Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

STUDI FRAKSI VOLUME SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT KARBON FAHRUL UMAM, AHMAD; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu penetahuan dan teknologi dalam dunia teknik khususnya pada penggunaan bahan komposit mengalami peningkatan dikarenakan kebutuhan akan bahan yang memiliki kekuatan serta harga yang ekonomis, selain itu bahan jenis komposit memiliki sifat mudah dibentuk sesuai kebutuhan baik dalam segi kekuatan maupun keunggulan sifat yang lain. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat serat karbon dengan matrik polyester. Penelitian ini akan diaplikasikan pada pembuatan body mobil sport sebagai pengganti logam yang mempunyai sifat lebih keras dan ringan. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil pengujian tarik kekuatan komposit terbesar pada fraksi volume serat (Vf)= 55% yaitu sebesar 604.81Mpa, sedangkan kekuatan tarik terendah pada fraksi volume serat (Vf)= 25% yaitu 415.5Mpa. idenftifikasi patahan penampang menunjukkan bahwa mekanisme kegagalan yang terjadi adalah lepasnya serat dengan matrik (fiber pull out) dan lapisan antar serat matrik pecah (delamination)
PENGARUH TEMPERATURE ANNEALING TERHADAP KEKUATAN MEKANIS PADA DAERAH HAZ PENGELASAN GMAW SEMI OTOMATIS BAJA SS 400 PADA BOGIE KERETA API SULISTYO, RIZKY; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses assembling di PT. INKA sebagian besar menggunakan proses pengelasan. dalam proses assembly sering dijumpai beberapa masalah, misalnya terjadi retak pada daerah Heat affected zone (haz) pengelasan. Melihat masalah retak yang terjadi pada proses assembly maka diperlukan peningkatan nilai kekerasan dan ketangguhan dengan proses perlakuan panas (heat treatment) annealing. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah SS 400. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan data secara sistematis, faktual dan akurat mengenai hasil yang diperoleh selama pengujian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh nilai kekerasan, ketangguhan serta struktur metallography baja SS 400. Adapun standar pengujian menggunakan ASTM E23, ASTM E18, dan ASTM E3. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terjadi pengaruh terhadap nilai kekerasan maupun nilai ketangguhan baja SS400. nilai kekerasan tertinggi terjadi pada variasi temperatur 6000C sebesar 27.4 HRc, sedangkan nilai kiekerasan terendah pada variasi temperatur 8000C sebesar 21.3 HRc. Sedangkan nilai kekuatan impak tertinggi terjadi pada variasi temperatur 7000C sebesar 2.88 (Joule/mm2), sedangkan untuk kekuatan impak terendah yaitu pada variasi temperatur 6000C sebesar 2.24 (Joule/mm2). Hasil foto mikro menunjukan bahwa pada temperatur 5000C dan 6000C memiliki struktur coarse ferrite, semakin tinggi temperatur pemanasan maka butiran perlit dan ferit semakin membesar dan tertata butirannya.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR TERHADAP KEKUATAN BENDING PADA ALUMINIUM MENGGUNAKAN MESIN CENTRIFUGAL CASTING HAFIDZ AMINUDDIN, MUCHAMMAD; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kehidupan manusia sangatlah pesat diikuti oleh kebutuhan material terutama yang berasal dari logam. Proses pengecoran logam yang terdapat di pasaran masih menggunakan metode tradisional dengan cara menggunakan pengecoran tuang, cetakan pasir dan menggunakan proses pengelasan, untuk mengembangkan metode tradisional pengecoran centrifugal casting sangat cocok guna memproduksi pipa tanpa sambungan. Proses pengecoran yang digunakan yaitu menggunakan metode centrifugal casting dengan mengatur kecepatan putaran motor menggunakan variasi kecepatan 500 rpm, 750 rpm dan 1000 rpm karena memiliki keunggulan proses pembekuan yang merata, memiliki permukaan yang merata, menghasilkan produk pipa tanpa sambungan, dan kecepatan bisa diatur. Dengan menggunakan aluminium, aluminium dilebur menggunakan tungku dengan suhu 600?C hingga aluminium menjadi cair kemudian dimasukkan kedalam cetakan centrifugal casting. Sebagai pendukung dilakukan uji Bending dan uji Tarik. Hasil dari penelitian pengaruh variasi kecepatan putar 500 rpm, 750 rpm dan 1000 rpm dengan uji bending berturut-turut sebesar 916,65 MPa, 1008,32 MPa Berdasarkan simpulan dari penelitian ini bahwa kecepatan putar mempengaruhi dari uji bending. Kecepatan putar yang optimum terdapat pada 1000 rpm dengan 1216,65 MPa. Kata kunci : centrifugal casting,pengecoran Aluminium, variasi putaran.
