Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Fenomena “Bystander Effect” dan Krisis Kasih Akibat Kemajuan Teknologi Amtiran, Abdon A.
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.45 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i6.669

Abstract

Kemajuan teknologi telah memberikan banyak kemudahan di berbagai bidang kehidupan, baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, perusahaan besar maupun kecil, mengurangi kegiatan keluar rumah untuk berbelanja dan sebagainya. Dengan adanya kemudahan itu, seharusnya manusia akan lebih mudah mengasihi sesamanya, tetapi dalam kenyataan tidaklah demikian, terjadi penurunan semangat mengasihi sesama manusia seperti dirinya sendiri artinya terjadi krisis kasih. Misalnya, apabila terjadi korban kecelakaan lalu lintas, masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara tidak langsung menolong korban karena berbagai alasan, lebih banyak melakukan kegiatan memfoto, memvideokan lalu kemudian menyebarkan melalui media sosial. Kemajuan teknologi telah merubah cara berpikir, bertindak dan kehilangan kasih. Rasa kemanusiaan sudah mengalami krisis dibandingkan sebelum berkembangnya teknologi. Tujuan artikel ini ialah pertama, agar para pembaca dapat menyadari adanya krisis kasih sesama manusia. Kedua, agar ada perbaikan pendidikan keluarga, gereja maupun sekolah agar hidup dalam kasih Allah bukan dikendalikan oleh teknologi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan mengambil contoh-contoh yang fenomenal di masyarakat baik yang ditulis di koran online dan artikel jurnal lainnya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Bystandar effect bukanlah sikap kristiani walaupun bystander effect setiap hari dilakukan oleh masyarakat dan hal itu bertentangan dengan firman Allah. Jadilah seperti orang Samaria yang murah hati yang memiliki belaskasihan kepada orang yang memusuhinya. Ilmu pengetahuan dan teknologi sebaiknya digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan. IPTEK harus bisa dikendalikan bukan mengendalikan.
Kepemimpinan Agama Dan Dialog Antaragama: Strategi Pembangunan Masyarakat Multikultural Berbasis Moderasi Beragama Amtiran, Abdon Arnolus; Kriswibowo, Arimurti
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/jpah.v8i3.3165

Abstract

This research discusses the important role of religious moderation and interfaith dialogue in building a tolerant multicultural society. Using a qualitative approach, specifically through observation and complex literature study, this research explains the close relationship between religious moderation, interfaith dialogue, and the development of a multicultural society. Through theoretical and practical analysis, this research focuses on examining the synergy between religious leadership and interfaith dialogue as effective strategies in implementing religious moderation within the context of a multicultural society in Indonesia, and addressing challenges arising from religious differences. It emphasizes the importance of moderate religious education, the role of religious figures, and strategies of interfaith dialogue in creating harmony amidst religious differences. Findings of this research include: firstly, religious moderation as a principle that is fair, balanced, and tolerant, is key to preventing conflicts and maintaining harmony in a multicultural society. Secondly, the strategic role of religious leadership in promoting religious moderation through inclusive religious education, development of tolerance, and interfaith dialogue. Thirdly, the need for interfaith dialogue to create understanding and respect for religious freedom, as well as to strengthen tolerance through open and constructive interactions. Lastly, the importance of integrating religious moderation values into the curriculum of religious education is essential in shaping a moderate younger generation and supporting the development of a harmonious multicultural society. The conclusion of this research underscores the need for synergy between religious leadership and interfaith dialogue in promoting religious moderation. Interfaith dialogue and moderate religious education are found to be the main pillars in creating a tolerant and harmonious society. Through the integration of religious moderation in education and religious practices, a multicultural society will be able to develop attitudes that are more inclusive, tolerant, and accepting of differences.
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Donald Samuel Slamet Santosa; Donna Sampaleng; Abdon Amtiran
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.34

