Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Akuntansi'45

PERLAKUAN AKUNTANSI PIUTANG DAN PIUTANG TAK TERTAGIH PADA CV. KANI GORO INDONESIA DI SURABAYA astrilarasati; Wiratna Wiratna
AKUNTANSI 45 Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.201 KB) | DOI: 10.30640/akuntansi45.v1i1.94

Abstract

Penjualan kredit merupakan penjualan dengan cara mengirimkan barang sesuai dengan order yang diterima dari pembeli dan untuk jangka waktu tertentu perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut. Berbeda dengan penjualan tunai, uang langsung dibayar oleh pembeli pada waktu transaksi penjualan, maka penjualan kredit pembayarannya dapat diterima beberapa waktu kemudian sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh penjual dan pembeli. Catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur penjualan kredit adalah: jurnal penjualan, kartu piutang dan kartu persediaan. Dengan adanya penjualan kredit akan timbul adanya piutang dagang. Piutang merupakan imbalan atas barang dan jasa yang diberikan dalam bentuk uang dan merupakan hak perusahaan terhadap pihak – pihak yang berkewajiban terhadap perusahaan. Piutang sangat penting dan memiliki nilai yang signifikan terhadap aktiva lancar perusahaan karena didalam suatu perusahaan dagang maupan jasa. Pendekatan penelitian yang dilakukan dengan melakukan observasi melalui dokumen, catatan dan laporan keuangan perusahaan. Dengan ini menghasilkan pendekatan bersifat kualitatif. Ruang lingkup penelitian ini membahas perlakuan akuntansi piutang mulai dari pencatatan, pengakuan, pengukuran piutang dan juga pencatatan piutang tak tertagih. Obyek dari penelitian ini adalah CV. Kani Goro Indonesia Surabaya. Perusahaan ini bergerak dibidang perdagangan berbagai macam spare part sepeda dan mobil. Penulis mendapatkan temuan bahwa perusahaan masih menggunakan pencatatan piutang tak tertagih dengan metode langsung tanpa menyisihkan cadangan untuk piutang tak tertagihnya, sehingga pencatatan piutang pada neraca jumlahnya besar.
Pentingnya Pemadanan NIK – NPWP Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Serta Tata Cara Validasinya Tjandra Wasesa; Heri Toni Hendro Pranoto; Diana Zuhroh; Sutini Sutini; Wiratna Wiratna
AKUNTANSI 45 Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/akuntansi45.v4i2.1813

Abstract

Taxes are the highest contributor to state revenue in the State Revenue and Expenditure Budget. This cannot be separated from the role of taxpayers' awareness in fulfilling their tax obligations, including making timely and annual tax payments and reporting. However, in practice, there are still many taxpayers who experience difficulties in carrying out their tax obligations. Taxpayers who find it difficult to report taxes electronically are directed to fill in the Annual Personal Income Tax Return and match the NIK-NPWP. One of the DJP programs for 2023, namely matching NIK and NPWP, is a national policy in the context of integrating population and taxation data. This new breakthrough is expected to make it easier for taxpayers in tax administration by only using NIK as a substitute for NPWP.The government again reminds Taxpayers to match their Population Identification Number (NIK) and Taxpayer Identification Number (NPWP) before 31 December 2023. This is because if the matching has not been carried out and the NIK and/or NPWP data is invalid, then the Taxpayer will not can access the services provided by the Directorate General of Taxes (DJP) on DJP Online.For this reason, taxpayers are expected to be able to immediately match their NIK and NPWP before the deadline for using the 15-digit NPWP ends so that they can continue to use tax services at DJP Online which can help taxpayers fulfill their tax obligations more easily and efficiently.
Efektivitas Penerapan Metode Penyusutan Aset Tetap Pada Usaha Jasa Biro Travel Heri Toni Hendro Pranoto; Tjandra Wasesa; Diana Zuhroh; Sutini Sutini; Wiratna Wiratna
AKUNTANSI 45 Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/akuntansi45.v4i2.1876

Abstract

Efforts to apply the fixed asset depreciation method in a company are an important policy, because determining the amount of depreciation expense affects the size of the company's profit and the decisions to be taken in the next operational period.For companies that rely on the use of vehicle fixed assets to generate income, it is more effective to apply the fixed asset depreciation method using the multiple decreasing method, because in the early years of use the assets can be used for more work to obtain income, so that the depreciation of the assets also increases. You will also be charged more in the early years of use.