Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Processing of Livestock Waste into Manure in Mandiro Village, Bondowoso Regency Towards a Healthy Village: Pengolahan Limbah Ternak Menjadi Pupuk Kandang Di Desa Mandiro Kabupaten Bondowoso Menuju Desa Sehat Steven, Syahrul; Imamah, Dina Yusrotul; Amalia, Shofiya; Akbar, Syarifil Hidayatul; Alfaidah, Catryna; Nurhalisa, Siti; Fakhiroh, Lailah Izza; Kirana, Kirana; Rokhmah, Dewi
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 5 No. 1 (2025): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v5i1.1637

Abstract

Kotoran ternak mempengaruhi kesehatan manusia, kesehatan lingkungan, dan kesehatan ternak itu sendiri karena produksi gas beracun hasil pembakaran, kontaminasi tanah, dan pencemaran air. Pemanfaatan limbah peternakan sapi menjadi pupuk kandang merupakan solusi yang dapat diterapkan untuk menangani limbah kotoran ternak. Di Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, sebanyak 8.706 ekor ternak sapi potong yang tercatat di Badan Pusat Statistik Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Populasi ternak yang tinggi menyebabkan sulitnya pengelolaan limbah ternak. Masyarakat Kecamatan Tegalampel umumnya membuang dan membakar limbah kotoran ternak pada pinggiran sungai sehingga terjadi penumpukan kotoran di area tersebut. Tim PPK Ormawa HIMA Gizi FKM UNEJ bekerja sama dengan perangkat desa dalam melaksanakan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dan kader lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk. Pelatihan dilakukan dengan penyampaian materi tentang pengolahan limbah ternak menjadi pupuk kandang menggunakan metode leaflet dan demonstrasi kepada sebanyak 9 orang kader. Hasil pre-test dan post-test dapat diketahui jika terdapat peningkatan pengetahuan responden terkait pengolahan limbah kotoran ternak yang dijadikan pupuk kandang.
Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Anak-Anak Melalui Program Huma Harati Di Desa Pahawan KRISTHY, Mutia Evi; JIMILYN, Jimilyn; PUTRI, Melani; WAOMA, Roslina; MANAL, Paska Anastasya; NURYAQIN, Nanda Allifa; BAYU, Bayu; YAHYA, Jaini; E, Agnes; ARIEFTA, Safira Nurillia; AMELIA, Amelia; KIRANA, Kirana; LASE, Yamonaha; TAMBA, Lastriko; SAPUTRA, Aldi; DINI, Dini
Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni – September 2023)
Publisher : Indonesia Strategic Sustainability

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ahjpm.v2i2.774

Abstract

KKN Tematik I Reguler (KKNT-I Reguler) merupakan suatu bentuk impelemtasi Kampus Merdeka. Melalui kegiatan KKNT-I Reguler ini, Universitas Palangka Raya (UPR) berusaha untuk meningkatkan kompetensi dan peran mahasiswa sebagai agen perubahan masyarakat, meningkatkan kepekaan sosial, menumbuhkan jiwa kerelawanan, kemampuan kolaborasi dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Desa Pahawan, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau merupakan desa dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani atau pekebun. Tema yang dilaksanakan oleh KKN pada tahun ini mengusung tema “Membangun Desa”. Desa Pahawan bisa disebut dengan desa maju, karena infrastruktur di desa ini hampir memadai. Namun, ada beberapa anak-anak desa Pahawan yang sudah menginjak SMP & SMA tapi masih belum lancar membaca, menulis, dan berhitung, maka dari itu kelompok 75 KKN-T Desa Pahawan ingin membuka bimbingan belajar gratis sebagai salah satu proker unggulan untuk membantu warga desa mengajar anak yang ingin belajar. Tujuan dari bimbigan belajar huma harati sangat berperan penting bagi perkembangan belajar anak-anak desa, karena tidak hanya apa yang diperoleh di sekolah saja, namun pembelajaran di huma harati juga memiliki dampak yang besar bagi pendidikan anak-anak desa dan memotivasi belajar anak-anak desa. Bimbingan belajar di huma harati ini tidak menggunakan metode pembelajaran yang formal, tetapi menggunakan metode pembelajaran belajar sambil bermain agar anak-anak desa tidak mudah bosan, sehingga membuat anak menjadi kreatif dan aktif dalam berfikir dan memecahkan masalah.