Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effect of Exercise Therapy on Amyotrophic Lateral Sclerosis Patients: A Literature Review Fikri, Nuraini; Hayuningrum, Cicilia Febriyani; Parlian, Nabila Syawala; Putra, Rasya Rizki Hadi; Satya, Gede Ananda Krisna Parama
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/7sd4k345

Abstract

Weakness caused by motor neuron degeneration in Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) can result in avoidance of physical activity, resulting in deconditioning and decreased health-related quality of life. The literature review that the author obtained from previous research has a role in shaping the character of thinking in this study. The articles used in this study were obtained from three databases, namely PubMed, Science Direct and Google Scholar. The keywords used during the search were ALS, Exercise, Therapy, Exercise Therapy, Amyotrophic Lateral Sclerosis, carried out a maximum of 2019. Out of 10 articles, there are 7 articles stated that aerobic exercise therapy and strength training had a positive effect on ALS. While 3 other articles showed changes but were not significant. The results of this preliminary ALSFRS-R study support the safety and feasibility of 12 sessions of supine whole-body stepping in individuals with ALS. This respiratory EMST training program was well tolerated and resulted in positive changes in respiratory and bulbar function in ALS. Our prospective CPET study measured significantly reduced exercise capacity in ALS via non-invasive CPET. Genetically predicted physical activity was not significantly associated with risk of neurodegenerative disorders. A 12-week combined aerobic and strength training program was significantly superior to freezing alone in improving respiratory function, mobility, and well-being in ambulatory ALS patients.
Penatalaksanaan fisioterapi pada post operasi rekonstruksi ACL dengan TENS dan terapi latihan Fikri, Nuraini; Yvonne, Byanca Sylvia; Saputra, Andrew Wijaya; Nesi; Hayuningrum, Cicilia F.; Nuryanto, M. Ruslan
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1364

Abstract

Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah salah satu ligamen yang paling sering mengalami cedera pada area lutut, baik secara langsung maupun tidak langsung dan sering kali tidak hanya satu ligament yang rusak akibat cedera tunggal. Cedera ACL dibagi menjadi 2 yaitu cedera kontak dan non-kontak, pada penelitian ini penulis ingin membahas mekanisme cedera ACL secara non-kontak yang berdasarkan kondisi dan kejadian pasien yang berada di RS Hermina Depok. Kejadian mekanisme cedera ACL yang paling banyak adalah non-kontak. Mekanisme kejadian cedera ACL non-kontak yang paling sering terjadi karena adanya mekanisme rotasional ketika tibia mengalami eksorotasi pada saat kaki menapak dan adanya hiperekstensi paksa pada lutut. Bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dengan modalitas TENS dan Terapi Latihan pada kasus post operasi rekonstruksi ACL sinistra dalam mengurangi nyeri gerak, menambah lingkup gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Setelah dilakukan terapi selama 5 kali pertemuan didapatkan hasil adanya pengurangan nyeri gerak T1 (5) menjadi T5 (2), peningkatan LGS T1 (68◦) menjadi T5 (110◦) dan peningkatan kekuatan otot T1 (3) menjadi T5 (4). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan Fisioterapi dengan modalitas TENS dan Terapi Latihan dapat mengurangi nyeri gerak, meningkatkan LGS dan peningkatan kekuatan otot pada pasien post operasi rekonstruksi ACL.
Dampak latihan fisik terhadap peningkatan motivasi dan kualitas hidup pasien stroke: Artikel review Hayuningrum, Cicilia Febriani; Fikri, Nuraini; Sari, Amandha Aprilia; Purnomo, Ridho
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1648

