Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Usaha Penunjang Pariwisata: Kelompok Kusir Andong “ Kotagede I” Agnes Ratih Ari Indriyani; Sukamto Sukamto; Henry Sarnowo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.239 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.407

Abstract

Sasaran Program Kemitraan bagi Masyarakat (PKM) ini adalah masyarakat yang produktif secaraekonomi. Mitra program ini adalah kelompok kusir andong di wilayah Daerah Istimewa Yogyakartayaitu kelompok “Kotagede 1”. Tujuan program ini adalah pemberdayaan ekonomi kelompok usahaandong melalui peningkatan kinerja aspek produksi, pemasaran, sumber daya manusia dan aspekekonomi secara umum. Program-program ini kami laksanakan berdasar pada permasalahan: 1)Kurangnya kemampuan paguyuban/kelompok dalam membantu kesulitan keuangan anggota, 2)Kurangmya pemahaman pengelolaan ekonomi keuangan kelompok,3) )Belum adanya upaya pemasarandengan menggunakan media promosi dan kerjasama dengan pelaku wisata yang lain 3) Kurangnyakesadaran dalam menjaga kebersihan terutama penanganan kotoran kuda, 4) rendahnya kemampuanberbahasa Inggris praktis untuk melayani wisatawan mancanegara. Metode yang digunakan yaitumelalui pelatihan dan konsultasi, pendampingan, penerapan IPTEKS, substitusi IPTEKS danpeningkatan kualitas faktor produksi dan advokasi. Paguyuban/kelompok kusir mengalamipeningkatan kemampuan dalam mengatasi kesulitan keuangan anggota, pengelolaan keuangankelompok yang lebih baik, terhubungnya beberapa jejaring wisata dalam upaya peningkatan promosi,meningkatnya kesadaran para kusir tentang perlunya menjaga kebersihan dan peningkatankeberanian/kemampuan dalam melayani wisatawan asing dalam hal komunikasi/bahasa.Kesimpulan dari pelaksanaan program ini, kerjasama antara tim pengabdi dan kelompok mitra mampumeningkatkan keberdayaan kelompok dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
SIKAP KONSUMEN TERHADAP TABUNGAN SUTERA BANK BPD DIY Burhanudin - -; Agnes Ratih Ari Indriyani
Cakrawala Management Business Journal Vol 5 No 2 (2022): Cakrawala Management Business Journal
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/cm-bj.v5i2.184

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sikap konsumen terhadap tabungan sutera bank BPD DIY berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendapatan, dan tingkat pendidikan. Ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 85 orang responden yang berdomisili di kecamatan Sanden, kabupaten Bantul, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan teknik analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan sikap konsumen terhadap tabungan sutera bank BPD DIY berdasarkan jenis kelamin, ada perbedaan sikap konsumen terhadap tabungan sutera bank BPD DIY berdasarkan pendapatan, dan ada perbedaan sikap konsumen terhadap tabungan sutera bank BPD DIY berdasarkan pendidikan terakhir.
Analysis Of Factors Affecting Poverty In The Special Region Of Yogyakarta In 2017-2022 Agnes Ratih Ari Indriyani; Deni Kunta Mahendra
International Journal of Technology and Education Research Vol. 2 No. 04 (2024): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v2i04.1186

