Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ADSORPSI METILEN BIRU DENGAN MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI DAUN TANAMAN DOYO (Curculigo latifolia) Pasa, Jessica Indriyani; -, Aldiansyag; Septiani, Risky; Prastika, Nanda Diah; Markus, Rio Mardani; Lestari, Sri; -, Sukemi; Gunawan, Rony
JURNAL ATOMIK Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ja.v9i2.1393

Abstract

Methylene blue adsorption research has been carried out using activated charcoal from Curculigo latifolia. This research aims to determine the characteristics of the Curculigo latifolia activated charcoal made and the optimum conditions for the adsorption of methylene blue by Curculigo latifolia activated charcoal. Physically activated charcoal is made from Curculigo latifolia which is carbonized at 400°C for 30 minutes, then the physically activated charcoal is soaked in 0.5 M H2SO4 solution for 24 hours to produce chemically activated charcoal. The results showed that the optimum pH for methylene blue adsorption obtained from the Curculigo latifolia activated charcoal adsorbent was physically activated at pH 7 and chemically activated at pH 9. The optimum contact time obtained from the physically and chemically activated Curculigo latifolia activated charcoal adsorbent occurred at a contact time of 15 minutes and 30 minutes. Adsorption of methylene blue by chemically activated Curculigo latifolia activated charcoal follows the Langmuir adsorption isotherm while physically activated charcoal follows the Freundlich adsorption isotherm. The optimum adsorbent mass of physically and chemically activated charcoal is 0.2 g and 0.25 g.
Kondisi optimum pewarnaan serat daun doyo menggunakan pewarna alami dari ekstrak kulit akar Rhizopora stylosa Sukemi, Sukemi; Adha, Syahida; Suprianto, Edy; Fadjri, Luthfi Talitha Fairuzy; Ishmah, Rismananda; Gunawan, Rony; Kusumattaqiin, Fataa
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v5i2.1796

Abstract

Kain tenun (ulap) doyo merupakan produk tekstil suku Dayak Benuaq, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kain ini dibuat dari serat daun doyo yang memiliki warna dasar putih-krem dan pewarna alami digunakan untuk mewarnainya. Bakau mengandung tanin yang dapat dijadikan pewarna alami. Pada proses pewarnaan benang atau serat dari daun doyo terjadi proses penyerapan warna oleh serat. Penelitian ini dirancang untuk menentukan kondisi optimum pewarnaan serat daun doyo menggunakan ekstrak kulit akar bakau (EKAB) spesies Rhizopora stylosa. Pembuatan zat warna dilakukan dengan perebusan kulit akar bakau kering menggunakan aquades. Pewarnaan serat doyo menggunakan teknik pencelupan. Uji beda warna (DI) serat yang diwarnai dianalisis menggunakan applikasi ImageJ. Hasil penelitian menunjukan pewarna alami dari EKAB berwarna cokelat tua. Kondisi optimum pewarnaan serat daun doyo menggunakan pewarna alami EKAB adalah: pH larutan pewarna 3, suhu pewarnaan 92°C, waktu pencelupan/pewarnaan 130 menit, material to liquor ratio (MLR) 1:100 (b/v), dan konsentrasi larutan pewarna pada tiga kali pemekatan. Hasil pewarnaan serat daun doyo menggunakan ekstrak kulit akar bakau adalah cokelat. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit akar bakau dapat diaplikasikan sebagai sumber zat warna pada pewarnaan serat daun doyo.
Peningkatan Produktivitas Excavator PC 500 Melalui Implementasi Metode Quality Control Circle (QCC): Studi Kasus di Kontraktor Pertambangan Batubara Gunawan, Rony; Agung Bimantoro, Fransiskus; Victor, Jepri; P Sitompul, Heri; Purnomo, Andis
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9127

Abstract

Daya saing industri pertambangan batubara di Indonesia sangat bergantung pada efisiensi operasional alat berat. Studi ini membahas kasus produktivitas suboptimal pada excavator kelas PC 500 di salah satu kontraktor pertambangan terkemuka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil penerapan metodologi Quality Control Circle (QCC) 8 langkah dalam mengidentifikasi akar penyebab rendahnya produktivitas dan mengevaluasi efektivitas solusi yang diimplementasikan untuk mencapai dan melampaui target produksi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus riset tindakan yang dilaksanakan dari Januari hingga Maret 2025. Tim QCC "Sinergi Number One" memanfaatkan alat analisis seperti Diagram Tulang Ikan dan Diagram Pareto untuk mendiagnosis masalah. Intervensi yang dilakukan berfokus pada peningkatan koordinasi operasional, pemeliharaan area kerja (front), dan prosedur manajemen. Hasil implementasi QCC menunjukkan peningkatan produktivitas excavator yang signifikan dari baseline 399 Ton/Jam menjadi 454 Ton/Jam, melampaui target 450 Ton/Jam. Hal ini merepresentasikan peningkatan produktivitas sebesar 13,8%. Konsekuensinya, kerugian pendapatan bulanan sebesar Rp 417.246.212 berhasil diubah menjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 30.331.557. Studi ini mengonfirmasi bahwa pendekatan QCC yang sistematis dan berbasis tim sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas alat berat di sektor pertambangan. Metodologi ini tidak hanya menyelesaikan inefisiensi teknis tetapi juga menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan melalui pengambilan keputusan berbasis data dan standardisasi.
Development of Learning Videos on the Atomic Model Concepts Based on Multilevel Representation Islami, Agustina Amalia; Gunawan, Rony; Erika, Farah; Rahmadani, Agung; Sukemi, Sukemi
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 8, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjec.v8i1.36535

Abstract

This study was motivated by difficulties in learning complex and abstract concepts in atomic model development, while commonly used learning videos still provide limited representation, reducing students’ ability to connect concepts with real phenomena. This study aims to develop a multilevel representation-based learning video on atomic model development and to examine its validity, practicality, and effectiveness using a research and development approach involving planning, production, and evaluation stages. The subjects in this study included 2 media experts, 2 material experts, 1 chemistry teacher, and 60 tenth-grade students from classes X-5 and X-6 at SMAN 14 Samarinda. Product validity was assessed by experts, practicality was measured through teacher and student questionnaires and activity observations, and effectiveness was analyzed by comparing pretest and posttest results quantitatively. The results show very high validity, with material expert validation reaching 100% and an average media expert score of 99.25%. Teacher practicality was categorized as very practical, with questionnaire and observation scores of 96.67% and 98.33%, while student practicality scores reached 82% and 81.7%, categorized as practical. The effectiveness of the media was demonstrated by an N-gain value of 0.56 (moderate) and an effect size of 4.94 (very strong), supported by positive student responses with ease of understanding scoring of 82.17% and learning interest of 86.33% (excellent category), while learning activity (79.66%) and media practicality and features (79.83%) fell into the good category. These findings confirm that multilevel representation-based learning videos effectively enhance students’ understanding of atomic model development.