Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Mutu Produk dan Pelayanan Atas Kemudahan dan Kesetiaan Klinik Kecantikan Pratama Kota Bekasi Fitriani, Johana; Sumaryono, Wahono; Derriawan, Derriawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.77 KB)

Abstract

Hasil operasi dan telaah agen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperlihatkan semenjak pandemi COVID 19 terjadi lonjakan perdagangan penawar dan pangan tidak sah melintasi perangkat daring hingga 480 persen.1 Kosmetik tidak sah juga dipasarkan dengan sistem daring dengan kuantitas klien mencapai lima ribu orang.2 Sedangkan data dari ZAP Beauty Index 2018 memperlihatkan pada 17.889 Wanita Indonesia memperlihatkan, mereka mendalami make up semenjak berusia 13-15 tahun (41,9%) dan hanya 36,4% yang melakukan perawatan di klinik kecantikan.3 Hal ini memperlihatkan bahwa Wanita Indonesia harus lebih berhati-hati memilih produk kosmetiknya, dan pemilik kecantikan harus memajukan mutu produk maupun jasanya supaya dapat bersaing dengan produk daring, terutama yang illegal. Data awal berkaidi klinik dr Jo yang sudah menjalankan perdagangan produk secara daring terjadi kenaikan dari rata-rata perdagangan dari Rp 48.663.667,- menjadi Rp 66.581.592,- sedangkan kuantitas lawatan penderita di Klinik Kecantikan dr. Jo, Klinik Estetika dan Klinik dr. Fauzyah menyusut. Riset ini bermaksud untuk memahami dampak mutu produk dan jasa atas kemudahan dan kesetiaan penderita di tiga Klinik Kecantikan Kota Bekasi. Desain riset yang dimanfaatkan adalah riset deskriptif kuantitatif dengan melakukan peninjauan kepada 225 klien Ketiga klini yang dialokasikan secara wajar, setelahnya ditelaah SEM memakai Lisrell 8.0. Hasil Data memperlihatkan Mutu Produk berdampak penting atas Kemudahan Penderita (t pengamatan 4,357 > H01 1,96) tapi tidak berdampak penting atas Kesetiaan (t pengamatan 0,684< H03 1,96). Mutu Jasa Perawatan berdampak secara penting atas Kemudahan Penderita (t pengamatan 2,071 > H02 1,96) tapi tidak berdampak penting atas Kesetiaan Penderita (t pengamatan -0,439 < H04 1,96). Kemudahan Penderita berdampak langsung secara penting atas kesetiaan penderita (t pengamatan 4,095 > H05 1,96). Sebagaimana data ini dapat ditanggapi kesetiaan penderita ketiga klinik kecantikan ini akan didapat jika penderita mendapatkan kemudahan. Kemudahan akan diperoleh dengan memajukan mutu produk dan mutu jasa diklinik kecantikan ini.
Dampak Mutu Produk dan Pelayanan Atas Kemudahan dan Kesetiaan Klinik Kecantikan Pratama Kota Bekasi Fitriani, Johana; Sumaryono, Wahono; Derriawan, Derriawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3270

Abstract

Hasil operasi dan telaah agen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperlihatkan semenjak pandemi COVID 19 terjadi lonjakan perdagangan penawar dan pangan tidak sah melintasi perangkat daring hingga 480 persen.1 Kosmetik tidak sah juga dipasarkan dengan sistem daring dengan kuantitas klien mencapai lima ribu orang.2 Sedangkan data dari ZAP Beauty Index 2018 memperlihatkan pada 17.889 Wanita Indonesia memperlihatkan, mereka mendalami make up semenjak berusia 13-15 tahun (41,9%) dan hanya 36,4% yang melakukan perawatan di klinik kecantikan.3 Hal ini memperlihatkan bahwa Wanita Indonesia harus lebih berhati-hati memilih produk kosmetiknya, dan pemilik kecantikan harus memajukan mutu produk maupun jasanya supaya dapat bersaing dengan produk daring, terutama yang illegal. Data awal berkaidi klinik dr Jo yang sudah menjalankan perdagangan produk secara daring terjadi kenaikan dari rata-rata perdagangan dari Rp 48.663.667,- menjadi Rp 66.581.592,- sedangkan kuantitas lawatan penderita di Klinik Kecantikan dr. Jo, Klinik Estetika dan Klinik dr. Fauzyah menyusut. Riset ini bermaksud untuk memahami dampak mutu produk dan jasa atas kemudahan dan kesetiaan penderita di tiga Klinik Kecantikan Kota Bekasi. Desain riset yang dimanfaatkan adalah riset deskriptif kuantitatif dengan melakukan peninjauan kepada 225 klien Ketiga klini yang dialokasikan secara wajar, setelahnya ditelaah SEM memakai Lisrell 8.0. Hasil Data memperlihatkan Mutu Produk berdampak penting atas Kemudahan Penderita (t pengamatan 4,357 > H01 1,96) tapi tidak berdampak penting atas Kesetiaan (t pengamatan 0,684< H03 1,96). Mutu Jasa Perawatan berdampak secara penting atas Kemudahan Penderita (t pengamatan 2,071 > H02 1,96) tapi tidak berdampak penting atas Kesetiaan Penderita (t pengamatan -0,439 < H04 1,96). Kemudahan Penderita berdampak langsung secara penting atas kesetiaan penderita (t pengamatan 4,095 > H05 1,96). Sebagaimana data ini dapat ditanggapi kesetiaan penderita ketiga klinik kecantikan ini akan didapat jika penderita mendapatkan kemudahan. Kemudahan akan diperoleh dengan memajukan mutu produk dan mutu jasa diklinik kecantikan ini.
A Review of Research on the Bioactivity of Stevia Rebaudiana Sp. (Phenolic and Flavonoid Compound Content and DPPH) in Morocco, Mexico, and Indonesia Fitriani, Johana; Rahmat, Deni
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 2 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i2.52580

Abstract

Stevia rebaudiana is a plant that contains many compounds with high antioxidant potential, but differences in activity are influenced by solvent factors and the growing environment. For this reason, this article review collects data on the types of solvents and the parts of the plant that can be used as the best sources for antioxidant activity. The method used in this literature review article (LRA) involves collecting and analyzing various journals that discuss the phytochemical and antioxidant activities of Stevia rebaudiana. Results from studies on the ethanol extract of S. rebaudiana leaves in Mexico show that the total phenolic content (TPC) in both Criolla and Morita varieties is lower than the total flavonoid content (TFC), while in Morocco, the TPC content is higher than the TFC. Based on DPPH test results, ethanol is the best solvent for extracting Moroccan Stevia, and the most suitable part of the plant to use is the leaves. The antioxidant activity varies across different regions. Furthermore, analysis of S. rebaudiana chromatogram varieties using HCA and PCA multivariate analysis can reveal the dominant marker and active compounds of the Stevia plant in each region.