Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FLEKSIBILITAS SEBAGAI KUNCI MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI DALAM KEBUGARAN JASMANI Parwata, I Made Yoga; Sena, I Gede Arya; Adi Putri, Ni Made Rininta
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3586

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat berujung pada komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi diderita oleh sekitar 1,13 miliar orang di dunia dan menjadi salah satu penyebab utama kematian dini. Berbagai faktor dapat menyebabkan hipertensi, termasuk pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, stres, dan faktor genetik. Salah satu pendekatan untuk mengelola hipertensi adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, dan Olahraga. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai penelitian yang relevan tentang hubungan antara fleksibilitas tubuh dan tekanan darah. Penelitian yang digunakan mencakup studi eksperimental, klinis, dan observasional yang menguji efek latihan fleksibilitas, terhadap tekanan darah pada individu dengan hipertensi. Pencarian dilakukan melalui data Base sinta dan Google Scholar dengan kata kunci fleksibilitas, tekanan darah, yoga. Hasil-hasil dari studi-studi ini dianalisis untuk mengevaluasi mekanisme fisiologis yang mungkin menjelaskan hubungan antara fleksibilitas dan hipertensi. Fleksibilitas tubuh yang diukur melalui rentang gerak sendi berperan penting dalam meningkatkan keseimbangan tubuh, mengurangi cedera, dan memperbaiki fungsi otot. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan yang meningkatkan fleksibilitas, dengan latihan yoga, dapat menurunkan tekanan darah, terutama pada individu dengan hipertensi. Berdasarkan analisis studi literatur yang dilakukan, ditemukan bahwa latihan fleksibilitas, memiliki efek positif dalam menurunkan tekanan darah pada individu yang mengalami hipertensi. Selain itu, latihan fleksibilitas juga diketahui membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan fungsi jantung serta sirkulasi darah, yang mendukung penurunan tekanan darah secara keseluruhan. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara fleksibilitas tubuh dan penurunan tekanan darah, terutama melalui latihan yang meningkatkan fleksibilitas. Oleh karena itu, latihan yang meningkatkan fleksibilitas tubuh, seperti yoga, dapat menjadi salah satu intervensi preventif dan terapeutik yang efektif dalam mengelola hipertensi dan mendukung kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
Hubungan Kelincahan terhadap Keterampilan Menggiring Bola pada Pemain Sepak Bola di SMA Negeri 1 Tembuku Tismayanthi, Ni Komang Jely; Parwata, I Made Yoga; Sena, I Gede Arya
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2487

Abstract

Teknik dasar menggiring bola harus dikuasai oleh setiap pemain sepak bola didalam permainan sepak bola membutuhkan komponen fisik kelincahan sangat diperlukan dalam teknik menggiring bola untuk menghindari bola dari lawan dengan kecepatan yang maksimal. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi korelasi berupa analisis statistik deskriptif. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 36 orang yang berusia 16-17 tahun yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Illinois Agillity Run Test digunakan untuk mengukur kelincahan dan Soccer Dribbling Test digunakan untuk mengukur kemampuan menggiring bola. Untuk menguji hipotesis dilakukan uji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji pearson product moment untuk mengetahui derajat korelasi antara variabel kelincahan dan variabel menggiring bola didapatka nilai signifikan 0,000 dimana menunjukkan bahwa adanya korelasi kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola. Angka koefisien korelasi adalah 0,637 yang artinya korelasi kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola kuat. Koefisien korelasi bertanda positif.
KEBUGARAN FISIK ANAK USIA REMAJA PESERTA EKSTRAKURIKULER GAME E-SPORT UNTUK KEMAMPUAN FLEKSIBILITAS LEHER DI SMA HARAPAN DENPASAR Yastika, Gede Esa; Sena, I Gede Arya; Daryono
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.4264

Abstract

This study aims to determine whether contract relaxation, stretching, and massage exercises can improve the neck flexibility of teenage children participating in E-Sport Game Extracurricular at Harapan Denpasar High School. This study used a pre-experimental method with a one-group pre-test and post-test design. The research sample consisted of 20 people selected based on exclusion and dropout. The Neck Disability Index (NDI) and Goniometer. This research was conducted 12 times in a meeting. The Shapiro-Wilk test was used to test the normality of the study's results, and the paired sample T-test was used to test the research hypothesis. Both the ROM and neck functional ability data were analyzed. Therefore, we can conclude that both the neck ROM data and neck functional ability follow a normal distribution. The paired-sample T test results for neck ROM and NDI of teenage children participating in extracurricular e-sports games show a significant value of 0.000. This indicates that the provision of Contract Relax Stretching and Massage is effective in improving neck flexibility. This is evidenced by an increase in the percentage of neck ROM flexibility values in active motion neck flexion samples, which increased by 9.9%, and in active motion neck extension samples, which increased by 11.5%. The percentage value of improvement in neck functional ability is 25%. Therefore, we can conclude that providing contract, relax, stretch, and massage exercises has increased neck flexibility.
Pemberian Peregangan Statis Memperbaiki Respon Fisiologis Pada Penabuh Gangsa Desa Darmasaba Menjelang Pementasan Sari, Ni Luh Made Reny Wahyu; Suparsa, I Made Dedi; Arini, Putu Ayu Meka; Sena, I Gede Arya
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini menganalisa dampak latihan peregangan statis terhadap penurunan keluhan muskuloskeletal dan beban kerja pada penabuh gangsa di Desa Darmasaba, Badung, Bali. Gamelan Bali, khususnya Gamelan Gong Kebyar, memerlukan latihan intensif yang dapat menyebabkan keluhan muskuloskeletal akibat gerakan berulang dan postur yang statis. Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimen satu grup pre-post dengan total sampel 10 penabuh gangsa, berusia 20-30 tahun. Selama 12 sesi dari Mei hingga Juni 2023, penelitian ini dilakukan pada penabuh gangsa yang akan melakukan pementasan. keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan Verbal Rating Scale (VRS) dan beban kerja diukur melalui denyut nadi kerja. Hasil Penelitian: Hasil penelitian setelah 12 kali pemberian Latihan peregangan statis pada pergelangan tangan, didapat, p=0,000 maka p<0,05 dapat diartikan hipotesis alternatif diterima bahwa adanya penurunan nyeri pada pergelangan tangan pada penabuh gangsa menunjukkan penurunan signifikan pada keluhan nyeri pergelangan tangan dengan rerata penurunan 41,9%, dan penurunan beban kerja yang ditunjukkan dengan penurunan denyut nadi setelah perlakuan. Kesimpulan: Latihan peregangan statis terbukti memperlancar sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot-otot, meningkatkan elastisitas jaringan, serta mengurangi nyeri otot. Dengan demikian, disimpulkan bahwa latihan peregangan statis efektif dalam memperbaiki respon fisiologis pada penabuh gangsa, mengurangi keluhan muskuloskeletal, dan menurunkan beban kerja. Direkomendasikan latihan peregangan statis dilakukan lebih lama dan rutin, baik sebelum, selama, maupun setelah latihan.