Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penegakkan Hukum Lingkungan Administratif terhadap Pencemaran Lingkungan oleh Industri Tepung Tapioka di Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Setiyawan, Bagus; Istichanah, Agnesa Rizka
Sosiora Vol. 2 No. 2 (2024): Reformasi Hukum Nasional dalam Menjawab Tantangan Kejahatan dan Administrasi Mo
Publisher : AJI Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65260/sosiora.v2i2.26

Abstract

Lingkungan memegang peranan penting sebagai habitat bagi keberlangsungan makhluk hidup di muka bumi. Pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/ komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan seperti pencemaran limbah industri tepung tapioka di Desa Gumelar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya penyelesaian permasalahan yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan dan apa faktor penghambat dari upaya penyelesaian terhadap pencemaran lingkungan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dimana hukum dikonsepkan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan serta identifikasi dan klarifikasi fakta hukum. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini diperoleh hasil, belum adanya upaya penyelesaian terhadap pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri tepung tapioka. Adapun faktor penghambat dalam upaya penegakan hukum administrasi kasus pencemaran lingkungan terdapat beberapa faktor pertama banyaknya pelaku industri yang belum memiliki izin, kedua kurangnya partisipasi masyarakat terhadap pencemaran lingkungan seperti tidak adanya laporan padahal limbah cair sudah sangat jelas mencemari lingkungan.
Penguatan Peran Kader Posyandu sebagai Agen Edukasi Tuberkulosis melalui Pemanfaatan Media Edukasi Berbasis Komunitas di Kelurahan Bumi Putri, Vania Santika; Dewi, Aptika Oktaviana Trisna; Setiyawan, Bagus
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1436

Abstract

Integrated Health Service Post (Posyandu) cadres have strategic potential as spearheads in early detection and TB education at the community level. The objective of this community service activity is to increase the capacity and active role of Posyandu cadres in Bumi Village as educational agents in TB prevention and early detection efforts. The activity is carried out in three continuous stages, including the preparation and needs analysis stage, the declaration of a TB-aware village, and Posyandu cadre training on TB education and early detection. The cadre training was carried out using interactive educational media in the form of PowerPoint presentations, leaflets, videos, and checklists to increase understanding of TB epidemiology, transmission mechanisms, clinical symptoms, prevention, and referral pathways. Evaluation results show the potential for increasing cadre knowledge, the ability to screen suspects, and their confidence in providing counseling to the community. A community-based educational approach involving trained cadres and interactive media can increase community preparedness, reduce stigma, and strengthen efforts to find cases and prevent TB transmission at the village level.