Transformasi digital yang masif di sektor kesehatan telah merekonfigurasi paradigma layanan, menuntut pendekatan strategis dalam pengelolaan SDM untuk mencapai kinerja optimal dan berkelanjutan. Kajian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen SDM dalam konteks kesehatan digital, dengan fokus pada digitalisasi staffing, pengembangan kompetensi digital, dan strategi retensi tenaga kesehatan. Menggunakan metode scoping review yang mengikuti kerangka PRISMA-ScR, pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan ProQuest untuk publikasi tahun 2019–2024. Sintesis dari 78 artikel terkualifikasi menunjukkan interdependensi ketiga pilar strategi ini, yang hanya berdampak signifikan bila diimplementasikan secara terintegrasi. Digitalisasi staffing telah berevolusi menjadi ekosistem analitik prediktif yang efektivitasnya ditentukan oleh kualitas data dan penerimaan pengguna akhir melalui pendekatan partisipatif. Sementara itu, pengembangan kompetensi digital perlu bergeser dari fokus keterampilan teknis operasional menuju kapabilitas holistik yang mencakup literasi data, keamanan siber, pemecahan masalah berbasis data, serta penguatan mindset adaptif dan etika digital. Strategi retensi yang sukses bergantung pada kemampuan organisasi mengelola paradoks digital dengan mengubah teknologi dari sumber tuntutan menjadi sumber daya pemberdayaan, melalui dukungan psikososial, kepemimpinan empatik, dan prinsip human-centered design. Sinergi ketiga strategi ini membentuk siklus virtu yang mendorong peningkatan kualitas, keamanan, efisiensi, dan responsivitas layanan kesehatan. Kajian ini menegaskan urgensi menyeimbangkan investasi teknologi dengan investasi pengembangan kapabilitas SDM, budaya organisasi yang suportif, dan kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai fondasi keberhasilan transformasi digital.