Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan tentang Covid-19 dengan Pemanfaatan Ramuan Tradisional “Empon-Empon” dalam Mencegah Kejadian Covid-19 Yuliana, Nuriyah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20486

Abstract

ABSTRACT The condition of Indonesia was shocked by the emergence of the Coronavirus; Indonesia has been in the circle of the coronavirus for ± 12 months. Handling and prevention efforts by the community by maintaining a healthy body can be done through the consumption of traditional herbal medicine to maintain the body's resistance. Some empon-empon plants such as ginger, kaempferia galanga, curcuma zanthorrhiza, turmeric is part of traditional herbal medicine that can be used to maintain endurance and relieve symptoms of illness that lead to some symptoms of the corona. The aim of this study was to determine the relationship between knowledge about COVID-19 and the use of the traditional herb "empon-empon" in preventing the occurrence of COVID-19. The research is quantitative research, which uses an analytical observational study, with a cross-sectional research design. Number of samples as many as 78 respondents were taken using a simple random sampling technique. The results of the analysis using the Chi-Square test concluded that there was a significant relationship between knowledge and the use of traditional "empon-empon" herbs in the effort to prevent COVID-19. In conclusion; the better the knowledge possessed by the community, the more precise it will be in utilizing traditional ingredients and vice versa. The proper use of traditional ingredients will provide benefits to public health Keywords: Knowledge, COVID-19, Traditional Ingredients  ABSTRAK Kondisi Indonesia digemparkan dengan munculnya virus Corona, ±12 bulan sudah Indonesia berada di circle virus corona. Upaya penanganan dan pencegahan oleh masyarakat dengan menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan melalui konsumsi obat tradisional jamu untuk menjaga daya tahan tubuh. Beberapa tanaman empon-empon seperti jahe, kencur, temulawak, kunyit menjadi bagian pengobatan tradisional jamu yang dapat digunakan dalam menjaga daya tahan tubuh dan meredakan gejala sakit yang mengarah kepada beberapa gejala corona. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang COVID-19 dengan pemanfaatan ramuan tradisional “empon-empon” dalam mencegah kejadian COVID-19. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, yang menggunakan studi observasional analitik, dengan rancangan penelitian cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 78 responden yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil analisis menggunakan uji Chi Square disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan pemanfaatan ramuan tradisional “empon-empon” dalam upaya pencegahan COVID-19. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki masyarakat akan semakin tepat juga dalam memanfaatkan ramuan tradisional begitu juga sebaliknya. Pemanfaatan ramuan tradisional yang tepat akan memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Pengetahuan, COVID-19, Ramuan Tradisional
Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan tentang Virus Corona dengan Tingkat Pengetahuan pada Paguyuban Ibu-Ibu Nur Rahmayanti, Yeni; Mirasari, Triana; Yuliana, Nuriyah
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.990

Abstract

Abstrak Pandemi Virus Corona di Indonesia merupakan bagian dari pandemi penyakit koronavirus 2019 (Virus Corona) yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Kasus virus corona muncul dan menyerang manusia pertama kali di provinsi Wuhan, China. Awal kemunculannya diduga merupakan penyakit pneumonia, dengan gejala serupa sakit flu pada umumnya. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pemberian pendidikan kesehatan tentang Virus Corona dengan tingkat pengetahuan ibu-ibu. Penelitian ini dilakukan menggunakan survei deskriptif metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional study. Tempat Penelitian dilakukan di paguyuban PT Perkebunan Nusantara 9 Unit Pabrik Gula Mojo Sragen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu-ibu paguyuban PT Perkebunan Nusantara 9 Unit Pabrik Gula Mojo Sragen pelaksana di ruang auditorium PT Perkebunan Nusantara 9 Unit Pabrik Gula Mojo Sragen sebanyak 37 orang. Pada sampel penelitian ini diambil dengan cara total sampling. Diperoleh hasil nilai rata-rata sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang Covid-19 sebesar 15,45 standar deviasi ± 4,21 dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang Covid-19 sebesar 23,70 standar deviasi ± 3,05 dengan t hitung adalah 10,40 serta nilai signifikansi ?-value sebesar 0,001 oleh karena (p<0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada hubungan pemberian pendidikan kesehatan tentang Covid-19 dengan tingkat pengetahuan ibu-ibu. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan kesehatan, Covid-19. Providing Health Education on Corona Virus to the Level of Knowledge on the Mothers’ Association Abstract The Corona Virus Pandemic in Indonesia is part of the ongoing 2019 coronavirus disease (Corona Virus) pandemic worldwide. The first cases of the corona virus appeared and attacked humans in Wuhan province, China. The initial emergence was thought to be pneumonia, with symptoms similar to the common flu. The purpose of this study was to determine the relationship between providing health education on Corona Virus and the level of knowledge of mothers. This study was conducted using a descriptive survey quantitative method with a cross-sectional study approach. The research location was conducted at the PT. Perkebunan Nusantara 9 Unit Sugar Factory Mojo Sragen association. The population in this study were all mothers of the PT. Perkebunan Nusantara 9 Unit Sugar Factory Mojo Sragen association implementing in the auditorium of PT. Perkebunan Nusantara 9 Unit Sugar Factory Mojo Sragen as many as 37 people. The sample was taken by total sampling. The results obtained were an average value before being given health education about Covid-19 of 15.45 standard deviation ± 4.21 and after being given health education about Covid-19 of 23.70 standard deviation ± 3.05 with a calculated t of 10.40 and a significance value of ?-value of 0.001 because (p <0.05) then H0 is rejected and Ha is accepted which means that there is a relationship between the provision of health education about Covid-19 and the level of mothers’ knowledge. Keywords: Knowledge, Health education, Covid-19.
Hubungan Postur Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders (Msds) pada Karyawan Konveksi Hari Paningrum, Fatihah; Yuliana, Nuriyah; Wulandari, Tri
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.991