Abstract

The purpose of this study was to examine the effect of learning models on student learning achievement. This research is a quantitative, associative research. The location of this research is SD Pres. Jl. Ki Hajar Dewantara, Pasirgombong, Kec. North Cikarang, Bekasi, West Java. The population of this research is the elementary students of the President consisting of 4 classes with a total of 70 students with a sample size of 30 students. Research data were collected using a questionnaire technique that has been proven valid and reliable. In the first stage the data for each variable was analyzed using a simple frequency distribution and continued in the second stage by linear regression analysis. This calculation is done using the SPSS program for windows. The results of the study concluded that there is an influence of learning models on student achievement. For this reason, it is recommended that teachers improve their students' learning achievement through the use of the most appropriate learning models. While the supervision role of school principals and school supervisors is needed to ensure a good learning model organized by teachers. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, asosiatif. Lokasi penelitian ini adalah di SD Presiden Jl. Ki Hajar Dewantara, Pasirgombong, Kec. Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat. Populasi penelitian ini adalah para siswa SD Presiden yang terdiri dari 4 kelas denganjumlah 70 orang siswa dengan besaran sampel sebanyak 30 orang siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik angket yang sudah terbukti valid dan reliabel. Pada tahap pertama data setiap variabel dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi sederhana dan dilanjutkan pada tahap kedua dengan analisis regresi linier. Perhitungan ini dilakukan dengan berbantu prgram SPSS for windows. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa. Untuk itu disarankan kepada guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswanya melalui penggunaan model pembelajaran yang paling sesuai. Sedangkan peran supervisi kepala sekolah dan pengawas sekolah diperlukan untuk menjamin baiknya model pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru.
Kekristenan di Turki: Potret Historitas Masa Kini Serta Implikasinya bagi Kekristenan di Indonesia Amtiran, Abdon Arnolus
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i2.225

Abstract

Turkey, once the center of early Christianity, now faces significant challenges in maintaining its Christian identity amidst the dominance of Islam marked by complex ambivalence. Although there are various freedoms guaranteed by the constitution, in practice, the Christian community often experiences discrimination and difficulties in carrying out their worship. The method used in this study is descriptive literature. The study's results demonstrate that religious populism can improve the conditions for minority religions in Turkey. Christianity in Turkey has a long and dynamic history. In the early stages of its development, the apostles of Jesus Christ preached the Gospel there, and even though they faced various obstacles and persecution and were increasingly hampered, Christianity spread further. The experience of gathering experienced by the Christian community in Turkey can be a valuable lesson for Christians in Indonesia to better understand the importance of maintaining tolerance and interfaith dialogue. Abstrak:Turki yang pernah menjadi pusat Kekristenan awal, kini menghadapi tantangan yang signifikan dalam mempertahankan identitas Kristen di tengah dominasi Islam ditandai dengan ambivalensi yang kompleks. Meskipun terdapat beragam kebebasan yang dijamin oleh konstitusi, dalam praktiknya, komunitas Kristen sering kali mengalami diskriminasi dan kesulitan dalam menjalankan ibadah mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekripsif literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi di Turki menunjukkan bahwa populisme keagamaan dapat menyelamatkan kondisi bagi agama minoritas. Kekristenan di Turki memiliki sejarah yang panjang dan penuh dinamika. Pada awal perkembangannya, para rasul Yesus Kristus yang memberitakan Injil di sana dan kendati mereka berhadapan dengan berbagai hambatan dan penganiyaan namun semakin dihambat, kekristenan semakin merambat. Pengalaman berkumpul yang dialami oleh komunitas Kristen di Turki dapat menjadi pelajaran berharga bagi umat Kristen di Indonesia untuk lebih memahami pentingnya menjaga toleransi dan dialog antar agama.Kata Kunci: Kristen,  Turki; Sejarah; Indonesia
Integrasi sejarah dan hermeneutika dalam pembentukan literasi teologis: Analisis dampaknya terhadap resiliensi eklesiologis dan transformasi kualitas gereja di era kontemporer Arnolus Amtiran, Abdon
KURIOS Vol. 11 No. 1: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i1.1260

Abstract

This study examines the integration of historical and hermeneutical approaches in developing theological literacy and its impact on ecclesiological resilience and church quality transformation in the contemporary era. Through qualitative analysis of theological education practices and church transformation patterns, this research reveals that the synergistic integration of historical consciousness and hermeneutical competence significantly enhances theological literacy levels. The findings demonstrate that churches with robust theological literacy exhibit stronger resilience in facing contemporary challenges and undergo more meaningful qualitative transformation. This study contributes to understanding how methodological integration in theological education can strengthen the adaptive capacity of ecclesial communities while maintaining theological integrity in rapidly changing contexts. Abstrak Penelitian ini mengkaji integrasi pendekatan historis dan hermeneutis dalam pengembangan literasi teologis serta dampaknya terhadap resiliensi eklesiologis dan transformasi kualitas gereja di era kontemporer. Melalui analisis kualitatif terhadap praktik pendidikan teologis dan pola transformasi gereja, riset ini mengungkapkan bahwa integrasi sinergis antara kesadaran historis dan kompetensi hermeneutis secara signifikan meningkatkan tingkat literasi teologis. Temuan menunjukkan bahwa gereja-gereja dengan literasi teologis yang kuat menunjukkan resiliensi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan kontemporer dan mengalami transformasi kualitatif yang lebih bermakna. Studi ini berkontribusi pada pemahaman bagaimana integrasi metodologis dalam pendidikan teologis dapat memperkuat kapasitas adaptif komunitas gerejawi sambil mempertahankan integritas teologis dalam konteks yang berubah cepat.