Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DESA BELITANG II KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU Kartolo, Rahmat; SAGIMAN, SAERI; ASPAN, ASRIFIN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.845 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19167

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat-sifat kimia tanah dan rekomendasi pemupukan pada tanaman kelapa sawit. Pengambilan sampel di Desa Belitang II Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau. Parameter dalam penelitian ini adalah pH tanah, N-Total, P-Tersedia, K-Tersedia, Al-dd, C-Organik, Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan Basa, Bobot Isi dan Tekstur tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah rata-rata sebesar 4,24 (sangat masam), N-Total rata-rata sebesar 0,08% (sangat rendah), P-Tersedia rata-rata 4,74 ppm (sangat rendah), K-Tersedia rata-rata 0,07 cmol(+)kg-1 (sangat rendah), Kejenuhan Al rata-rata 56,08% (tinggi),Bahan Organik rata-rata 1,12% (rendah), Kapasitas Tukar Kation rata-rata 5,77 me/100 g (rendah), Kejenuhan Basa rata-rata 15,19%(sangat rendah), Bobot Isirata-rata sebesar 1,22 g/cm3dan Tekstur tanah termasuk dalam kriteria lempung liat berdebu serta liat berdebu. Dosis rekomendasi pemupukan yang dapat diuji di lapangan untuk kebutuhan Urea rata-rata 384 g/pohonatau 47,232 kg/ha,SP36 rata-rata 436 g/pohonatau 53,628 kg/ha, KCl rata-rata 1.103 g/pohonatau 135,669 kg/ha dan Kieserite rata-rata 543 g/pohon atau 66,789 kg/ha/tahun. Kata kunci : Sifat kimia tanah, perkebunan kelapa sawit rakyat dan rekomendasi pemupukan
STUDI STATUS HARA NITROGEN (N), FOSFOR (P), DAN KALIUM (K) DI SAWAH TADAH HUJAN DESA ARANG LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA diana, mar nana; Aspan, Asrifin; Yulies V.I, Uray Suci
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2674

Abstract

MARDIANA. Studi Status Hara Nitrogen (N), Fosfor (P), Dan Kalium (K) Di Sawah Tadah Hujan Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Dibimbing oleh ASRIFIN ASPAN DAN URAY SUCI YULIES V.I. Dilihat dari potensi lahan, tampaknya lahan sawah tadah hujan merupakan alternatif yang menjanjikan dimasa depan untuk dikembangkan. Permasalahan yang menonjol pada lahan sawah tadah hujan adalah produktivitas rendah. Disamping itu, di lahan sawah tadah hujan pengembangan usaha tani padi dihadapkan pada permasalahan kekeringan karena pasokan air hujan yang sulit diprediksi. Contoh tanah diambil di areal persawahan sawah tadah hujan Desa Arang Limbung yaitu pada 4 titik pengamatan, dengan 5 kali ulangan pada setiap titik, dan kemudian tanah dikompositkan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status hara Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) dan pH tanah pada tanaman padi di lahan tadah hujan Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya yang digunakan untuk dasar pengembangan lahan yang dikhususkan pada sistem pemupukan dan pengelolaan lahan agar menghasilkan produksi yang optimal.
IDENTIFIKASI STATUS HARA N P DAN K UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA KUALA ROSAN KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU sumarja, kabul dianta; Aspan, Asrifin; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.13368