Abstract

Abstrak Keluhan muskuloskeletal merupakan keluhan yang dialami seseorang pada otot rangka dan berkisar dari sangat ringan hingga sangat menyakitkan. Jika otot mengalami tekanan statis berulang kali dan cukup lama, maka dapat menimbulkan masalah berupa kerusakan sendi, ligamen, dan tendon. Keluhan ini dipicu oleh banyak faktor, antara lain faktor pekerjaan seperti peregangan otot yang berlebihan, postur kerja yang tidak alamiah, gerakan berulang dan lingkungan seperti getaran, tekanan dan suhu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal disorders (MSDs) pada karyawan konveksi di CV Berempatjaya Kecamatan Mojolaban. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, responden penelitian adalah karyawan konveksi di CV Berempatjaya dengan diagnosa keluhan muskuloskeletal disorders 35 responden. Teknik pengolahan data dianalisis dengan uji Bivariat Correlation Spearman. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal disorders (MSDs) pada karyawan konveksi di CV Berempatjaya. Hasil analisa diperoleh p-value 0,001 < ? 0,05. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah kepada unit pelayanan kesehatan untuk dapat dijadikan sebagai salah satu acuan untuk pembinaan kesehatan pada karyawan konveksi. Kata kunci : postur kerja, muskuloskeletal disorders, karyawan konveksi. The Relationship Between Work Posture and Musculoskeletal Disorders (Msds) Complaints in Convection Employees Abstract Musculoskeletal complaints are complaints that a person experiences in the skeletal muscles and range from very mild to very painful. If the muscles are subjected to static pressure repeatedly and long enough, it can cause problems in the form of damage to joints, ligaments and tendons. These complaints are triggered by many factors, including work factors such as excessive muscle stretching, unnatural working postures, repetitive movements and the environment such as vibration, pressure and temperature. The purpose of this study was to determine the relationship between work posture and complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in convection employees at CV Berempatjaya, Mojolaban District. The research design used a descriptive analytic method with a cross sectional approach, the research respondents were factory workers at CV Berempatjaya with complaints of musculoskeletal complaints diagnosed as many as 35 respondents. Data processing techniques were analyzed with Spearman’s Bivariate Correlation test. The results of the study showed that there is a significant relationship between work posture and complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) on convection employees at CV Berempatjaya, Mojolaban District. The results of the analysis obtained a STETHOSCOPE VOL. 4 NO. 1 - JUNI 2023 ISSN 2722-8118 (Printed) 2723-4096 (Online) 53 p-value of 0.001 < ? 0.05. The recommendations from the result of this study is for health service units to be used as a reference for health development for convection employees. Keywords: working posture, musculoskeletal disorders, employee convection.
Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Penurunan Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir Linta Qolbi, Lutvi; Yuliana, Nuriyah; -, Estiningtyas
STETHOSCOPE Vol 4 No 1 (2023): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v4i1.992

