Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Mechanical Engineering Learning

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PROGRAM PENGAMBIL DAN PENYIMPAN DATA DARI PLC PADA SISTEM ROBOT RECORD AND REPLAY Wahyu Sportyawan, Candra; Aryadi, Widya; Widayat, Widi
Journal of Mechanical Engineering Learning Vol 1 No 1 (2012): Journal of Mechanical Engineering Learning
Publisher : Journal of Mechanical Engineering Learning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat program yang dapat mengambil data dari memori data PLC dan kemudian menyimpan data tersebut pada database microsoft access 2.0. Perancangan dilakukan dengan membuat al-goritma dan flowchart. Algoritma dan flowchart program utama dipecah menjadi beberapa sub program. Sub-sub program ini berisi algoritma dan flowchart yang mendukung berjalannya program utama. Program pengambil dan penyimpan data dari PLC membaca jumlah pulsa dan arah yang ada pada DM10, DM11,dan se-terusnya pada memori PLC. Data tersebut kemudian disimpan data pada database Microsoft Access 2.0. PLC tidak hanya dapat digunakan sebagai kontrol ON/OFF untuk komponen input/output saja namun juga dapat digunakan sebagai High Speed Counter atau sebagai kontrol pulsa. Pada penggunaan PLC sebagai kontrol pulsa digunakan dengan memadukannya dengan software kontrol Visual Basic. Dari hasil pembuatan program ini menyatakan bahwa program Visual Basic dapat membaca dan menyimpan data dari DM PLC. Dengan demikian pengembangan sistem otomasi industri harus lebih diperhatikan terutama pada perguruan tinggi se-bagai pengembang teknologi dalam rangka memajukan perindustrian dalam negeri.AbstractThis research aims to design and create programs that can retrieve data from memory data PLC and then storing that data in a microsoft access 2.0 database. The design was done by creating algorithms and flowchart. Algorithm and program flowchart main broken down into a few sub programs. Sub-sub this program contains algorithms and flowchart to support passage of the main program. The Program and data storage of PLC pulse and direction amount of reading on the DM10, DM11, and so on in the memory of the PLC. The Data is then stored the data in Microsoft Access 2.0 database. PLC can be used not only as an ON/OFF control for component input/output alone but can also be used as a High Speed Counter or as a control pulse. On the use of PLC control pulse is used by the memadukannya control software with Visual Basic. From the results of making the program stated that a Visual Basic program can read and store data from DM PLC. Thus the development of industrial automation systems must be noted especially in College as a developer in order to advance the technology industry in the country.
PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN RISER PANAH RECURVE BOW fajar, syahwal; Sumbodo, Wirawan; Widodo, Rahmat Doni; Aryadi, Widya
Journal of Mechanical Engineering Learning Vol 9 No 2 (2020): Journal of Mechanical Engineering Learning
Publisher : Journal of Mechanical Engineering Learning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panah merupakan senjata proyektil yang berguna untuk menembakan anak panah ke sasaran. Panah memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu panah jenis recurve bow yang digunakan pada kompetisi. Komponen utama panah recurve bow adalah riser, limb dan stabiliser. Riser merupakan pegangan atau jantung pada panah recurve bow. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses produksi dan pengujian produk riser. Riser yang menjadi acuan untuk proses produksi yaitu produk yang pernah dibuat oleh mahasiswa sebelumnya untuk recurve bow. Penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen, dimana metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk. Proses pembuatan riser dengan menggunakan metode pengecoran logam non-permanen. Pengujian yang dilakukan yaitu uji pembebanan dan uji kelengkungan. Sebelum melakukan pengujian produk harus diteliti untuk mengetahui ada cacat produk atau tidak. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kekuatan produk dan mengetahui hasil coran. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan diketahui bahwa kekuatan pembebanan pada setiap produk memiliki hasil mulai produk I 0,36 mm, produk II 0,40 mm dan produk III 0,23. Hasil yang didapat menunjukan perbedaan karena setiap produk hasil coran memiliki bentuk berbeda. Sedangkan uji kelengkungan memiliki hasil mulai produk I 0,59 mm, produk II 0,34 dan produk III 0,28. Setiap produk memiliki hasil yang berbeda. Perbedaan tersebut bisa dari pembuatan cetakan dan saat proses pengecoran berlangsung.
PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN RISER PANAH RECURVE BOW fajar, syahwal; Sumbodo, Wirawan; Widodo, Rahmat Doni; Aryadi, Widya
Journal of Mechanical Engineering Learning Vol 9 No 2 (2020): Journal of Mechanical Engineering Learning
Publisher : Journal of Mechanical Engineering Learning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panah merupakan senjata proyektil yang berguna untuk menembakan anak panah ke sasaran. Panah memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu panah jenis recurve bow yang digunakan pada kompetisi. Komponen utama panah recurve bow adalah riser, limb dan stabiliser. Riser merupakan pegangan atau jantung pada panah recurve bow. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses produksi dan pengujian produk riser. Riser yang menjadi acuan untuk proses produksi yaitu produk yang pernah dibuat oleh mahasiswa sebelumnya untuk recurve bow. Penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen, dimana metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk. Proses pembuatan riser dengan menggunakan metode pengecoran logam non-permanen. Pengujian yang dilakukan yaitu uji pembebanan dan uji kelengkungan. Sebelum melakukan pengujian produk harus diteliti untuk mengetahui ada cacat produk atau tidak. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kekuatan produk dan mengetahui hasil coran. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan diketahui bahwa kekuatan pembebanan pada setiap produk memiliki hasil mulai produk I 0,36 mm, produk II 0,40 mm dan produk III 0,23. Hasil yang didapat menunjukan perbedaan karena setiap produk hasil coran memiliki bentuk berbeda. Sedangkan uji kelengkungan memiliki hasil mulai produk I 0,59 mm, produk II 0,34 dan produk III 0,28. Setiap produk memiliki hasil yang berbeda. Perbedaan tersebut bisa dari pembuatan cetakan dan saat proses pengecoran berlangsung.