Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERBANDINGAN STATUS KESUBURAN TANAH DI DUA DATARAN TINGGI: STUDI KASUS DESA DOULU (BERASTAGI) DAN DESA NALELA (TOBA) SIrait, Mareben; Sirait, Tania; Sahfitra, Angga Ade; Rannando, Rannando; Tarigan, Raudha Anggraini
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v13i2.1003

Abstract

This study aims to disseminate the soil fertility status of two types of agricultural land, namely shallot cultivation land in Doulu Village, Berastagi District, Karo Regency, and rice field land in Nalela Village, Porsea District, Toba Samosir Regency, North Sumatra Province. The research methods used include field surveys, random soil sampling, and laboratory analysis of soil physical and chemical properties, including pH, cation exchange capacity (CEC), base saturation (KB), organic C content, nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), and other nutrients such as calcium (Ca) and magnesium (Mg). The results showed that the analysis of shallot land in Doulu Village had a moderate to low level, due to acidic pH, low levels of organic matter, nitrogen, and phosphorus, and suboptimal cation exchange capacity. Meanwhile, rice fields in Nalela Village showed very acidic pH, low to very low quality CEC and organic C, and low phosphorus and potassium content. Based on the land suitability evaluation, agricultural land in both areas is categorized in class S2 (quite suitable) to S3 (marginally suitable), which indicates the need for land management intervention. This study recommends the application of balanced fertilization, addition of organic matter, improvement of soil pH, and erosion management to improve soil fertility status and support the sustainability of agricultural production in both villages.
PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN STRAWBERRY BERBASIS BIO-SOSIOPRENEUR Anggraini Tarigan, Raudha; Astuti Kuswardani, Retna; Hartono, Budi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.883-890

Abstract

Agrowisata adalah upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam di suatu wilayah yang memiliki potensi di sektor pertanian, dengan tujuan menjadikannya sebagai destinasi pariwisata. Desa Dolat Rayat adalah salah satu desa yang berpotensi sebagai temat agrowisata kebun strawberry. Namun demikian, potensi sumberdaya alam yang berbasis lingkungan, pertanian, kebergaman hayati dan kebudayaan belum dikembangkan secara optimal. Oleh karena itu, tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah dengan mengembangkan agrowisata berbasis bio-sosiopreneur dengan menerapkan mix farming system, pembuatan biosaka dan pupuk organic cair serta perbaikan pengemasan produk. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa 50% petani responden menggunakan dan menerapkan pupuk organic cair dari pada biosaka. Serta, peningkatan jumlah kepuasan pengnjung terhadap ketersediaan barang aksesoris.  Sehingga diperlukan pengarahan dan pendampingan secara intensif untuk keberlanjutannya
STRATEGI BRANDING DAN DIGITAL MARKETING UNTUK MEMPERLUAS JANGKAUAN PASAR KOPI GAYO TAKENGON Lubis, Adelina; Wijaya, Muslim; Tarigan, Raudha Anggraini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36728

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha Kopi Gayo Takengon dalam memperkuat strategi branding dan digital marketing guna memperluas jangkauan pasar. Meskipun Kopi Gayo dikenal sebagai produk kopi premium, pelaku usaha di Takengon masih menghadapi kendala dalam membangun identitas merek yang konsisten dan memanfaatkan platform digital secara optimal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tawar Miko, Kabupaten Aceh Tengah, dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari petani kopi, pengolah biji kopi, serta pelaku UMKM dan kedai kopi. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan kebutuhan, pembekalan teori, pelatihan berbasis praktik, pendampingan, dan evaluasi. Materi difokuskan pada pengelolaan brand identity, storytelling produk, pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, serta strategi pemasaran melalui marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam membangun identitas merek yang kuat, menghasilkan konten visual yang menarik, serta mengelola platform digital secara konsisten. Selain itu, sebagian peserta mengalami peningkatan interaksi pelanggan dan penjualan. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan daya saing Kopi Gayo Takengon di pasar nasional dan internasional.Abstract: This Community Service Program (PkM) aims to improve the capacity of Gayo Takengon coffee businesses in strengthening their branding and digital marketing strategies in order to expand their market reach. Although Gayo coffee is known as a premium coffee product, businesses in Takengon still face obstacles in building a consistent brand identity and optimizing the use of digital platforms. The activity was carried out in Tawar Miko Village, Central Aceh Regency, involving 20 participants consisting of coffee farmers, coffee bean processors, as well as MSME and coffee shop entrepreneurs. The implementation methods included needs mapping, theoretical training, practice-based training, mentoring, and evaluation. The material focused on brand identity management, product storytelling, digital content creation, social media management, and marketing strategies through marketplaces. The results of the activity showed an increase in the participants' ability to build a strong brand identity, produce attractive visual content, and manage digital platforms consistently. In addition, some participants experienced an increase in customer interaction and sales. This program contributed to increasing the competitiveness of Takengon Gayo Coffee in the national and international markets.