Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Merawat Warisan Ibnu Khaldun: Membangun Pendidikan Islam yang Responsif terhadap Perubahan Zaman Misnatun
Ta'dib: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/tdb.v14i1.445

Abstract

Penelitian ini berangkat dari tantangan yang saat ini dihadapi oleh pendidikan Islam di Indonesia, seperti meningkatnya tingkat kejahatan, dekadensi moral, dan krisis ketenangan jiwa di kalangan masyarakat yang telah lama menempuh pendidikan formal. Kondisi ini menimbulkan anggapan bahwa pendidikan Islam masih belum mampu mewujudkan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini mencoba menemukan konsep pendidikan Islam yang relevan dengan pendidikan kontemporer melalui pemikiran Ibn Khaldun. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ibn Khaldun tentang pendidikan, kurikulum, dan metode pengajaran memberikan wawasan berharga bagi pengembangan pendidikan Islam di era 5.0. Ia menekankan bahwa tujuan utama pendidikan adalah membentuk individu dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat, integritas moral, keterampilan sosial, dan kapasitas intelektual yang memadai. Kurikulum harus mampu menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu rasional untuk memenuhi kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Selain itu, metode pengajaran yang adaptif, yang mempertimbangkan materi dan karakteristik peserta didik, sangat penting untuk menciptakan pendidikan yang efektif. Prinsip-prinsip ini sangat relevan untuk mengintegrasikan teknologi modern dan pengetahuan ke dalam pendidikan Islam di Indonesia, dengan tujuan menghasilkan individu yang cerdas secara intelektual dan kuat secara moral, siap menghadapi perubahan global dengan landasan iman yang kokoh.
Tinjauan Hukum Islam Atas Pemilihan Tempat Tinggal Pasca Menikah Desa Pragaan Daya Sumenep Madura Misnatun
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/t493zf71

Abstract

AbstrakArtikel merupakan sebuah fiel research yang mengangkat sebuah tema penelitian terkait pemilihan tempat tingga bagi pasangan suami-istri setelah menikah dalam tinjauan hukum Islam. Studi lapangan ini dilakukan di desa Paragaan Daya Kec. Paragaan Kab. Sumenep. Sebagai seorang keluarga tentu membina rumah tangga yang baik sebagai keluarga Sakinah mawaddah warahmah adalah dambaan dan merupakan tujuan utama. Salah satu bentuk Sakinah adalah dimana seorang keluarga (suami-istri) sudah mengalami kebahagiaan dengan memiliki tempat tinggal yang tetap. Bisa dengan menetap di rumah suami (dalam hukum adat patrilocal), atau tinggal dilingkungan rumah istri (matrilocal), atau neolocal  yakni dengan membangun rumah sendiri tanpa terikat dengan keluarga si suami atau si istri. Penentuan tempat tinggal selalu jadi polemic keluarga, terkadang ada yang merasa keberatan jika anaknya ikut ke rumah suami atau istrinya. Polemic ini terkadang sampai memimbulkan konflik perpecahan keluarga bahkan berujung perceraian. Penulis mencoba melakukan telaah polemic ini dengan meninjau dari hukum Islam. Karena penelitian ini adalah lapangan, jadi secara metodik penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Artinya peneliti menggunakan faktaa-fakta lapangaan sebagai sumber hukum primer dan ditunjang dengan beberapa literatur yang relevan. Hasil penelitian penulis menyimpulkan, pertama Mereka paham bahwa dalam Islam menyediakan tempat tinggal adalah kewajiban suami bukan orang tua tetapi, menjadi karakter masyarakat pragaan daya untuk tidak mengikutkan anak laki-laki atau perempuannya ke rumah pasangannya kata orang Pragaan istilah maduranya jet tak manuro’ah anak. Kedua, praktik penetapan tinggal di Desa Pragaan Daya ada pernyataan khusus berupa mufakat antara orang tua laki-laki dan perempuan sejak awal dari peminangan sebelum ke pernikahan. Ketiga, Dalam hukum Islam menyediakan tempat tinggal adalah kewajiban Suami. AbstractThe article is a research field that raises a research theme related to the choice of residence for married couples after marriage in view of Islamic law. This field study was carried out in Paragaan Daya village, Kec. Paragaan District. Sumenep. As a family, of course building a good household as a Sakinah mawaddah warahmah family is your dream and the main goal. One form of Sakinah is where a family (husband and wife) have experienced happiness by having a permanent residence. You can live in your husband's house (in customary law it is called patrilocal), or live in your wife's house (matrilocal), or neolocal, namely by building your own house without being tied to the husband's or wife's family. Determining where to live is always a family polemic, sometimes there are people who object if their children come to their husband's or wife's house. This polemic sometimes leads to family conflict and even divorce. The author tries to carry out this polemic study by reviewing Islamic law. Because this research is field research, methodically this research is empirical legal research. This means that researchers use field facts as primary legal sources and are supported by several relevant literature. The results of the author's research conclude, firstly, they understand that in Islam providing a place to live is the obligation of the husband, not the parent, however, it is a characteristic of Pragaan society not to send their sons or daughters to their partner's house, the Madurese term Pragaan says, jet tak manuro’ah anak. Second, the practice of determining residence in Pragaan Daya Village has a special statement in the form of consensus between the parents of a man and a woman from the start of the proposal before marriage. Third, in Islamic law providing a place to live is the husband's obligation.
PROFIL IDEAL GURU BAHASA ARAB: SEBUAH KAJIAN TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK DALAM PERSEPEKTIF AS-SUNNAH Uswatul Jannah; Misnatun; Laylatul Jamila
BARA AJI: Jurnal Keilmuan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol 2 No 01 (2024): Bara Aji: Jurnal Keilmuan Bahasa Arab dan Pengajarannya
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/baraaji.v2i01.468

Abstract

This research starts from a number of problems regarding the professionalism of Arabic teachers from a pedagogical perspective as well as the idealization of these standards in the As-Sunnah review. Today's teaching profession must meet several requirements to be called an ideal teacher. Apart from academic qualifications, a teacher must have four competency standards, namely pedagogical competence, professional competence, personality competence and social competence. Each competency plays a significant role and function in realizing national education goals, where the four are considered as a reference for how teachers should be able to hold the ideal title. Because a number of these competencies require in-depth understanding, the researcher chose pedagogical competencies to be discussed further and then understood carefully. The research uses qualitative descriptive analysis with a library research approach which relies on reliable sources related to discussion variables, such as books, scientific journals, articles, magazines and the like which can support the validity of the research. After conducting an in-depth, detailed and specific study of the pedagogical terms contained in the Sunnah, interpretation is carried out through stages which include collection, reduction, presentation and drawing conclusions, as well as data verification. The results of the research show that the ideal pedagogical competencies that every educator must have as stated in the Sunnah are divided into several things, including including insight and educational background of teachers, understanding of students, developing curriculum and syllabi, designing, organizing learning, use of technology. learning, evaluating learning outcomes, and developing student potential.Keywords: Pedagogical competence, Arabic language teacher, As-Sunnah