Abstract

This research aims to determine the influence of the Human Development Index, Gross Regional Domestic Product and Unemployment on poverty in D.I. Yogyakarta 2017-2022. This research uses samples of poverty, HDI, GRDP and Unemployment data from 5 districts/cities in D.I. Yogyakarta over a period of 6 years, namely 2017 to 2022. The method used in the research is quantitative using secondary data sourced from data from the Central Statistics Agency. Data were analyzed using panel data analysis using the Fixed Effect Model (FEM). The research results showed that the Human Development Index variable (X1) showed a negative sign and was not significant for poverty in D.I. Yogyakarta, the Gross Regional Domestic Product variable (X2) shows a negative sign and is not significant for poverty in D.I. Yogyakarta and the Unemployment variable (X3) shows a positive and significant sign of poverty in D.I. Yogyakarta. Simultaneously, the variables Human Development Index, Gross Regional Domestic Product and Unemployment together influence poverty in D.I. Yogyakarta.
Peningkatan Kapasitas Produksi Dan Kemitraan Usaha Sayuran Organik Di Desa Tegaltirta, Berbah , Sleman, DIY Ratih Ari Indriyani, Agnes; Setyanta, Budi; Sulistyo; Summa Gaina, Renius; Jebarus, Bertoldus
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2024): Oktober
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v2i03.1458

Abstract

Pemahaman yang semakin berkembang tentang kesehatan telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga imunitas tubuh melalui kualitas hidup dan kesehatan yang lebih baik. Hal ini mendorong permintaan produk sayuran sehat yang dihasilkan mitra mengalami peningkatan signifikan. Meskipun potensi pasar masih sangat besar, mitra menghadapi berbagai kendala dalam meningkatkan kapasitas produksinya. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kinerja petani sayuran organik yang bebas pestisida dan pupuk kimia, dengan fokus pada permasalahan yang dihadapi mitra. Kendala utama mitra meliputi: Kapasitas produksi yang rendah akibat keterbatasan peralatan dan fasilitas; Kebutuhan akan mesin pencacah daun untuk pengomposan; Ketidaktersediaan sarana pengairan untuk area kebun yang cukup luas; kurangnya pemahaman tentang aspek kemitraan; Minimnya pengetahuan dalam pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL). Dalam artikel ini kami akan menyampaikan dua program yaitu pelatihan kemitraan dan pelatihan peningkatan kapasitas produksi melalui pembuatan MOL. Program dilaksanakan dengan melibatkan beberapa praktisi yang berpengalaman pada bidang kemitraan dan pemberdayaan usaha kecil dan praktisi pelaku usaha sayuran organic yang berlatar belakang akademik.
Village Owned Enterprise (BUMKal) Development Strategy: Case Study on BUMKal Bangkit Karya Bangunharjo Village Sewon Subdistrict Bantul Regency Anggra Widyaningrum; Agnes Ratih Ari
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 03 (2025): July - September, International Journal of Technology and Education Research (
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i03.2014

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMKAL) were born as a new approach in efforts to improve the village economy based on village needs and potential. The purpose of this research is to find out the description, internal and external factors, as well as find out alternative strategies that can be implemented in the development of BUMKAL Bangkit Karya. The research method in this study uses descriptive qualitative methods with SWOT analysis techniques. This research was conducted for approximately two months, with stages of observation, interviews, documentation and data analysis. Based on the results of the SWOT analysis that has been carried out, it can be seen that the position of Bumkal Bangkit Karya Bangunharjo is in Quadrants 1.13 and 0.47. This shows that Bumkal Bangkit Karya Bangunharjo is included in quadrant I, namely Aggressive Strategy, is in a strong position with strengths and opportunities that are far greater than weaknesses and threats. Aggressive strategies that are more prominent and have a big influence on the development of Bumkal Bangkit Karya Bangunharjo are as follows: (1) Utilizing village potential by forming new business fields, (2) Optimizing the performance of Bumkal Bangkit Karya with technological developments, (3) Collaborating with other parties (investors) in holding activities that can optimize sub- district assets, (4) Increasing activities that involve the community in them so that Bumkal is felt to be present by the community.
Internalisasi Makna Kesejahteraan Dan Kemakmuran Bagi Komunitas Produktif Tradisional Di Yogyakarta Ratih Ari, Agnes
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 03 (2025): Agustus - Oktober
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v3i03.2242

