Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH INKLUSI Mhd Saleh
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 17, No 2 (2021): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v17i2.198

Abstract

AbstractThrough this research, the researcher aimed to analyze and integrate the character education strategy in Sumbersari Primary School 1 Kota Malang and Muhammadiyah Primary School 04 Kota Batu, to become a mixed character education strategy that includes morals knowledge,  moral love and moral action. The results of this study indicate that the moral knowledge strategy includes: psychological testing when students want to go to school, planning character education through RPP, transmission of character values through the method of course, character information, extracurricular activities and assessment carried out with the student's character assessment sheets or through tortuous activities. Although the moral strategy of love is achieved through a teacher or character, extracurricular activities, visits to inspiring places such as a hero's grave, character films, 'peer therapy, religious activities and punishment activities that arouse students. While moralizing strategies such as helping each other, collecting trash together and pointing fingers, going to class with your right foot and praying, praying when you start the lesson, speaking and being polite, and pray together.AbstrakPenelitian ini menganalisis dan menggabungkan strategi pendidikan karakter yang ada di sekolah inklusif  yaitu SDN Sumbersari 1 Kota Malang dan SD Muhammadiyah 04 Kota Batu, menjadi strategi  penanaman karakter gabungan yang meliputi pengetahuan moral, cinta moral  dan tindakan moral. Kajian menunjukkan bahwa strategi penanaman pengetahuan moral  meliputi: tes psikologi ketika siswa akan masuk sekolah, perencanaan pendidikan karakter melalui RPP, penanaman nilai karakter proses atau metode pembelajaran, informasi tentang karakter, kegiatan ekstrakurikuler dan penilaian yang dilakukan dengan lembar evaluasi karakter siswa, maupun melalui kegiatan kelompok. Sedangkan cinta moral dilakukan melalui wibawa dan tindakan guru atau inspirasi tokoh teladan, kegiatan ekstrakurikuler, kunjungan ke tempat-tempat yang merangsang seperti Makam Pahlawan, menonton film karakter, kegiatan terapi sebaya, kegiatan keagamaan dan hukuman yang menyadarkan siswa. Adapun pembiasan tindakan moral dilakukan seperti gotong royong, mengumpulkan sampah secara bersama-sama dan berkala, masuk kelas dengan kaki kanan dan memanjatkan doa, memulai kelas pembelajaran dengan berdoa, berbicara dan berperilaku santun, sholat dhuha dan zuhur berjamaah.AbstractThrough this research, the researcher aimed to analyze and integrate the character education strategy in Sumbersari Primary School 1 Kota Malang and Muhammadiyah Primary School 04 Kota Batu, to become a mixed character education strategy that includes morals knowledge,  moral love and moral action. The results of this study indicate that the moral knowledge strategy includes: psychological testing when students want to go to school, planning character education through RPP, transmission of character values through the method of course, character information, extracurricular activities and assessment carried out with the student's character assessment sheets or through tortuous activities. Although the moral strategy of love is achieved through a teacher or character, extracurricular activities, visits to inspiring places such as a hero's grave, character films, 'peer therapy, religious activities and punishment activities that arouse students. While moralizing strategies such as helping each other, collecting trash together and pointing fingers, going to class with your right foot and praying, praying when you start the lesson, speaking and being polite, and pray together.Keywords:character education; inclusion schoolAbstrakPenelitian ini menganalisis dan menggabungkan strategi pendidikan karakter yang ada di sekolah inklusif  yaitu SDN Sumbersari 1 Kota Malang dan SD Muhammadiyah 04 Kota Batu, menjadi strategi  penanaman karakter gabungan yang meliputi pengetahuan moral, cinta moral  dan tindakan moral. Kajian menunjukkan bahwa strategi penanaman pengetahuan moral  meliputi: tes psikologi ketika siswa akan masuk sekolah, perencanaan pendidikan karakter melalui RPP, penanaman nilai karakter proses atau metode pembelajaran, informasi tentang karakter, kegiatan ekstrakurikuler dan penilaian yang dilakukan dengan lembar evaluasi karakter siswa, maupun melalui kegiatan kelompok. Sedangkan cinta moral dilakukan melalui wibawa dan tindakan guru atau inspirasi tokoh teladan, kegiatan ekstrakurikuler, kunjungan ke tempat-tempat yang merangsang seperti Makam Pahlawan, menonton film karakter, kegiatan terapi sebaya, kegiatan keagamaan dan hukuman yang menyadarkan siswa. Adapun pembiasan tindakan moral dilakukan seperti gotong royong, mengumpulkan sampah secara bersama-sama dan berkala, masuk kelas dengan kaki kanan dan memanjatkan doa, memulai kelas pembelajaran dengan berdoa, berbicara dan berperilaku santun, sholat dhuha dan zuhur berjamaah.Kata Kunci:pendidikan karakter; sekolah dasar inklusi
Efektivitas Penggunaan Media Animasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Mhd Saleh; Larassati Woro Andhini Woro Andhini
WAHANA Vol 73 No 2 (2021): Wahana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v73i2.5539

