Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IbM PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN UNTUK MENCEGAH PENULARAN VIRUS COVID 19 PADA MASA PANDEMI Juni Astuti, Engrid; Rafikayanti, Agustin; Muchlisin, M. Artabah; Rohmaturrizqi, Arvil; Bilgis Nurfatiyah, Rize; Huda Prastyo, Miftahul; Ikka Choirun Nisa, Vasda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2562-2569

Abstract

IbM kali ini menggunakan mitra siswa sekolah menengah SMP Muhammadiyah 4 Singosari. Sekolah menengah ini berada di jalur protokol Singosari dan lokasi yang sangat strategis karena berada didekat pusat kecamatan Singosari. SMP ini terdiri dari kelas I sampai dengan kelas III dengan jumlah siswa total sekitar 150 siswa yang terbagi menjadi 6 kelas belajar. Disini pengabdi akan melakukan pelatihan terhadap siswa sekolah kelas 2 untuk membuat sabun cuci tangan yang bisa digunakan untuk mencegah penularan virus COVID-19 pada saat pandemi. Jumlah siswa kelas 2 yang mengikuti kegiatan berjumlah sekitar 25 orang siswa beserta guru pendamping kelas. Saat ini seperti yang kita ketahui pada masa pandemi bahwa penyebaran virus COVID-19 sangat tinggi dan fluktuatif. Hingga tahun 2022 pulau jawa masih mengharuskan pembatasan aktifitas sosial di masyarakat, serta untuk kegiatan pembelajaran sampai tahun 2022 masih dibatasi dengan media Daring. Pencegahan Covid pada masa itu masih disarankan menggunakan masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak. Untuk mencuci tangan seperti yang kita ketahui selain handsanitizer yang digunakan dalam keadaan darurat maka harus digunakan sabun cuci tangan. Dalam proses pendampingan siswa akan dilakukan awal dengan pemberian pretest tentang dasar pembuatan sabun dan teori kimia yang mendasari proses penyabunan. Kemudian akan dilakukan pemberian materi berupa teknik bagaimana cara pembuatan sabun beserta teori yang mendasari teknik penyabunan. Kemudian akan dilakukan proses pembuatan sabun dan juga cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Diakhir sesi pelatihan diadakan post test kegiatan untuk mengukur tingkat pemahaman dari siswa atas materi yang disampaikan dan didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pemahaman siswa setelah membandingkan hasil pretest dan post test.
Evaluasi interaksi obat potensial pada terapi pasien rawat inap di Rumah Sakit UMM Asmiati, Elva; Nisa, Vasda Ikka Choirun; Rohmaturrizqi, Arvil
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1300

Abstract

Peningkatan kompleksitas terapi pada pasien rawat inap meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas maupun keamanan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi interaksi obat berdasarkan jumlah kejadian, mekanisme, tingkat keparahan, dan rekomendasi penyelesaian pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian dilakukan secara observasional retrospektif menggunakan data rekam medis pasien bulan Desember 2021 dengan total 32 sampel pasien yang menerima minimal lima obat. Hasil analisis menunjukkan bahwa (65,6%) pasien mengalami lebih dari satu interaksi obat potensial. Mekanisme interaksi terbanyak adalah farmakodinamik (62,2%), diikuti farmakokinetik (30,6%). Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori moderat mendominasi (65,3%), sedangkan mayor sebesar (21,4%) dan minor (13,3%). Rekomendasi penyelesaian terbanyak adalah pemantauan ketat (monitoring closely) sebesar 58,2%, disusul dengan penggantian obat dan penyesuaian dosis. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran farmasis klinik dalam mengidentifikasi dan memantau interaksi obat untuk meningkatkan keselamatan dan efektivitas terapi pasien di rumah sakit.