Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, CAPITAL INTENSITY, INVENTORY INTENSITY, DAN TRANSFER PRICING TERHADAP TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN ENERGI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2022 Ramadhani, Nisa; Afifi, Zaenal; Ashsifa, Izza
Accounting Journal of Ibrahimy (AJI) Vol 2 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Akuntansi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Ibrahimy Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/aji.v2i2.5669

Abstract

Tax avoidance is an effort to reduce the tax burden without violating any laws or other applicable regulations. This study aims to determine the influence of institutional ownership, capital intensity, inventory intensity, and transfer pricing on tax avoidance. This research uses a quantitative method with secondary data obtained from www.idx.com and applies agency theory. The population of this study consists of energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2018-2022. The sampling technique used is purposive sampling with a total of 94 observations. The analytical technique employed in this study is panel data multiple regression analysis using Eviews 12. The results of this study indicate that capital intensity has a negative effect on tax avoidance, while institutional ownership, inventory intensity, and transfer pricing do not affect tax avoidance
Design Research: Pengembangan Lintasan Belajar Self Regulated Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecah Masalah Matematis Kumala, Putri; Ramadhani, Nisa; Panggabean, Ellis Mardiana; Harahap, Tua Halomoan
Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan Islam [JIPPI] Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jippi.v3i2.86

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan lintasan belajar self regulated pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah Design Research yang dikemukakan oleh Gravemeijer & Cobb, dilaksanakan melalui 3 tahapan, yaitu tahap persiapan penelitian, penelitian di dalam kelas, dana analisis retrospektif. Adapun penelitian ini dilaukukan di SMP Dwiwarna Medan dengan subjek penelitian berjumlah 15 orang siswa yang terdiri dari 2 pertemuan, yaitu 1) pertemuan pertama : Konsep Relasi, Penyajian Relasi dan Konsep Kodomain, Kodomain dan Range, 2) pertemuan kedua : Konsep Fungsi, dan Korespondensi Satu-satu, Instrumen penelitian yang digunakan berupa hipotesis lintasan belajar dan data yang dikumpulkan melalui observasi, rekaman suara, dan Lembar Aktivitas Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan belajar self regulated pada materi Relasi dan Fungsi dengan pendekatan pendekatan matematika realistik yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sudah sesuai dengan karakteristik dari pembelajaran PMR, dan ketika proses belajar mengajar berlangsung tampak bahwa siswa lebih termotivasi ketika proses belajar mengajar berlangsung, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya, dan dapat mengembangkan keterkaitan dengan konsep lain, berinteraksi dan melakukan refleksi atas pengembangan model yang telah disusun sehingga akan muncul keyakinan dan kemandirian belajar siswa. Kata Kunci: Self Regulated, PMR, Kemampuan Pemecah Masalah
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Ginger Lem Jelly sebagai Alternatif Herbal dalam Mengurangi Mual Muntah pada Ibu Hamil Mayangsari, Rr. Nindya; Ardi, Djurriy Yeta; Julianti, Gita; Febi, Rikana; Halbia, Halbia; Ramadhani, Nisa; Sartika, Sartika; Safitri, Suci Aulia; Afriani, Nur; Salasiah, Nur; Wenggo, Angela Marici
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.148-157

Abstract

Masalah mual dan muntah pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama, merupakan keluhan yang sangat umum dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup serta kesehatan ibu dan janin. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi, malnutrisi dan stress psikologis yang berpotensi mengganggu perkembangan janin dan kesehatan ibu secara keseluruhan. Penggunaan terapi non farmakologis, khususnya berbasis herbal, menjadi alternative yang semakin diminati karena dianggap lebih aman dan ramah lingkungan. Ginger Lem Jelly dipilih sebagai solusi herbal inovatif karena mengandung jahe (Zingiber Officinale) dan jeruk lemon yang memiliki sifat antiemetic dan antiinflamasi yang telah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan Ginger Lem Jelly sebagai alternative herbal yang efektif dan udah diakses untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif dan pelatihan langsung dengan pendekatan partisipatif, yang memungkinkan ibu hamil memahami manfaat bahan herbal dan praktik pembuatan produk secara mandiri. Peserta berjumlah 30 ibu hamil yang mengikuti kegiatan ini secara aktif dan antusias di PMB Juweni. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Rerata skor pengetahuan sebelum kegiatan adalah 47,85 dan meningkat signifikan menjadi 93,75 setelah kegiatan, dengan nilai p=0,015 berdasarkan uji t-paired, yang menunjukkan efektifitas intervensi secara statistic. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam membuat dan menggunakan Ginger Lem Jelly sebagai terapi non farmakologis mandiri. Implikasi dari kegiatan ini adalah peningkatan kemandirian ibu hamil dalam mengelola keluhan mual dan muntah secara alami, yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu dan janin secara berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan produk herbal lokal yang dapat diadopsi secara luas sebagai solusi kesehatan alternative di komunitas lain, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.Nausea and vomiting problems in pregnant women, especially in the first trimester, are very common complaints and have a significant impact on the quality of life and health of the mother and fetus. This condition can cause dehydration, malnutrition and psychological stress that has the potential to interfere with fetal development and the mother's overall health. The use of non-pharmacological therapies, especially herbal ones, is becoming an increasingly popular alternative because it is considered safer and more environmentally friendly. Ginger Glue Jelly was chosen as an innovative herbal solution because it contains ginger (Zingiber Officinale) and lemon which have antiemetic and anti-inflammatory properties that have been scientifically proven to reduce nausea and vomiting in pregnant women. This community service aims to provide education and training on making Ginger Glu Jelly as an effective and accessible herbal alternative to reduce nausea and vomiting in pregnant women. The methods used include interactive counseling and hands-on training with a participatory approach, which allows pregnant women to understand the benefits of herbal ingredients and the practice of making products independently. Participants totaled 30 pregnant women who actively and enthusiastically participated in this activity at PMB Juweni. Evaluation is carried out by providing a pretest and posttest to measure the improvement of participants' knowledge and skills. The average knowledge score before the activity was 47.85 and increased significantly to 93.75 after the activity, with a p=0.015 value based on the t-paired test, which showed the effectiveness of the intervention statistically. The results of the activity showed a significant increase in the knowledge and skills of pregnant women in making and using Ginger Glu Jelly as an independent non-pharmacological therapy. The implication of this activity is to increase the independence of pregnant women in managing nausea and vomiting complaints naturally, which contributes to the continuous improvement of maternal and fetal health as well as community empowerment in maintaining reproductive health. This activity also opens up opportunities for the development of local herbal products that can be widely adopted as alternative health solutions in other communities, while strengthening the community's capacity to maintain health independently and sustainably.