Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Transformational Leadership and Self-Efficacy on Readiness to Change Through Work Engagement Meria, Lista; Saukani; Prastyani, Desy; Dudhat, Amitkumar
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 4 No 1 (2022): March
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v4i1.242

Abstract

Readiness to change is a basic thing that teachers must have to be able to adapt to technology and scientific developments. This study aims to determine the effect of self-efficacy and transformational leadership on job engagement. Then to determine the effect of self-efficacy and transformational leadership on readiness to change. This research is descriptive and quantitative research conducted on 124 junior high school teachers in Pringsewu Lampung using the Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The results showed that self-efficacy and transformational leadership had a positive effect on work engagement. Transformational leadership also has a positive effect on readiness to change, but self-efficacy does not directly affect readiness to change. Furthermore, job engagement mediates the effect of self-efficacy and transformational leadership on readiness to change. This research has implications for being applied to teachers during the process of being more open to accepting change
TITIK SINGGUNG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PARADIGMA PENDIDIKAN INKLUSI (ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Mastainah; Saukani; Lathifah Mardhatillah
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 5 (2023): September: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i5.296

Abstract

Pendidikan inklusif di Indonesia saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan. Pendidikan yang memanusiakan manusia, pendidikan yang setara bagi semua golongan, dan pendidikan yang mendamaikan perbedaan. Selain itu, dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), model pendidikan ini dapat dijadikan sebagai upaya membangun kebudayaan yang lebih tinggi. Khususnya budaya yang mengoptimalkan seluruh sumber daya manusia yang ada untuk mensukseskan pembangunan nasional tanpa membeda-bedakan kelompok manapun. Namun PAI sebagai forum rehabilitasi umat Islam berperan penting dalam mengembangkan pendidikan inklusif. Mengingat selama ini PAI dituding mengabaikan generasi Islam yang tergolong anak berkebutuhan khusus (ABK). Oleh karena itu, artikel ini mencoba memberikan jawaban atas keraguan tersebut. Salah satunya adalah kurangnya nilai-nilai komprehensif dalam ajaran Islam