PENGARUH ARAH ORIENTASI SERAT IJUK DAN SERAT E-GLASS TERHADAP KEKUATAN GESER KOMPOSIT HYBRRID DENGAN RESIN POLYESTER ANDREAWAN, AGUNG; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi otimotif bahan komposit sangat diperlukan dalam pembuatan bodi mobil khususnya bagian bumper depan ,disisi komposit mempunyai sifat mudah dibentuk, difabrikasikan dan memiliki bobot yang lebih ringan. Komposit ini menggunakan serat alam yaitu serat ijuk, dimana serat ijuk sendiri belum digunakan secara maksimal khususnya pada bidang otomotif. Pada tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arah orintasi serat komposit hybrid serat ijuk acak dan serat E-glass anyam dengan resin polyester terhadap kekuatan geser. Dalam pembuatan komposit ini bahan yang digunakan adalah serat E-glass anyam, serat ijuk acak dengan ketebalan 1 mm ± 0,5 mm, resin unsaturated polyester 157 BTQN, dan katalis MEKPO. Susunan serat dimana serat ijuk dibagian atas dan serat E-glass dibagian bawah. Variasi arah orintasi serat 0°,30° , 45° , 60° dan 90°. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dan press mold. Pengujian geser ini menggunakan standar ASTM D5379. Komposit diamati secara visual dengan foto makro untuk mengetahui bentuk penampang patahan akibat pengujian geser. Setelah dilakukan pengujian geser dapat disimpulkan hasil dari kekuatan geser diperoleh kekuatan geser rata-rata tertinggi pada arah orientasi serat sudut 30° yaitu sebesar 65 MPa, sedangkan untuk kekuatan geser rata-rata terendah pada arah orientasi serat sudut 90° yaitu sebesar 38.06 MPa. Kata kunci: Orientasi serat, Komposit hybrid, Serat ijuk, Serat E-glass, Resin polyester, Kekuatan geser.
PENGARUH TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKERASAN PADA PEMBUATAN PIPA TIMAH (SN) DENGAN MENGGUNAKAN MESIN CENTRIFUGAL CASTING DWI TYASTANDO, RONALDO; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan berjalannya waktu metode pengecoran cukup berkembang salah satunya metode pengecoran dengan centrifugal casting, pada metode tradisional terjadi porositas atau cacat ruang dan nilai kekerasan yang menurun akibat pembekuan yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap kekerasan dan porositas pembuatan pipa timah menggunakan mesin centrifugal casting. Pengecoran dalam penelitian ini menggunakan metode centrifugal casting dan memberikan variasi temperature tuang yang dapat mempengaruhi sifat mekanis hasil coran dengan suhu 235°C, 255°C, 275°C.. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah timah (Sn). Pengujian pada penelitian ini yaitu pengujian kekerasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada variasi temperatur tuang terhadap kekerasan hasil coran. Pada hasil pengujian kekerasan pada temperatur tuang 235°C memiliki nilai kekerasan tertinggi yaitu sebesar 61,2 HRB, pada temperatur tuang 255°C nilai kekerasan semakin menurun yaitu 54,9 HRB dan pada temperatur tuang 275°C terdapat nilai kekerasan terendah sebesar 43,3HRB. Kata kunci: Timah (Sn), Centrifugal Casting, Temperatur Tuang, Kekerasan Abstract As time goes by casting methods sufficiently developed one foundry with centrifugal casting method, the traditional method of porosity or defects occur space and hardness value decreased due to freezing of time. The purpose of this study was to determine the effect of temperature on the hardness and porosity cast lead pipe manufacture using centrifugal casting machine. The casting in this study using a centrifugal casting method and provide castings temperature variations that can affect the mechanical properties of casting product with a temperature of 235° C, 255 ° C, 275 ° C.. This research is an experimental research. The material used in this study is a tin (Sn). Testing in this study is testing hardness. The results showed that there was a significant effect on temperature variations casting product castings to violence. In the hardness test results at a temperature of 235 ° C castings have the highest hardness value that is equal to 61.2 HRB, at a temperature of 255 ° C pour decreasing hardness value is 54.9 HRB and at a temperature of 275 ° C castings are the lowest hardness value of 43.3HRB. Keywords: Tin (Sn), Centrifugal Casting, Casting Temperature, Hardness.