Abstract

Stroke is a blood vessel disorder that causes acute loss of brain function for 24 hours or more. Stroke sufferers experience permanent disability due to serious neurological deficits caused by stroke, the most significant of which are loss of motor function, as well as induced paralysis, pathological reflexes, and spasticity, which interfere with a person's independent mobility. This review article aims to identify the impact of physical exercise on improving the motivation and quality of life of stroke patients. The method used in this study is a systematic review. Data collection was carried out by searching, documenting and reviewing all articles related to the impact of physical exercise on improving the motivation and quality of life of stroke patients in the period 2019-2024 obtained from the PubMed database. Ten articles were obtained that met the inclusion and exclusion criteria. The articles obtained came from Australia (2 articles), France (1 article), the Netherlands (1 article), South Korea (1 article), Japan (1 article), Germany (2 articles), Taiwan (1 article), Sweden (1 article). The conclusion obtained is that physical exercise can have a positive effect on improving the quality of life of stroke patients, through increasing physical mobility abilities. Stroke adalah gangguan pembuluh darah yang menyebabkan hilangnya fungsi  otak secara akut selama 24 jam atau lebih, penderita stroke mengalami cacat permanen karena  defisit neurologis serius yang disebabkan oleh stroke, yang paling signifikan adalah hilangnya  fungsi motorik, serta kelumpuhan yang diinduksi, refleks patologis, dan spastisitas, yang  mengganggu mobilitas independen seseorang. Artikel review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak latihan fisik terhadap peningkatan motivasi dan  kualitas hidup pasien stroke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan systematic review.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara menelusuri, mendokumentasikan serta meninjau  semua artikel terkait dampak latihan fisik terhadap peningkatan motivasi dan kualitas hidup  pasien stroke dalam kurun waktu 2019-2024 yang diperoleh dari database PubMed. Didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Artikel yang  didapatkan berasal dari Australia (2 artikel), Prancis (1 artikel), Belanda (1 artikel), Korea  Selatan (1 artikel), Jepang (1 artikel), Jerman (2 artikel), Taiwan (1 artikel), Swedia (1 artikel). Keismpulan yang diperoleh adalah latihan fisik mampu memberikan efek positif pada peningkatan kualitas hidup pasien stroke, melalui peningkatan kemampuan mobilitas fisik.
Implementasi Video Edukasi Stretching dan Pernapasan untuk Meningkatkan Kardirespirasi pada Karate Apdi (Anak Penderita Disabilitas Intelektual) Elfiyani, Nur Khotimah; Puspita, Dyas Nurvitasari; Rantika, Wa Ode; Nesi, Nesi; Fuadi, Dela Fariha; Fikri, Nuraini; Handajany, Sofie; Amabel, Elysia; Balqis, Nazwa Azzahra; Dewanti, Yudhistika Rahma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23164

Abstract

ABSTRAK Anak Penyandang Disabilitas Intelektual (APDI) memiliki keterbatasan dalam kapasitas kardiorespirasi dan kemampuan motorik kasar yang berdampak pada kemandirian serta partisipasi sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan video edukasi stretching dan pernapasan berbasis karate adaptif guna meningkatkan fungsi kardiorespirasi dan keterampilan motorik APDI. Program dilaksanakan di Yayasan Asih Budi dengan melibatkan 21 peserta, guru pendamping dan intruktur karate. Intervensi dilakukan melalui pemutaran video edukasi berdurasi lima menit yang menampilkan gerakan stretching dasar karate adaptif, disertai latihan pernapasan dan praktik karate sederhana. Evaluasi dilakukan melalui observasi peserta dan wawancara terhadap guru dan intruktur karate menilai efektivitas media serta respon anak. Hasil menunjukkan bahwa video edukasi meningkatkan antusiasme dan keterlibatan peserta. Gerakan sederhana seperti mengangkat tangan dan menarik napas dapat diikuti dengan baik, namun transisi cepat dari berdiri ke duduk menjadi tantangan bagi sebagian peserta. Instruksi verbal terbukti penting dalam membantu pemahaman dan fokus. Guru menilai video efektif sebagai media pembelajaran, namun perlu penyesuaian tempo dan pengulangan gerakan. Implementasi video edukasi stretching dan pernapasan berbasis karate adaptif terbukti efektif untuk meningkatkan koordinasi gerak, kebugaran, dan kepercayaan diri APDI. Kombinasi media audiovisual dan bimbingan verbal menjadi strategi pembelajaran yang potensial bagi anak dengan disabilitas intelektual. Kata Kunci: Disabilitas Intelektual, Video Edukasi, Kardiorespirasi, Karate Adaptif, Motorik Kasar.  ABSTRACT Children with Intellectual Disabilities (ID) often experience limitations in cardiorespiratory capacity and gross motor skills, affecting their independence and social participation. This activity aimed to implement an educational video on adaptive karate-based stretching and breathing to improve cardiorespiratory function and motor coordination. The programme was conducted at Yayasan Asih Budi, involving 21 participants, teachers and Karate instructor. The intervention consisted of a five-minute educational video demonstrating adaptive karate stretching movements, followed by breathing and basic karate exercises. Evaluation was conducted through participants observation and interviews with teachers and Karate instructor to assess effectiveness and engagement. The educational video increased enthusiasm and participation among participants. Simple movements, such as hand lifting and breathing, were well-followed, though faster transitions from standing to sitting posed challenges. Verbal guidance played a key role in maintaining understanding and attention. Teachers found the video effective as a learning medium but recommended slower pacing and repeated movements. The implementation of an adaptive karate-based stretching and breathing video proved effective in improving motor coordination, fitness, and confidence among children with intellectual disabilities. Combining audio visual materials with verbal guidance presents a promising approach to inclusive learning. Keywords: Intellectual Disability, Educational Video, Cardiorespiratory, Adaptive Karate, Gross Motor Skills.