Abstract

IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA KUALA ROSAN KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU Kabul Dianta Sumarja(1), Asrifin Aspan (2), Ismaham Umran (2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P dan K di lokasi penelitian agar dapat memberikan rekomendasi pemupukan guna meningkatkan produktifitas tanah dalam menyediakan unsur hara yang dibutuhkan untuk produksi tanaman kelapa sawit. Hasil produksi tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian lebih rendah dari target yang ingin dicapai oleh petani. Menurut hasil wawancara dan survei yang diperoleh dari petani, tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian hanya mampu berproduksi sebesar 16,97 ton/ha/tahun, sedangkan produksi kelapa sawit Marihat dengan umur yang sama (7 tahun) pada Kebun Percobaan Balit Marihat yaitu sebesar 18 ton/ha/tahun (PTPN VII, 1993) Selain itu jika melihat langsung tanaman kelapa sawit pada lokasi penelitian juga terdapat gejala defisiensi unsur hara, seperti daun yang menguning, sehingga perlu diketahui penyebab dan cara mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Desember 2015, di Desa Kuala Rosan Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau dengan luas lokasi 5 hektar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari (1) survei lokasi yang meliputi pengumpulan data-data yang dibutuhkan dan pengambilan contoh tanah komposit (disturbed), (2) analisis contoh tanah di laboratorium serta (3) analisis data dan penyajian hasil penelitian mengenai status kesuburan tanah untuk memberikan rekomendasi pemupukan pada lokasi penelitian. Pengambilan sampel tanah didahului dengan penentuan titik pengambilan sampel tanah dengan metode pengambilan sampel secara diagonal serta contoh tanah komposit. Pada lokasi A1, A2, A3, A4 dan A5 masing-masing diambil sampel tanah dengan menggunakan bor dengan kedalaman 30 cm, sampel diambil di antara tajuk-tajuk kelapa sawit dengan jarak antar titik sampel ± 50 m atau menyesuaikan kondisi lokasi penelitian. Variabel pengamatan meliputi : pH, C-Organik, N-total, P-tersedia, K-dd, dan Al-dd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi tanah (pH) bersifat masam, C-Organik rendah, N-Total sedang, P-Tersedia Tinggi sampai sangat tinggi, kandungan K-dd dan Al- dd sangat rendah di semua lokasi. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan rekomendasi pemupukan untuk tanaman kelapa sawit pada lokasi penelitian yaitu 963,76 g/pohon Urea, 603,64 g/pohon SP-36 dan 2494,13 g/pohon KCL yang diberikan sebanyak 4 kali dalam setahun. Kata Kunci : kelapa sawit, identifikasi status hara,
STUDI STATUS HARA Ca DAN Mg UNTUK TANAMAN PADI SAWAH (Oryza Sativa L.) PADA LAHAN PASANG SURUT DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Sinta, Marsin; Aspan, Asrifin; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara kalsium dan magnesium untuk tanaman padi di areal persawahan pasang surut Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai kakap Kabupaten Kubu Raya. Studi status hara Ca dan Mg dilaksanakan dengan luas lokasi penelitian 7 ha, kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisis tanah di Laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode survey. Penelitian dilaksanakan pada bulan oktober 2014 sampai dengan bulan januari 2015. Adapun variabel penelitian: (1) kalsium tertukar, (2) magnesium tertukar, (3) pH tanah, (4) uji pirit. Berdasarkan hasil analisis sifat kimia dan kesuburan tanah di laboratorium bahwa nilai kadar kalsium antara 1,51 - 3,04 dengan kriteria rendah - sangat rendah, nilai kadar magnesium antara 0,38 - 0,78 dengan kriteria rendah - sangat rendah, nilai pH tanah antara 4,53 - 5,13 dengan kriteria masam dan keterangan tes pirit menunjukan lokasi rata-rata memiliki kriteria berbuih lambat dan tidak berbau, keadaan seperti ini tergolong tidak berbahaya. Kebutuhan kapur kalsit untuk lokasi penelitian rata-rata 0,38 ton/ha dan kebutuhan kapur dolomit untuk lokasi penelitian rata-rata 0,35 ton/ha.
STUDI STATUS HARA N, P DAN K PADA TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis L. var microcarpa) DI TANAH ALUVIAL DESA SEMPADIAN KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS Akbar, Baba Ali; Aspan, Asrifin; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara N, P dan K pada tanaman jeruk siam di tanah aluvial Desa Sempadian Kecamatan Tekarang, serta untuk menentukan rekomendasi pemupukan N, P dan K berdasarkan status hara N, P dan K pada tanaman jeruk siam di lokasi penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober "“ Januari 2016, di desa Sempadian tepatnya di dusun Nurbakti Kecamatan Tekarang kabupaten Sambas, dengan luas lahan 4 ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Variabel pengamatan meliputi: analisis pH, N-total, P-tersedia, K-dd, Kalsium Tertukar, Magnesium Tertukar, C-Organik, KTK dan perhitungan kebutuhan pupuk. Hasil penelitian menunjukkan pH tergolong masam - agak masam yaitu 5,48 "“ 6,29, N-total tergolong rendah - sedang yaitu 0,20% - 0,50%, P-tersedia tergolong sangat tinggi yaitu 15,82 ppm "“ 23,41 ppm, K-dd tergolong rendah - sedang yaitu 0,22 - 0,42cmol (+) kg-1, Ca tergolong sangat rendah yaitu 0,66 "“ 1,27 cmol (+) kg-1, Mg tergolong sangat rendah "“ rendah yaitu 0,25 "“ 0,47 cmol (+) kg-1, C-Organik tergolong rendah "“ tinggi yaitu 1,48 "“ 3,83, KTK tergolong rendah yaitu 7,59 "“ 14,91.Rekomendasi pemupukan pada masing-masing lokasi yaitu J1 (308kg urea/ha, 8 kg Sp-36/ha, 160 kg KCl/ha), J2 (394 kg urea/ha, 8 kg Sp-36/ha, 256 kg KCl/ha), J3 ( 292 kg urea/ha, - kg Sp-36/ha, 168 kg KCl/ha), J4 (304 kg urea/ha, 8 kg Sp-36/ha, - kg KCl/ha), dan J5(292 kg urea/ha, 12 kg Sp-36/ha, 188 kg KCl/ha).
STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM DI DAERAH PASANG SURUT DESA PUNGGUR BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Tya, Kresensia Tya; Aspan, Asrifin; Gunawan, Joni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2675

