Kawuryan, Diah Lintang
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Role of Ferritin Serum Level as Predictor Sepsis Mortality on Children in Dr. Moewardi Hospital of Surakarta Sucianto, Agus; Pudjiastuti, Pudjiastuti; Kawuryan, Diah Lintang
Journal of Maternal and Child Health Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.791 KB) | DOI: 10.26911/thejmch.2023.08.02.08

Abstract

Background: Sepsis cause death in the worldwide pediatric population. Eestablishing the diagnosis of sepsis in children is challenging because the symptoms are varied and not specific. Serum ferritin is an acute phase protein which can be elevated in sepsis. This study aimed to determine the role of ferritin level as a predictor for sepsis mortality in pediatric patient Subjects and Method: A cross sectional study was conducted in children aged between 1 months and 18 years old diagnosed with sepsis who were treated at Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta from November 2021 to April 2022.  The statistical analysis used SPSS 25 with p<0.05 was considered significant. The cut off point of serum ferritin level was determined with  ROC curve. Results: A cross sectional study was conducted in children aged between 1 months and 18 years old diagnosed with sepsis who were treated at Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta from November 2021 to April 2022.  The statistical analysis used SPSS 25 with p<0.05 was considered significant. The cut off point of serum ferritin level was determined with  ROC curve. Conclusion: Serum ferritin level can be predictor of mortality in children with sepsis. Keywords: ferritin, mortality in sepsis, children. Correspondence: Agus Sucianto. Department of Pediatrics, Sebelas Maret University/ Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta, Central Java, Indonesia. Kolonel Sutarto Street No. 132, Surakarta, Indonesia. Email: sucianto22@gmail.com. Mobile: 081227595134.
Neutrofil Limfosit Rasio sebagai Prognosis Kelangsungan Hidup Anak dengan Osteosarkoma Ramadhan, Qeis; Riza, Muhammad; Kawuryan, Diah Lintang
Sari Pediatri Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.1.2024.43-7

Abstract

Latar belakang. Osteosarkoma merupakan suatu keganasan yang terjadi pada tulang panjang dan dapat menyebabkan kematian. Berbagai penanda inflamasi sistemik dan kondisi nutrisi sudah digunakan dalam menilai prognosis seorang pasien dengan osteosarkoma. Namun marker dan penilaian nutrisi tersebut membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang tidak rutin dilakukan pada anak dengan osteosarkoma dan memakan biaya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan marker inflamasi dan penilaian status nutrisi dengan pengukuran lingkar lengan atas (LILA) yang rutin dikerjakan dan tidak memakan biaya tambahan.Tujuan. Menganalisa penggunaan neutrofil limfosit rasio (NLR) sebagai prognosis kelangsungan hidup anak dengan osteosarkoma dan menganalisa hubungan usia dan status gizi dalam mempengaruhi kelangsungan hidup anak dengan osteosarkomaMetode. Penelitian ini merupakan studi observational analitik dengan pendekatan analisis retrospektif pada 30 anak dengan osteosarkoma yang terdiagnosis pada periode Januari 2018 – Desember 2021 di rumah sakit dr. Moewardi Surakarta. Data diambil berdasarkan rekam medis dari rumah sakit dr. Moewardi dan data anak osteosarkoma dari divisi hemato – onkologi ilmu kesehatan anak rumah sakit dr. MoewardiHasil. Pada pasien dengan NLR ? 2 mempunyai kesintasan sebesar 14.9 bulan, sedangkan pada pasien dengan NLR < 2 mempunyai kesintasan sebesar 22 bulan. Tidak didapatkan adanya perbedaan yang bermakna pada usia dan LILA antara pasien yang hidup dan meninggal duniaKesimpulan. Didapatkan pasien dengan nilai NLR ? 2 mempunyai prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan nilai NLR < 2. Tidak didapatkan adanya pengaruh usia dan status gizi pada saat awal pasien terdiagnosis osteosarkoma terhadap prognosis pasien tersebut
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Penurunan Kejadian Penyakit Alergi pada Siswa SMPN 3 Surakarta Rizqi Karima; Kawuryan, Diah Lintang; Setyawan, Sigit
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.959

