Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Inventory of Native, Introduced and Invasive Vegetation in Tree-Pole Regeneration in Laweyan Village, Surakarta Kinanthi, Asih; Nida Farikha, Khotrotun
Journal of Geography Science and Education Vol. 5 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jgse.v5i2.4611

Abstract

The existence of invasive foreign plants is a threat to the global ecosystem. Its rapid growth often causes this plant to destroy the original habitat in an area. This research aims to identify tree-pole regeneration species in Laweyan Village. This research was carried out by direct observation using a sampling method with a plot measuring 10 x 10 meters and analyzed descriptively. Based on the results of research conducted in Laweyan Village, it was found that there were 38 species of pole and tree regeneration vegetation which were divided into 3 types based on their origin, namely native, introduced and invasive species. There were 19 species of native plants, 15 species of introduced plants, and 4 species of invasive plants. Meanwhile, based on their function, plants are divided into three, namely fruit plants, shade plants and ornamental plants. The plants that dominate based on their function are fruit plants, totaling 16 types.
Analisis Blue Water Footprint pada Produksi Batik Mahkota dan Tekstil Afina di Kelurahan Laweyan, Surakarta Kinanthi, Asih; Sunarto, Sunarto; Setiawan, Fajar; Setyono, Prabang; Rachmawati, Siti
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 25, No 2 (2023): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v25i2.84865

Abstract

Water footprint assessment merupakan salah satu metode perhitungan kebutuhan penggunaan air yang dapat digunakan untuk mengevaluasi penggunaan air. Sektor industri batik dan tekstil menjadi kegiatan antropogenik yang membutuhkan banyak air dalam proses produksinya. Batik Mahkota dan Tekstil Afina merupakan contoh industri batik dan tekstil yang beroperasi di Kelurahan Laweyan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rangkaian proses produksi yang ada pada kedua industri tersebut, dan menghitung total kebutuhan air dalam proses produksi (blue water footprint) dari kedua industri yakni Batik Mahkota dan Tekstil Afina. Metode perhitungan yang dipakai adalah manual water footprint assessment Hoekstra 2011. Blue water footprint dari Batik Mahkota adalah sebesar 2,71 L/ m². Sedangkan Tekstil Afina memiliki blue water footprint sebesar dan 1,70 L/ m².
Analisis Kebutuhan dan Persepsi Penggunaan Air Bersih untuk Bersuci pada Jamaah Masjid di lingkungan Kampus UNS Kentingan, Surakarta N, Irfan A; Sunarto, Sunarto; Indrawan, Muhammad; Himawan, Widhi; Faqiih, Muhammad Amjad Hamy; Ramadhani, Danila Desti; Kinanthi, Asih; Berlin, Gavriel Enos; Aprianto, Muhammad Kukuh; Wijayanti, Sovia; Karina, Ressa
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 24, No 2 (2022): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v24i2.70438

Abstract

Air digunakan untuk bersuci dalam agam islam, sehingga kebutuhan air bersih pada masjid menjadi sebuah keharusan. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, ketersediaan air bersihnya harus dipastikan baik kuantitas serta kualitasnya, salah satunya adalah dengan menerapkan pengelolaan air di masjid. Metode penelitian berupa deskriptif dan survei dengan random sampling, serta lokasi penelitian pada Universitas Sebelas Maret yaitu masjid FMIPA, masjid FP, dan masjid UNS Nurul Huda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lapangan mengenai persepsi penggunaan air bersih di lingkungan kampus UNS Kentingan dalam kegiatan beribadah serta untuk memberikan edukasi kepada para pembaca agar bisa mengambil tindakan secara bijak dalam penggunaan air. Berdasarkan dari data pengamatan dan survei menunjukan penggunaan air dalam satu waktu sholat pada sampel masjid rata-rata 1.827 L. Serta 70% responden memperhatikan penggunaan air wudhu, dengan sisanya yang tidak. Hanya masjid FMIPA yang menggunakan kembali air wudhu. Kebutuhan sumber air bersih dengan jumlah banyak membutuhkan sumber lain tidak hanya sumur dan PDAM. Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan PAH pada masjid. PAH (Panen Air Hujan) adalah teknik konservasi air yang digunakan untuk mengumpulkan dan menampung air hujan yang disimpan dalam wadah penampungan air yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.