Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CULTURAL IDENTITY AND ISLAMIC MODERATION IN CENTRAL JAVA'S UNIVERSITIES Kanafi, Imam; Sumeet, Mustafa Hamed Hasan Bin; Mujahid, Imam; N, Irfan A; Bakhri, Syamsul
Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Vol 25, No 2 (2024): Islamic Politics and Society
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ua.v25i2.28898

Abstract

Radicalism in universities has transformed into covert movements that do not overtly display religious symbols and utilize technology to infiltrate academic communities. This study aims to identify how radical groups adapt within university environments in Central Java, and analyze campus policies’ and extra-campus organizations’ role in promoting religious moderation. It employs a qualitative method and phenomenological approach, collecting data through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. It is based on cultural identity theory to understand how the academic community’s religious identities are shaped in response to radical infiltration. The findings reveal that universities in Central Java established Islamic traditions and facilities, including religious moderation centers, moderation gardens, and multifaith worship spaces to resist radical groups, teaching interfaith tolerance to the academic community. Extra-campus organizations are essential for shaping attitudes toward tolerance and religious moderation, depending on the dominant organizations’ nature at each institution. However, Salafi Jihadi, Ikhwanul Muslimin, Hizb ut-Tahrir Indonesia (HTI), Jamaah Islamiyah (JI), Takfiri groups, and ISIS are radical movements, infiltrating extra-campus Islamic organizations. Universities implemented strict policies and preventive measures to combat radicalism within their academic environments. This study provides a deeper understanding of the campus’ strategies and highlights extracurricular organizations’ role in promoting religious moderation.
Analisis Kebutuhan dan Persepsi Penggunaan Air Bersih untuk Bersuci pada Jamaah Masjid di lingkungan Kampus UNS Kentingan, Surakarta N, Irfan A; Sunarto, Sunarto; Indrawan, Muhammad; Himawan, Widhi; Faqiih, Muhammad Amjad Hamy; Ramadhani, Danila Desti; Kinanthi, Asih; Berlin, Gavriel Enos; Aprianto, Muhammad Kukuh; Wijayanti, Sovia; Karina, Ressa
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 24, No 2 (2022): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v24i2.70438

Abstract

Air digunakan untuk bersuci dalam agam islam, sehingga kebutuhan air bersih pada masjid menjadi sebuah keharusan. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, ketersediaan air bersihnya harus dipastikan baik kuantitas serta kualitasnya, salah satunya adalah dengan menerapkan pengelolaan air di masjid. Metode penelitian berupa deskriptif dan survei dengan random sampling, serta lokasi penelitian pada Universitas Sebelas Maret yaitu masjid FMIPA, masjid FP, dan masjid UNS Nurul Huda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lapangan mengenai persepsi penggunaan air bersih di lingkungan kampus UNS Kentingan dalam kegiatan beribadah serta untuk memberikan edukasi kepada para pembaca agar bisa mengambil tindakan secara bijak dalam penggunaan air. Berdasarkan dari data pengamatan dan survei menunjukan penggunaan air dalam satu waktu sholat pada sampel masjid rata-rata 1.827 L. Serta 70% responden memperhatikan penggunaan air wudhu, dengan sisanya yang tidak. Hanya masjid FMIPA yang menggunakan kembali air wudhu. Kebutuhan sumber air bersih dengan jumlah banyak membutuhkan sumber lain tidak hanya sumur dan PDAM. Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan PAH pada masjid. PAH (Panen Air Hujan) adalah teknik konservasi air yang digunakan untuk mengumpulkan dan menampung air hujan yang disimpan dalam wadah penampungan air yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.