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN CENTRIFUGAL CASTING PADA PROSES PENGECORAN TIMAH TERHADAP POROSITAS JAMAL ABDUH, MUHAMMAD; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah pengecoran dimulai ketika manusia mengetahui mencairkan logam dan membuat cetakan, dengan berjalannya waktu dan kemajuan teknologi maka metode pengecoran logam mulai berkembang, salah satunya yaitu metode centrifugal casting. Pengecoran pembuatan pipa berbahan timah paduan (Sn) dengan menggunakan metode centrifugal casting pada variasi kecepatan putar. Tujuan dari variasi kecepatan putar adalah dan meniminalisir porositas pada material, variasi kecepatan yang digunakan adalah 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm. Pada proses pengecoran material timah paduan (Sn) dipanaskan hingga 231?C sampai mencair. Kemudian cairan timah dituangkan kedalam cetakan centrifugal casting dan mengatur variasi kecepatan putar. Sebagai pendukung maka dilakukan uji porositas, dan dye penetrant. Hasil dari porositas penelitian pengaruh dari variasi kecepatan putar 500 rpm ,1000 rpm, 1500 rpm berturut-turut sebesar 5,6%, 3,7%, dan 2,5% dan pada dye penetrant. Variasi kecepatan putar yang optimum untuk meminimalisir porositas dan dye penetrant adalah 1500 rpm dengan 2,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin cepat kecepatan putar centrifugal casting maka dapat meminimalkan porositas material.
PENGARUH TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKERASAN PADA PEMBUATAN PIPA ALUMINIUM DENGAN MENGGUNAKAN MESIN CENTRIFUGAL CASTING SAMSODIN, MOH; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAluminium merupakan logam yang banyak digunakan dalam bidang industri dan teknik. Akibat banyaknya pengunaan aluminium juga menimbulkan masalah terhadap banyaknya limbah aluminium yang dampaknya berbahaya untuk lingkungan. Sehingga perlu dilakukan daur ulang dari limbah aluminium. Salah satu cara untuk mendaur ulang limbah aluminium adalah dengan pengecoran sentrifugal atau centrifugal casting. Centrifugal casting cocok digunakan untuk pengecoran pipa. Pembuatan pipa berbahan aluminium komersial dengan memvariasikan temperatur tuang menggunakan mesin centrifugal casting. Tujuan dari variasi temperatur tuang untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap kekerasan pada proses centrifugal casting. Variasi yang digunakan 680?C, 700?C, 720?C. Proses centrifugal casting yaitu dengan memanaskan aluminium dalam tungku hingga mencair pada temperatur yang diinginkan, kemudian cairan aluminium dimasukkan ke dalam cetakan centrifugal casting, dan tunggu hingga aluminium membeu selama 2 menit. Setelah mendapatkan hasil coran dilakukan pengujian kekerasan untuk mengetahui berpengaruh atau tidaknya variasi temperatur tuang. Hasil uji kekerasan yang didapat seiring naiknya temperatur tuang nilai kekerasan semakin menurun, pada temperatur tuang 680?C, 700?C, 720?C dengan nilai kekerasan 77,4 HRB, 75,3 HRB, 71,23 HRB. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini semakin tinggi temperatur tuang semakin rendah nilai kekerasan.Kata kunci : centrifugal casting, temperatur tuang, aluminium paduan, uji kekerasan.
