
Strategi Regulasi Emosi pada Orang Tua dengan Pola Asuh Co-parenting Pasca Perceraian Wahyuni, Anak Agung Istri Dina; Andayani, Budi; Afandi, Ardian Rahman
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 10, No 1 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/talenta.v10i1.65409

Abstract

Perceraian menjadi akhir dari hubungan suami istri namun tidak dengan hubungan orang tua dan anak. Opsi-opsi pengasuhan setelah perceraian menjadi topik hangat yang dicari oleh orang tua. Co-parenting merupakan salah satu opsi pengasuhan bersama untuk orang tua yang bercerai. Di Indonesia, co-parenting masih menjadi topik yang belum dikenal masyarakat luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi regulasi emosi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi strategi regulasi emosi pada orang tua yang melakukan co-parenting. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis. Jumlah partisipan adalah 5 orang wanita dan data penelitian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan antecedent focused strategy digambarkan lebih mampu menjaga kesehatan mental partisipan dalam jangka panjang. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi strategi regulasi emosi partisipan, yaitu: kesadaran & usaha diri serta dukungan pihak luar. Penelitian ini dapat menjadi landasan teoritis bagi praktisi dan orang tua yang melakukan pola asuh co-parenting pasca perceraian dalam membentuk strategi regulasi emosi.
Program Pembelajaran Individual: Meningkatkan Keterampilan Mengancingkan Baju pada Anak Disabilitas Intelektual Sedang Lestari, Dita; Andayani, Budi
Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Islamic Early Childhood Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Education, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.106 KB) | DOI: 10.14421/al-athfal.2020.61-03

Abstract

This study aims to observe the effectiveness of Individual Learning Program on improving shirt-buttoning skills among children with moderate intellectual disabilities. This study hypothesizes that the students' ability to button their shirts improved after applying the Individual Learning Program approach to the chaining learning method. The participants of this study were four students with moderate intellectual disabilities ranging in age from 10-12 years. The four participants were selected based on interviews with the homeroom teacher and parents as well as observations that showed that participants had low skills in buttoning up their clothes. This research is a quasi-experimental study with a single subject research design in which data analysis uses descriptive statistical analysis consisting of two steps: (1) analysis in two conditions and (2) analysis between conditions. This study's data were analyzed using visual image data analysis techniques. The results showed that the Individual Learning Program with chaining learning strategies, both backward and forward, and the total task presentation could effectively improve buttoning skills in children with intellectual disabilities.
The Relationship Between Peer Social Support and Academic Stress Among University Students During the COVID-19 Pandemic: [Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Stres Akademik Mahasiswa Selama Pandemi COVID-19] Prayitno, Hayyu Aliya; Andayani, Budi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 38 No 1 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 1, 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v38i1.4711

Abstract

The sudden transition of the learning environment during the COVID-19 pandemic brings many challenges for university students, potentially leading them to experience higher levels of academic stress. Previous studies have found that peer social support is beneficial to help students deal with academic stress. Therefore, this study aims to find the relationship between peer social support and academic stress among university students during online learning. Peer Social Support Scale and Academic Stress Scale were used as instruments for data collection. A total of 230 undergraduate students from 14 universities in Yogyakarta, Indonesia participated in the study. The participants were students who currently or had attended lecture(s) in the time of learning transformation from physical (face-to-face) to virtual (distance) environment due to social restrictions. A simple linear regression technique was applied to evaluate academic stress as a function of peer social support. This study found that students who receive peer social support experienced lower levels of academic stress during online learning. Further suggestions for students, educational practitioners, and educational institutions were also discussed. Perubahan lingkungan belajar yang tiba-tiba selama pandemi COVID-19 menyebabkan banyak tantangan untuk mahasiswa, dan berpotensi meningkatkan tingkat stres akademik. Sejumlah studi terdahulu menemukan bahwa dukungan sosial teman sebaya berperan membantu mahasiswa mengatasi stres akademik. Maka dari itu, studi ini bertujuan untuk mencari hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan stres akademik pada mahasiswa selama pembelajaran daring. Peer Social Support Scale dan Academic Stress Scale digunakan untuk pengambilan data. Terdapat total 230 mahasiswa dari 14 universitas di Yogyakarta, Indonesia yang berpartisipasi dalam studi. Partisipan adalah mahasiswa aktif yang sedang atau pernah mengikuti perkuliahan selama transisi proses belajar dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran virtual akibat pembatasan sosial. Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengkaji stres akademik sebagai fungsi dari dukungan sosial teman sebaya. Studi ini menemukan bahwa mahasiswa yang mendapatkan dukungan sosial teman sebaya akan mengalami tingkat stres akademik yang lebih rendah selama pembelajaran daring. Studi ini juga mendiskusikan saran lebih lanjut yang diharapkan dapat berguna untuk mahasiswa, praktisi pendidikan, dan institusi pendidikan.
Peran keterlibatan ayah terhadap perilaku externalizing pada remaja yang dimediasi oleh keberfungsian keluarga Vatin, Nurva Dillatul; Andayani, Budi
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu1077

Abstract

Externalizing behavior refers to problematic actions among adolescents, such as delinquency and aggression, which negatively affect both individuals and society. This study examined whether family functioning mediates the relationship between father involvement and adolescents’ externalizing behavior. Using a quantitative approach with convenience sampling, 198 adolescents aged 13–18 completed the offline survey. Regression-based mediation analysis showed that family functioning did not mediate the relationship, but father involvement significantly influenced adolescents’ externalizing behavior. The findings of this study highlight that father involvement plays a significant role in shaping adolescents’ externalising behaviour. These results can serve as a valuable reference for families to strengthen fathers’ engagement in parenting, particularly during their children’s transition into adolescence. Communities and government agencies may use these insights to design and implement parenting programs that promote active and sustained father participation in childrearing and education.