Abstract

KRESENSIA TYA. Studi status hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium di areal persawahan pasang surut Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Dibimbing oleh Ir. H. Asrifin Aspan, MS dan. Ir. H. Joni Gunawan, M.Sc. Pemanfaatan lahan pasang surut khususnya untuk tanaman padi yang banyak menghadapi kendala, secara umum memiliki kesuburan yang rendah serta kendala agrofisik yang tinggi dan beragam. Secara garis besar juga memiliki kesuburan yang rendah karena memiliki tingkat kemasaman tanah, dan adanya racun seperti pirit yang dapat berbahaya bila dalam keadaan teroksidasi. Untuk itu perlu diketahui ketiga unsur yang penting seperti Nitrogen, Fosfor Dan Kalium baik dalam bentuk tersedia dan total di tanah. Contoh tanah diambil di areal persawahan pasang surut Desa Punggur Besar yaitu pada dua kedalaman yaitu kedalaman 0-20 cm dan 20-50 cm pada 4 titik pengamatan, dengan 5 kali ulangan pada setiap titik, dan kemudian tanah dikompositkan. Diketahui bahwa pada kedalaman 0-20 cm hasil pengukuran Nitrogen, Fosfor Dan Kalium tersedia serta total tanah lebih tinggi dibandingkan kedalaman 20-50 cm.
STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM UNTUK TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) PADA LAHAN PASANG SURUT DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA suryati, suryati; aspan, asrifin; umran, ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status unsur hara N, P dan K di lokasi penelitian untuk pengembangan padi beserta rekomendasi pemupukannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 sampai dengan bulan Desember 2014. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Kakap dengan luas 7 ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Variabel pengamatan meliputi : N-total, P-tersedia, K-dd, pH, uji pirit, dan perhitungan kebutuhan pupuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa status unsur hara N tergolong tinggi yaitu 0,51-0,74%, P tergolong sangat rendah sampai sedang yaitu 2,84-18,57 ppm dan K tergolong tinggi sampai sangat tinggi yaitu antara 0,62-1,26 cmol (+) kg-1, pH pada masing-masing lokasi penelitian tergolong masam bekisar 4,53-5,13, terdapat pirit dalam kategori tidak berbahaya. Rekomendasi pemupukan pada masing-masing lokasi yaitu A (258 kg Urea/ha, 64 kg SP36/ha, 18,98 kg KCL/ha), B (267 kg Urea/ha, 101 kg SP36/ha, 17,1 kg KCL/ha), C (255 kg Urea/ha, 118 kg SP36/ha, 10,52 kg KCL/ha), D (258 kg Urea/ha, 82 kg SP36/ha, 19,62 kg KCL/ha), E (257 kg Urea/ha, 112 kg SP36/ha, 18,05 kg KCL/ha), F (267 kg Urea/ha, 151 kg SP36/ha, 30,58 kg KCL/ha), G (265 kg Urea/ha, 133 kg SP36/ha, 24,32 kg KCL/ha). Kata Kunci : Lahan Pasang Surut, Padi, Sawah, Status Unsur Hara, Rekomendasi Pemupukan.
KETERSEDIAAN HARA PADA LAHAN PERKEBUNAN KARET RAKYAT DI DESA LAMOANAK KECAMATAN MENJALIN KABUPATEN LANDAK JUNIARTO, RIDO; Gafur, Sutarman; Aspan, Asrifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.18009

