Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN PEMENUHAN RUANG TERBUKA HIJAU UNTUK MENYELARASKAN KEBUTUHAN OKSIGEN MANUSIA DAN KEBUTUHAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DI KOTA SURAKARTA Setyaputri, Adhistie Fadila; Ramadhani, Danila Desti; Kisworo, Wahyu
Ekosains Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang di jalan tol, serta adanya asap pabrik dan alih fungsi lahan di Desa Sawahan menyebabkan terjadinya peningkatan perubahan iklim. Perubahan iklim yang cenderung terjadi dari adanya hal tersebut adalah peningkatan suhu udara dan penurunan kelembapan. Adanya peningkatan suhu udara dan penurunan kelembapan di suatu daerah dapat menyebabkan berkurangnya rasa nyaman di daerah tersebut. Jika kenyamanan berkurang maka akan berdampak buruk bagi manusia, hewan dan tumbuhan. Manusia akan merasa tidak nyaman dan akan menganggu produktivitasnya begitupula dengan hewan, sedangkan tumbuhan lama kelamaan akan layu dan mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hayati yang terdapat pada beberapa RTH yang ada di Desa Sawahan dan mengetahui tingkat kenyamanan di Desa Sawahan berdasarkan penilaian yang didapatkan dari Temperature Humidity Index (THI). Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kuantitatif deskriptif. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa keanekaragaman hayati flora memiliki korelasi yang kuat dengan kenyamanan, walaupun semua lokasi termasuk ruang terbuka yang hijau namun perbedaan keanekaragaman hayati flora didalamnya akan mempengaruhi tingkat kenyamanan yang ada, warga Desa Sawahan merasa nyaman jika suatu lokasi terdapat banyak pohon sehingga terasa lebih teduh dan sejuk dibandingkan lokasi dengan banyak rumput. Walaupun sama-sama hijau, akan tetapi tingkat kesejukan yang dirasakan jauh berbeda.
STUDI KASUS PENGARUH PARAMATER FISIKA DAN KIMIA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN WADER DI ANAK SUNGAI PEPE DESA SAWAHAN Ramadhani, Danila Desti
Ekosains Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan salah satu tempat yang mudah tercemar. Pembuangan limbah secara tidak bertanggung jawab ke dalam sungai tanpa memperhatikan kemampuan daya dukung dan daya tampung lingkungan akan memberikan dampak buruk terhadap kualitas ekosistem. Selain itu, adanya laju pertumbuhan penduduk yang sangat besar baik dari dalam Desa Sawahan ataupun adanya migrasi penduduk yang berjalan seiring dengan pesatnya pembangunan di Desa Sawahan menyebabkan keberadaan sungai terancam. Sungai dengan kualitas lingkungan yang rendah tentu akan mempengaruhi ketersediaan makanan yang akan berpengaruh pula pada jumlah ikan diperairan. Penilitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui indikator kualitas sungai dengan parameter yang diukur meliputi suhu, pH, TSS, BOD dan DO serta untuk mengetahui pengaruh parameter fisika dan kimia Sungai di Desa Sawahan terhadap pertumbuhan Ikan Wader. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif menggunakan teknik sampling. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa Ikan Wader jantan dan betina baik sebelum dan sesudah sumber pencemar memiliki pertumbuhan yang lebih dominan pertambahan panjangnya dibandingkan pertambahan beratnya. Berdasarkan beratnya Ikan Wader yang terdapat di sebelum sumber pencemar memiliki bobot yang lebih berat dan lebih panjang dibandingkan Ikan Wader yang berada sesudah sumber pencemar. Hal ini karena sumber makanan dan nutrisi lebih banyak terdapat pada sungai sebelum sumber pencemar dan di tempat tersebut pula air tidak terlalu keruh dan padatan yang tersuspensi tidak terlalu tinggi.
Analisis Kebutuhan dan Persepsi Penggunaan Air Bersih untuk Bersuci pada Jamaah Masjid di lingkungan Kampus UNS Kentingan, Surakarta N, Irfan A; Sunarto, Sunarto; Indrawan, Muhammad; Himawan, Widhi; Faqiih, Muhammad Amjad Hamy; Ramadhani, Danila Desti; Kinanthi, Asih; Berlin, Gavriel Enos; Aprianto, Muhammad Kukuh; Wijayanti, Sovia; Karina, Ressa
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 24, No 2 (2022): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v24i2.70438

Abstract

Air digunakan untuk bersuci dalam agam islam, sehingga kebutuhan air bersih pada masjid menjadi sebuah keharusan. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, ketersediaan air bersihnya harus dipastikan baik kuantitas serta kualitasnya, salah satunya adalah dengan menerapkan pengelolaan air di masjid. Metode penelitian berupa deskriptif dan survei dengan random sampling, serta lokasi penelitian pada Universitas Sebelas Maret yaitu masjid FMIPA, masjid FP, dan masjid UNS Nurul Huda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lapangan mengenai persepsi penggunaan air bersih di lingkungan kampus UNS Kentingan dalam kegiatan beribadah serta untuk memberikan edukasi kepada para pembaca agar bisa mengambil tindakan secara bijak dalam penggunaan air. Berdasarkan dari data pengamatan dan survei menunjukan penggunaan air dalam satu waktu sholat pada sampel masjid rata-rata 1.827 L. Serta 70% responden memperhatikan penggunaan air wudhu, dengan sisanya yang tidak. Hanya masjid FMIPA yang menggunakan kembali air wudhu. Kebutuhan sumber air bersih dengan jumlah banyak membutuhkan sumber lain tidak hanya sumur dan PDAM. Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan PAH pada masjid. PAH (Panen Air Hujan) adalah teknik konservasi air yang digunakan untuk mengumpulkan dan menampung air hujan yang disimpan dalam wadah penampungan air yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.