Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Statistika

Identifikasi dan Inventarisasi Ekosistem Gunung Api Ruang Menggunakan Data Landsat dan Quickbird Muchlisin Arief
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v14i1.1082

Abstract

Untuk melakukan inventarisasi dan mengidentifikasi ekosistem di Gunung api Ruang denganmenggunakan data satelit Landsat multispektral serta data multispektral dan pachromaticQuickbird, Beberapa metoda telah dicoba dari operasi antar band, indeks vegetasi normal sampaiklasifikasi. Dan yang mendekati kearah realita adalah metoda klasifikasi. Penggunaan datamultispektral yang digabungkan dengan band panchromatik menghasilkan kualitas citra klasifikasiyang lebih tajam dibandingkan hanya menggunakan data multispektral saja. Berdasarkan hasilanalisa, dalam kurun waktu kuran lebih tiga tahun perubahan ekosistem pemukiman bertambahsebesar 18.62 %. Semak belukar-2 (vegetasi rapat) berkurang sebesar 21.78 % dan semak belukar-1 (vegetasi jarang) bertambah sebanyak dua kali lipat luasnya. Hal ini menandakan bahwa banyaksemak belukar (daerah subur) dikonversi menjadi kebun dan lapisan lava akibat ltusan tahun 2002telah kembali ditumbuhi oleh tumbuhan atau telah bervegetasi. Sedangkan lapisan piroklastikbetambah luasanya yang menandakan bahwa gunung api Ruang sampai saat ini masihmengeluarkan batuan maupun material lainnya.
Pengembangan Metode Lyzenga untuk Deteksi Terumbu Karang di Kepulauan Seribu dengan Menggunakan Data Satelit AVNIR-2 Muchlisin Arief
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v13i2.1074

Abstract

Penelitian tentang deteksi terumbu karang dan objek dibawah perairan dangkal sudah banyakdilakukan di Indonesia. Akan tetapi penelitian yang dilakukan lebih banyak dengan pengukuranlangsung dilapangan. Metode yang dikembangkan dari metode yang pernah dilakukan oleh Lyzengadengan memanfaatkan teknologi peginderaan jauh. Metode deteksi terumbu karang Lyzengamenggunakan operator Depth Invarian Indexs (DII) dengan mengikut sertakan koreksi kolom airki/kj Global (nilai ki/kj yang sama untuk seluruh citra) dan nilai ki/kj dapat menentukanhomogenitas suatu region. Dengan asumsi bahwa suatu citra terdiri dari beberapa region homogen,maka pengembangan metode ini, menggunakan nilai Ki/kj regional artinya nilai tidak konstan untukseluruh (diambil dari beberapa region yang dianggap homogen). Metode ini telah diaplikasikanmenggunakan data satelit AVNIR-2 tanggal 3 Agustus 2009 untuk Kabupaten Kepulauan Seribu danhasil dari pemerosessannya lebih baik (mengandung sedikit kesalahan) bila dibandingkan denganmetode Lyzenga.