Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HIBRID BERPENGUAT SERAT E-GLASS DAN SERAT IJUK (ACAK-ANYAM-ACAK) TERHADAP KEKUATAN TARIK DENGAN MATRIK POLYESTER SAKTI LAVIYANDA, OKTA; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit hibrid yang merupakan gabungan dari beberapa lapisan penguat serat berbeda yang disusun dengan jumlah dan urutan tertentu dan diikat dengan matrik polimer, dimana sifat mekanis dari masing?masing serat berbeda. Dalam penelitian ini digunakan matriks polyester BQTN 157, serat pohon aren (ijuk), serat E-Glass dan katalis methil ethyl keton peroxide. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat komposit hibrid berpenguat serat E-Glass acak dan serat ijuk anyam susunan lamina acak-anyam-acak terhadap kekuatan tarik bermatrik poliester. Bahan komposit hibrid dibuat dengan metode cetak tekan (press mold). Pengujian tarik komposit menggunakan standart ASTM D638. Pengamatan visual dengan foto makro dilakukan untuk mengetahui bentuk penampang patahan akibat beban pengujan tarik dan pengujian geser. Hasil penelitian komposit hibrid berpenguat serat ijuk dan serat E-Glass acak-anyam-acak dengan resin polyester menggunakan fraksi volume serat 10:35, 15:30, 22.5:22.5, 30:15, dan 35:10 (% volume). Pada fraksi volume serat 10:35 memperoleh kekuatan tarik tertinggi yaitu 129.02 MPa, sedangkan pada fraksi volume 35:10 menghasilkan kekuatan tarik terendah yaitu 77.48 MPa. Kata kunci : Komposit Hibrid, Fraksi Volume, E-Glass, Ijuk, Kekuatan Tarik, Poliester.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT BAMBU ACAK DAN E-GLASS ANYAM DENGAN RESIN POLYESTER TERHADAP KEKUATAN BENDING RIYANTO, ADETYA; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat komposit hybrid bambu acak dan serat e-glass anyam dengan resin polyester terhadap kekuatan bending. Dalam pembuatan komposit ini bahan yang digunakan adalah serat e-glass anyam, bambu acak, resin unsaturated polyester 157 BTQN, dan katalis MEKPO. Susunan serat selang-seling dimana bagian luar serat bambu. Variasi fraksi volume 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dan press mold. Pengujian bending menggunakan standar ASTM D790-02. Komposit diamati secara visual untuk mengetahui bentuk penampang patahan akibat pengujian bending. Pada pengujian bending diperoleh kekuatan bending rata-rata tertinggi pada fraksi volume serat 40% yaitu sebesar 102 MPa, sedangkan untuk kekuatan bending rata-rata terendah diperoleh pada fraksi volume serat 20% yaitu sebesar 39 MPa. Mekanisme kegagalan yang terjadi dari hasil pengujian bending secara makro menunjukakan hasil terbaik pada fraksi volume serat 40%.Pada fraksi volume 40% ikatan interface cukup baik hanya sedikit serat yang mengalami fiber pull out dan matrik crack juga berkurang menandakan ikatan interfacial sangat baik.Kata kunci: Komposit Hybrid, Serat E-glass, Serat Bambu, Fraksi Volume , Kekuatan Bending.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR MESIN CENTRIFUGAL CASTING PADA PROSES PENGECORAN ALUMINIUM TERHADAP KEKERASAN DAN POROSITAS RENDIANA PUTRA, LEO; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembuatan pipa metode tradisional masih menggunakan proses bending dan pengelasan untuk membuat sebuah pipa dan pembuatan platnya menggunakan pengecoran tuang sehingga sering terjadinya porositas dan kekerasan yang menurun akibat dari pembekuan yang terlalu lama. Solusinya yaitu membuat pengecoran dengan metode centrifugal casting karena memiliki keunggulan proses pembekuan yang bisa diatur kecepatannya, dapat memproduksi pipa tanpa sambungan, dan Menghasilkan produk coran yang relatif bebas dari gas dan porosity . Proses pengecoran dilakukan dengan mengatur kecepatan putar motor menggunakan variasi kecepatan 500 rpm, 1000 rpm, dan 1500 rpm dengan menggunakan aluminium paduan sebagai bahan utamanya selanjutnya dilebur dengan suhu 600°C hingga mencair dan dituangkan kedalam mesin centrifugal casting. Sebagai pendukung dilakukan uji kekerasan Rockwell, uji porositas, uji Dye penetran, dan uji kebocoran. Hasil penelitian dari pengaruh variasi kecepatan putar 500 rpm, 1000 rpm, dan 1500 rpm berturut-turut sebesar 27,4 HRB, 34,7 HRB, dan 62,7 HRB. Porositas pada variasi kecepatan putar 500 rpm, 1000 rpm, dan 1500 rpm yaitu berturut-turut sebesar 4,3%, 3,4%, dan 2,1%. Pada pengujian dye penetran dapat dilihat semakin cepat putaran mesin maka semakin sedikit porositas pada bagian diameter luar pipa. Pada pengujian kebocoran dengan variasi kecepatan putar 500 rpm, 1000 rpm, dan 1500 rpm tidak ditemukan kebocoran pada pipa tersebut. Simpulan dari penelitian ini bahwa kecepatan putar mesin centrifugal casting mempengaruhi kekerasan dan porositas. Kecepatan putar mesin yang optimum untuk meningkatkan kekerasan terdapat pada kecepatan 1500 rpm dengan kekerasan sebesar 62,7 HRB dan kecepatan putar mesin yang optimum untuk meminimalisir porositas terdapat pada kecepatan 1500 rpm dengan porositas sebesar 2,1%. Saran pada saat pengecoran menggunakan pemanas untuk memanaskan cetakan agar cairan logam aluminium dapat membeku secara merata hingga ujung cetakan. Kata kunci : centrifugal casting, Aluminium paduan, ASTM E 18
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KULIT BATANG KERSEN DENGAN SERAT KARBON TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID DENGAN MATRIK POLIESTER Erlangga, Dimas; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan komposit pada masa ini mengalami peningkatan dikarenakan kebutuhan akan bahan material yang memiliki kekuatan serta harga yang ekonomis, selain itu material jenis komposit memiliki sifat ramah lingkungan, tahan terhadap korosi sehingga lebih diunggulkan dibandingkan material jenis logam.. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kekuatan tarik, dan mekanisme kegagalan komposit dengan matrik poliester. Penelitian ini akan diaplikasikan pada panel panjat tebing sebagai material yang ramah lingkungan dan mendukung serat alam sebagai bahan komposit. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil pengujian tarik kekuatan rata-rata pada variasi fraksi volume 0% serat kulit batang kersen 5% serat karbon, dengan 95% matrik adalah 61,1 MPa, 5% serat kulit batang kersen 5% serat karbon, dengan 90% matrik adalah 62,6 MPa, 10% serat kulit batang kersen 5% serat karbon, dan 85% matrik adalah 63,7 MPa, 15% serat kulit batang kersen 5% serat karbon, dengan 80% matrik adalah 67 MPa, dan 20% serat kulit batang kersen 5% serat karbon, dan 75% matrik adalah 69,2MPa. Kata Kunci: komposit, serat kulit batang kersen, serat karbon, poliester, fraksi volume, dan uji tarik.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.