Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MEMBAYAR IURAN BPJS MANDIRI PASCA KENAIKAN IURAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI Findayani, Febbryanti; Yuniar, Nani; Saimin, Juminten
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i4.23479

Abstract

 AbstrakJumlah kepesertaan BPJS kesehatan di Indonesia terus mengalami peningkatan meskipun pada faktanya tidak diimbangi dengan kepatuhan peserta dalam membayar iuran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubngan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS mandiri pasca kenaikan iuran di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari. Desain Penelitian ini adalah Cross sectional. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hubungan kemauan membayar dengan kepatuhan membayar iuran BPJS mandiri pasca kenaikan iuran uji statistic Chi Square, di peroleh nilai p=0,003 bahwa ada hubungan kemauan membayar dengan kepatuhan membayar iuran BPJS mandiri pasca kenaikan iuran di wilayah kerja Puskesmas Abeli kota Kendari. Hubungan kemampuan membayar dengan kepatuhan membayar iuran BPJS mandiri pasca kenaikan iuran menggunakan uji statistic Chi Square, di peroleh nilai p=0,002 bahwa ada hubungan kemampuan membayar dengan kepatuhan membayar iuran BPJS mandiri pasca kenaikan iuran di wilayah kerja Puskesmas Abeli kota Kendari. Hubungan ketersediaan fasilitas kesehatan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS mandiri pasca kenaikan iuran menggunakan uji statistic Chi Square, di peroleh nilai p=0,000 bahwa ada hubungan ketersediaan fasilitas kesehatan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS mandiri pasca kenaikan iuran di wilayah kerja Puskesmas Abeli kota Kendari. Hubungan Presepsi tentang Pelayanan Kesehatan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS mandiri pasca kenaikan iuran menggunakan uji statistic Chi Square, di peroleh nilai p=0,002 bahwa ada hubungan Presepsi tentang Pelayanan Kesehatan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS mandiri pasca kenaikan iuran di wilayah kerja Puskesmas Abeli kota Kendari.Kata Kunci: BPJS Mandiri, Kepatuhan Membayar, Puskesmas Abeli.
Hubungan Mutu Pelayanan Rawat Jalan dengan Tingkat Kepuasan Peserta BPJS Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas: Perspektif Transformasi Digital Pelayanan Kesehatan Findayani, Febbryanti; Mia, Nur; Rianse, Muhammad Suriyadarman; Nangsih, Ayu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5351

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator penting keberhasilan sistem kesehatan nasional, khususnya dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan rawat jalan kepada peserta BPJS. Seiring dengan perkembangan teknologi, transformasi digital kesehatan menjadi salah satu pendekatan utama dalam upaya peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan rawat jalan dan tingkat kepuasan peserta BPJS Kesehatan dengan menekankan peran digitalisasi layanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA 2020 terhadap artikel empiris yang dipublikasikan pada periode 2018–2025. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda. Artikel yang terpilih dianalisis menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi tema utama, variabel kunci, dan pola temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa mutu pelayanan kesehatan, yang mencakup dimensi keandalan, daya tanggap, jaminan kompetensi, empati, dan sarana pendukung, memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kepuasan peserta BPJS Kesehatan. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital seperti rekam medis elektronik, sistem antrean digital, dan aplikasi Mobile JKN terbukti meningkatkan efisiensi, transparansi, serta pengalaman layanan pasien. Digitalisasi layanan kesehatan berperan sebagai faktor penguat yang memperkuat hubungan antara mutu pelayanan dan kepuasan peserta BPJS. Oleh karena itu, peningkatan kepuasan peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas memerlukan integrasi antara peningkatan mutu pelayanan konvensional dan penguatan transformasi digital kesehatan secara berkelanjutan.