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan media animasi terhadap belajar siswa. Penggunaan media animasi ini dilakukan ketika pembelajaran berlangsung secara daring. Kondisi pembelajaran daring seperti metode yang kurang variasi, pembelajaran yang membosankan bagi siswa dan kurang menarik menjadi problem bagi siswa dan guru sendiri. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menjelaskan tentang efektivitas penggunaan media animasi terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menujukkan bahwa Aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan dengan media animasi pada materi pokok ekosistem kelas V MI Darul Mqinin Jakarta Barat sangat berpengaruh, dengan jumlah nilai rata-rata persentase di kelas eksperimen 85 dan di kelas kontrol 79 dan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan media animasi pada materi pokok ekosistem kelas V MI Darul Muqinin Jakarta Barat berpengaruh nyata, dengan nilai menggunakan Uji-t yaitu thitung ≥ dari ttabel 5,32 ≥ 2,06.
Cyberspace: between Character Changes and Digital Literacy Programs in Elementary Schools in the Independent Curriculum Saleh, Mhd; Solihin, Rahmat
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol 5 No 3 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i3.3979

Abstract

This research aims to describe changes in the character of elementary school-age students due to the influence of cyberspace and digital literacy programs in the independent curriculum in responding to the challenges of cyberspace influence. This research uses a qualitative approach with a literature study. The data and data sources for this research were obtained from a study of cyberspace and its impact on student character and independent curriculum documents regarding digital literacy programs. This research data was collected from previous research, then critically analyzed and presented in a descriptive narrative. From the results of data analysis, it was found that cyberspace had a positive and negative impact on the character of elementary school-age students. Positive character changes if students have good literacy skills and through guidance from parents and teachers. Meanwhile, elementary school students who do not have good literacy and use cyberspace freely without control have a negative impact on their character. As for digital literacy in the independent curriculum learning outcomes, students are more dominant in having digital skills and are not yet comprehensive in the four pillars of digital literacy (digital skills, digital culture, digital ethics, and digital safety ), so the implementation of digital literacy needs to be carried out comprehensively through guidance, parental and teacher control.
New Paradigm Madrasah Ibtidaiyah Learning Assessment Science Saleh, Mhd; Alif Utama, Mohamad Maulidin
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 1 (2024): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v3i1.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kelemahan asesmen pembelajaran sains dan mendeskripsikan secara kritis asesmen pembelajaran sains dengan paradigma baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data penelitian ini diambil dari buku, modul, penelitian dan pedoman Kurikulum Merdeka. Data dianalisis dengan kritis dan disajikan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan asesmen pembelajaran sains merupakan asesmen yang berorientasi kompetensi abad 21, student center, berbasis perkembangan siswa dan asesmen berdiferensiasi. Berdasarkan analisis peneliti, asesmen pembelajaran sains perlu upaya perencanaan maksimal yang membutuhkan waktu lebih banyak dan dilakukan oleh dua guru untuk kelas rendah dan untuk kelas tinggi sudah bisa diterapkan dengan tetap memperhatikan tingkat perkembangan kompetensi siswa. Pengolahan dan pelaporan asesmen pembelajaran sains SD disajikan dengan informatif dari asesmen formatif dan sumatif yang mencerminkan pencapaian kompetensi berupa deskripsi dan digunakan sebagai tindak lanjut proses pembelajaran bagi guru siswa dan orang tua.
Paradigm of Integration of Islamic and Scientific Knowledge: Philosophical Reflection on Islamic Basic Education Saleh, Mhd; Sutrisno, Sutrisno; Arifin, Zainal; Maemonah, Maemonah; Solihin, Rahmat
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 1 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i1.7102

Abstract

This study aims to find the concept and paradigm of the integration of Islamic science and science in Islamic elementary education by examining the idea of the integration of Islamic science and science in higher education and then reflecting it into the context of Islamic elementary education. This study uses a qualitative approach with a type of literature. Data were collected from the literature on integrating Islamic science and science in higher education. The data that has been collected has then been analyzed using the content analysis method. The results of the analysis in the form of the concept and paradigm of the integration of Islamic science and science in higher education were then discussed with curriculum integration experts, elementary education experts, and Islamic religious education experts to reflect it into the context of Islamic elementary education. This study explains that the concept used in integrating Islamic science and science in Islamic elementary education combines the following ideas: Islamisasi Ilmu, Pengilmuan Islam, Integrasi-Interkoneksi in higher education. The paradigm and concept of developing the integration of Islamic science and science in Islamic elementary education is carried out in six steps, namely, development of the integration paradigm, preparation of the curriculum, identification of related Islamic science and science, designing learning, reflection, and innovation.
Cyberspace: between Character Changes and Digital Literacy Programs in Elementary Schools in the Independent Curriculum Saleh, Mhd; Solihin, Rahmat
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 5 No. 3 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i3.3979

Abstract

This research aims to describe changes in the character of elementary school-age students due to the influence of cyberspace and digital literacy programs in the independent curriculum in responding to the challenges of cyberspace influence. This research uses a qualitative approach with a literature study. The data and data sources for this research were obtained from a study of cyberspace and its impact on student character and independent curriculum documents regarding digital literacy programs. This research data was collected from previous research, then critically analyzed and presented in a descriptive narrative. From the results of data analysis, it was found that cyberspace had a positive and negative impact on the character of elementary school-age students. Positive character changes if students have good literacy skills and through guidance from parents and teachers. Meanwhile, elementary school students who do not have good literacy and use cyberspace freely without control have a negative impact on their character. As for digital literacy in the independent curriculum learning outcomes, students are more dominant in having digital skills and are not yet comprehensive in the four pillars of digital literacy (digital skills, digital culture, digital ethics, and digital safety ), so the implementation of digital literacy needs to be carried out comprehensively through guidance, parental and teacher control.