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) eksklusif diperlukan untuk memenuhi nutrisi optimal bagi bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya hanya ASI. Penyakit alergi terdapat berbagai macam seperti asma, eksim, dan rhinitis alergi yang dapat timbul apabila terdapat pemicu. Hingga saat ini masih belum banyak penelitian mengenai hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian penyakit alergi yang diteliti menggunakan kuesioner ISAAC. Untuk memperkuat penelitian sebelumnya akan dilakukan penelitian yang diharapkan dapat memberi gambaran prevalensi penurunan kejadian alergi dengan faktor risiko mengonsumsi ASI eksklusif saat usia 0 – 6 bulan pada siswa – siswi yang berusia 13 – 14 tahun di SMPN 3 Surakarta dengan pengisian kuesioner ISAAC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan kejadian penyakit dan mengetahui prevalensi kejadian penyakit alergi di SMPN 3 Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian survei dengan rancangan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian yang akan dilaksanakan yaitu pada siswa-siswi usia 13-14 tahun SMPN 3 Surakarta pada bulan Maret 2023. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling. Didapatkan jumlah sampel optimum minimal 71 responden. Semua data diperoleh dengan kuesioner ISAAC dan diolah menggunakan analisis data chi-square dengan perangkat SPSS ver 23. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hasil yang signifikan antara konsumsi ASI eksklusif dengan penurunan kejadian penyakit alergi. Kesimpulan: adanya hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan penurunan kejadian penyakit alergi pada siswa SMPN 3 Surakarta.
Hubungan Tebal Lipatan Kulit dan Aktivitas Penyakit pada Anak dengan Lupus Eritematosus Sistemik Arum, Wuryan Dewi Miftahtyas; Kawuryan, Diah Lintang; Martuti, Sri
Sari Pediatri Vol 27, No 4 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.4.2025.259-65

Abstract

Latar belakang. Aktivitas penyakit lupus eritematosus sistemik dapat dipengaruhi oleh kegemukan atau obesitas. Adipositas yang tinggi meningkatkan respon inflamasi. Tebal lipatan kulit merupakan indikator antropometri sederhana yang dapat menilai adipositas.Tujuan. Menganalisis hubungan tebal lipatan kulit dan aktivitas penyakit lupus eritematosus sistemik.Metode. Penelitian potong lintang dilakukan pada 30 anak berusia 6-18 tahun dengan diagnosis lupus eritematosus sistemik di poliklinik anak Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi pada bulan April - September 2024. Analisis menggunakan SPSS 25. Nilai p<0,05 dianggap signifikan secara statistik.Hasil. Kejadian obesitas pada anak dengan LES sebesar 26,7%. Analisis multivariat menunjukkan anak dengan TLK menurut usia >p85 berisiko 11,3 kali lebih besar memiliki penyakit LES yang aktif (IK=1,37-93,06; p=0,024). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, lama terapi, dosis steroid, kepatuhan minum obat, dan paparan sinar matahari dengan aktivitas penyakit pada LES.Kesimpulan. Tebal lipatan kulit berhubungan dengan aktivitas penyakit pada anak dengan LES.
Analisis Pengaruh Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Terhadap Angka Kejadian Perawakan Pendek pada Anak di Indonesia Ramadhany, Nurul Fajar; Nugroho, Hari Wahyu; Kawuryan, Diah Lintang
Sari Pediatri Vol 27, No 4 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.4.2025.253-8

Abstract

Latar belakang. Perawakan pendek merupakan suatu kondisi dimana panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB)anak lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Ukuran ini diukur berdasarkan PB atau TB menurut usia lebih rendah dari minus dua standar deviasi (< -2SD) kurva pertumbuhan. Pemberian ASI eksklusif dapat melindungi anak dari kondisi perawakan pendek dan mencegah dampak jangka pendek maupun jangka panjang.Tujuan. Mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap insidensi perawakan pendek pada anak di Indonesia.Metode. Studi potong lintang (cross sectional) dengan mengambil data dari Indonesian Family Life Survey 5.0 terhadap anak usia 1-5 tahun yang mendapatkan ASI eksklusif dan tidak mendapat ASI eksklusif, serta memiliki perawakan pendek pada bulan Desember 2022 hingga Maret 2023. Hasil analisis dideskripsikan dengan Odds Ratio dan dinyatakan signifikan jika nilai p<0,05.Hasil. ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian perawakan pendek (OR 0,60; p=0,854; IK95% 0,51-0,72). Faktor lain yang memengaruhi perawakan pendek adalah usia (OR 0,80; p=0,047; IK95% 0,56-1,13), status gizi (OR 0,65; p=0,036; IK95% 0,32-1,30), dan jenis kelamin (OR 0,63; p=0,490; IK95% 0,52-0,76).Kesimpulan. ASI eksklusif berhubungan tidak langsung terhadap kejadian perawakan pendek sebab ASI eksklusif berperan sebagai faktor proteksi terhadap perawakan pendek. Subyek yang tidak mendapat ASI eksklusif memiliki risiko lebih besar untuk memiliki perawakan pendek dibandingkan subyek dengan pemberian ASI eksklusif.