ANALISA PENGARUH VARIASI KETEBALAN PLAT TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA SAMBUNGAN LAS BUTT JOINT MILD STEEL SS 400 RENI PRASTIWI, AFIT; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas uji statistik pengelasan dengan busur listrik elektroda berselaput (fluks) atau disebut juga dengan istilah Shield Metal Arc Welding (SMAW). Permasalahan yang sering terjadi adalah keretakan pada komponen alat berat seperti boom excavator. Metode penelitian yang digunakan statistika deskriptif kuantitatif. Uji Tarik dilakukan secara eksperimental dan simulasi pada softwere Solidwork, kemudian membandingkan data hasil eksperimen Uji Tarik dengan hasil simulasi Uji Tarik pada softwere Solidwork, dimana hasilnya berupa data kuantitatif. Dari data hasil Uji Tarik menunjukkan bahwa ketebalan plat pengganti pada sambungan las mild steel SS 400 berpengaruh terhadap nilai kekuatan tarik. Spesimen ketebalan 8 mm dan 12 mm memiliki nilai kekuatan tarik terendah dengan rata-rata 403,5 N/mm². Spesimen ketebalan 10 mm dan 12 mm memiliki nilai kekuatan tarik rata-rata 476,1 N/mm². Spesimen ketebalan 12 mm dan 12 mm memiliki nilai kekuatan tarik rata-rata 476,1 N/mm². Spesimen ketebalan 12 mm dan 14 mm memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi dengan rata?rata 478,3 N/mm². Spesimen ketebalan 12 mm dan 16 mm memiliki nilai kekuatan tarik rata-rata 471,9 N/mm². Hasil kekuatan tarik berbasis simulasi softwere Solidwork secara numerik memiliki nilai kekuatan tarik yang sama dengan nilai kekuatan tarik yang dilakukan secara eksperimental. Kata kunci: Variasi Ketebalan Plat, Kekuatan Tarik, Sambungan Las Butt Joint, Mild Steel SS 400.
HUBUNGAN VARIASI TEMPERATUR TUANG PADA PENGECORAN LOGAM TIMAH DENGAN POROSITAS HASIL CORAN FAISALHARIYANTO, ACHMAD; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26386

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya cacat porositas pada pengecoran logam adalah temperatur tuang. Adapun tujuan dari untuk mengetahui hubungan temperatur penuangan dengan porositas hasil coran logam timah dan mengetahui cara mengukur porositas benda hasil coran dengan menggunakan metode non destruktif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode analisis data korelasi. Adapun variable yang terdapat pada tugas akhir ini adalah variable terikat yaitu porositas, variable bebas yaitu temperatur tuang dan variable control yaitu logam timah dan tungku peleburan. Dalam penelitian pengecoran logam ini peneliti menggunakan bahan dasar logam timah. Hasil yang didapat dalam penelitian eksperimen ini, dimana pada masing-masing temperatur tuang menghasilkan rata-rata cacat porositas yaitu pada temperature 232 OC adalah 7, pada temperature 252 OC adalah 12 dan pada temperature 282 OC adalah 19. Kata Kunci: Cairan Penetran, Pengecoran Timah, Porositas, Variasi Temperatur.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TEMPERATUR CETAKAN PADA PENGECORAN LOGAM ALUMUNIUM TERHADAP POROSITAS HASIL CORAN DAN DIUJI MENGGUNAKAN METODE NON DESTRUKTIF HAQQI, ADDINUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26544

Abstract