Abstract

Abstrak Permasalahan yang sering dihadapi oleh mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir salah satunya adalah kecemasan. Salah satu terapi yang efektif untuk mengatasi kecemasan yaitu dengan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique terhadap kecemasan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre-post-test design. Samperl penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir yang menyusun skripsi berjumlah 72 orang diambil dengan sebanyak 20 responden. Pengukuran menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale. Intervensi diberikan sebanyak 8 kali dalam rentang waktu 4 minggu. Uji statistik menggunakan Paired Sample T-test dipatkan nilai thitung 25.812 > ttabel (df 18) 1.734 dan hasil signifikansi P-value sebesar < 0.001 (P-value < 0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique terhadap penurunan kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir. Kata kunci: kecemasan, terapi Spiritual Emotional Freedom Technique, mahasiswa tingkat akhir. Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Therapy on Reducing Anxiety at Final-Year Students Abstract The problem that generally faced by final-year students who are writing their final project is anxiety. One of the effective therapies for dealing with anxiety is the Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy. This therapy is included in the category of relaxation therapy that can reduce anxiety. The purpose of this research was to determine the effect of Spiritual Emotional Freedom Technique therapy on reducing anxiety. This research used a pre-experimental design with a one group pre-test and posttest design approach. The research population was final-year students who were writing thesis for Bachelor of Applied Science Health Information Management and Bachelor of Nursing STIKes Mitra Husada Karanganyar, total of 72 students by applying the sampling technique using purposive sampling, the number of samples in this research were 20 respondents. The research instrument used the Zung Self Rating Anxiety Scale questionnaire. This intervention was given 8 times for 4 weeks. After statistical tests by applying the Paired Sample T-test, the results were tcount was 25.812 > ttable (df 18) 1.734 and significant P-value was < 0.001 (P-value < 0.05), so it could be concluded that there is a significant effect of Spiritual Emotional Freedom Technique therapy on reducing anxiety for final-year students. The final-year students can apply this Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy to conquer the anxiety they have, as a form of complementary therapy that is effective and easy to do independently. Keywords: anxiety, Spiritual Emotional Freedom Technique therapy, final-year students.
TINGKAT KESIAPSIAGAAN KEPALA KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA LONGSOR DI DUSUN NGANTIREJO DAN DUSUN PENGKOK DESA BERUK JATIYOSO KARANGANYAR Yuliana, Nuriyah; Khotimah, Damayanti Nur; Wulandari, Fitri; Cahyaningtyas, Anindhita Yudha
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24899

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana tanah longsor di Dusun Ngantirejo dan Dusun Pengkok Desa Beruk Jatiyoso Karanganyar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara komprehensif dan mendalam tentang kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana tanah longsor di Dusun Ngantirejo dan Dusun Pengkok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Informan kuncinya adalah 81 kepala keluarga yang diidentifikasi melalui simple random sampling. Dalam penelitian ini, kuesioner digunakan untuk mengukur kesiapsiagaan kepala keluarga menghadapi bencana tanah longsor. Parameter yang digunakan berdasarkan studi LIPI-UNESCO/ISDR. Berdasarkan hasil survei, tingkat kesiapsiagaan kepala keluarga menghadapi bencana longsor di Dusun Ngantirejo dan Pengkok, Desa Beruk, Jatiyoso, Karanganyar diperoleh nilai sebesar 70,73 yang dapat dibulatkan menjadi 71. Nilai indikator terdapat pada kategori siap. Hal ini dibuktikan dengan warga melakukan berbagai tindakan pencegahan dan penyelamatan dengan cara melakukan gotong royong ketika ada tetangga yang membutuhkan bantuan, mencari dan menentukan tempat yang aman untuk mengungsi, berbagi informasi mengenai bencana khususnya longsor, dan berencana membangun rumah tahan longsor. Mengembangkan fasilitas pencegahan longsor seperti pembangunan tanggul, penanaman pohon seperti pohon damar, rumput vetiver, pohon trembesi, sonokeling, johar, sengon, dan mahoni di daerah rawan longsor, penyediaan obat-obatan dan makanan, serta pembangunan sarana pencegahan longsor pada penduduk.  
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN PENERAPAN ICOPE Yuliana, Nuriyah; Yudha C, Anindhita; Damayanti, Damayanti; Tsintani, Tsintani
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i4.10777

Abstract

The large number of elderly people and their rapid growth pose various challenges, so the elderly group requires serious attention from all sectors to improve their welfare. One of the steps taken by the government to improve the quality of life of the elderly and health status in Indonesia is by establishing specialized Posyandu for the elderly. Health services at Posyandu for the elderly include physical and mental-emotional health checks that are recorded and monitored using the kartu menuju sehat (KMS) which allows for early detection of diseases or threats that may be faced. WHO proposes the ICOPE approach which involves the integration of health and social care, supported by long-term care systems, to better meet the wishes of older people. ICOPE screening includes: cognitive decline, mobility limitations, malnutrition, vision problems, hearing loss, and depressive symptoms. This program is expected to improve Posyandu services for the elderly, knowledge of health cadres, knowledge of the elderly about ICOPE screening, and improve the health status and quality of life of the elderly. The method applied in this program is to provide counseling and demonstrations on ICOPE screening to cadres and elderly who are active in the elderly Posyandu “Bina Bahagia”. This service activity consists of three phases, namely: preparation, implementation, and closing/evaluation. The expectation of elderly visits to Posyandu is to maintain health status and quality of life in a normal state and as a means of detecting health problems so that they can be immediately overcome or prevented from continuing.