Abstract

Kusir andong merupakan komunitas tradisional yang memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya Yogyakarta sekaligus mendukung sektor pariwisata. Namun, keberadaan mereka menghadapi tantangan serius di era modernisasi, antara lain menurunnya jumlah penumpang, kompetisi dengan transportasi daring, serta minimnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan keberlanjutan profesi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kepada Paguyuban Kusir Andong Kotagede 1 dengan tujuan menginternalisasi makna kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemakmuran secara lebih luas. Penyuluhan dilakukan secara partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga mencakup aspek sosial, budaya, kesehatan, dan keberlanjutan profesi. Refleksi kolektif ini menjadi dasar bagi penguatan kapasitas komunitas dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial budaya. Artikel ini menekankan pentingnya penyuluhan sebagai langkah awal pemberdayaan, sekaligus merekomendasikan tindak lanjut berupa pendampingan yang lebih aplikatif.
Internalisasi dan Implementasi Nilai Kearifan Lokal untuk Penghidupan Berkelanjutan pada Masyarakat Petani di Desa Gandu, Berbah, Sleman, D.I. Yogyakarta Agnes Ratih Ari; Monika Deran Pain; Nefo Eka Wijayanti; Diah Risti Nur K
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3233

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh melemahnya nilai-nilai kearifan lokal dalam praktik pertanian akibat tekanan modernisasi yang berorientasi pada produktivitas dan efisiensi ekonomi, sehingga meningkatkan kerentanan sosial, ekonomi, dan ekologis masyarakat petani. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi dan implementasi nilai kearifan lokal sebagai landasan penguatan strategi penghidupan berkelanjutan pada masyarakat petani di Desa Gandu, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan reflektif melalui penyuluhan, sarasehan, dan diskusi interaktif dengan melibatkan 15 orang petani, sebagian di antaranya memiliki mata pencaharian tambahan di sektor pariwisata andong. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, diskusi kelompok, dan refleksi kolektif, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan mengacu pada kerangka Sustainable Livelihood Framework. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses refleksi kolektif mampu meningkatkan kesadaran petani terhadap fungsi kearifan lokal sebagai aset penghidupan, khususnya dalam bentuk modal sosial, pengetahuan lokal, dan nilai gotong royong yang berperan dalam memperkuat ketahanan penghidupan. Nilai-nilai tersebut terbukti relevan dalam membantu petani menghadapi ketidakpastian hasil panen, fluktuasi pendapatan, dan perubahan lingkungan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penghidupan berkelanjutan tidak semata ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi oleh keseimbangan antara pengelolaan sumber daya alam, penguatan relasi sosial, dan strategi ekonomi yang berakar pada konteks lokal.
Trust-Led Social Capital Formation In Rural Livelihood Transformation: Evidence From A Post-Extractive Community in Indonesia Agnes Ratih Ari; Bernadeta Nefo Eka Wijayanti; Diah Risti Nur Khasanah
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 6 No 1 (2026): IJHESS AUGUST 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v6i1.2477

Abstract

Rural communities undergoing post-extractive transitions often face socio-economic disruption due to the loss of extractive livelihoods, limited adaptive capacity, and institutional uncertainty. Although alternative livelihood sectors are widely promoted to support sustainable development, the social processes underlying successful transitions remain poorly understood. This study examines how social capital is constructed during rural transformation, emphasizing trust as the foundation of collective adaptation. Using an interpretive qualitative case study in a post-extractive community in Indonesia, the research explores trust-building through sustained interactions between local actors and external facilitators. The findings reveal that social capital was not a pre-existing community asset but gradually emerged through trust-building processes that generated bonding, bridging, and linking social capital. These relational dynamics strengthened collective action, institutional collaboration, and livelihood diversification. The study reconceptualizes trust as the enabling mechanism through which social capital is formed rather than merely one of its components. By proposing the concept of trust-led social capital formation, this study offers a process-oriented framework for understanding rural transformation and informing socially grounded interventions that support sustainable livelihood transitions