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ketersediaan hara pada perkebunan karet rakyat, dan memberikan rekomendasi pemupukan guna meningkatkan produksi tanaman karet. Penelitian ini dilakukan di Desa Lamoanak Kecamatan, Menjalin, Kabupaten Landak dengan luas tanaman kebun karet 5 ha. Status hara diperoleh dari analisis di laboratorium. Sampel tanah diambil dari 5 Dusun yang ada di Desa Lamoanak, dalam satu Dusun diambil 1 titik sampel dengan luas 1 ha, dari satu titik sampel diambil 5 titik sub sampel dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm secara diagonal dan dikompositkan. Hasil analisis kimia menunjukan ketersediaan hara di Desa Lamoanak termasuk dalam kriteria sangat rendah sampai tinggi. Pada masing-masing lokasi penelitian unsur hara yang tersedia sangat rendah sampai tinggi terutama unsur N, P dan K sehingga perlu dilakukannya pemupukan pada masing-masing Dusun, untuk Dusun Layakng (589 gr Urea/tan, 163 kg SP-36/tan dan 761 gr KCl/tan), Dusun Payok (588 gr Urea/tan, 124 gr SP-36/tan dan 828 gr KCl/tan), Dusun Rangitant (588 gr Urea/tan, 174 gr SP-36/tan, dan 861 gr KCl/tan), Dusun Baweng (588 gr Urea/tan, 125 gr SP-36/tan dan 792 gr KCl/tan), dan Dusun Tiang Aji (593 gr Urea/tan, 82 gr SP-36/tan dan 763 gr KCl/tan). Dosis rekomendasi Urea, SP-36 dan KCl diberikan dua kali dalam satu tahun, dan digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman karet. Kata kunci : Ketersediaan Hara, Tanaman Karet, dan Rekomendasi Pemupukan
KAJIAN KETERSEDIAAN HARA TANAH ALLUVIAL YANG DITANAMI KEDELAI DI DESA PANCUR KECAMATAN TANGARAN KABUPATEN SAMBAS Abdullah, Hardiyanto; Aspan, Asrifin; Anis, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.954 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa sifat kimia tanah pada lahan yang ditanami kedelai dan untuk mengetahui rekomendasi pemupukan serta meningkatkan produktivitas tanaman kedelai. Penelitian ini dilakukan di Desa Pancur Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas dengan luas Persawahan Desa Pancur ±25 Ha. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung dilapangan dan wawancara dengan petani, pengambilan sampel tanah diambil dari 5 petak sawah yang berbeda-beda, dalam satu petak sawah di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem diagonal dan dikompositkan.Parameter pengamatan N-Total Tanah, P tersedia, K dapat dipertukarkan, Reaksi Tanah (pH), C-Organik Tanah, KTK tanah dan Al dapat dipertukarkan. Hasil analisis kadar nitrogen (N) total tanah pada lokasi penelitian dengan rata-rata tergolong rendah, kadar fosfor (P) tersedia tanah pada lokasi penelitian tergolong tinggi, (K) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian sangat rendah, pH tanah pada lokasi penelitian tergolong masam, C-Organik pada lokasi penelitian tergolong rendah, KTK tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah dan Al dapat dipertukarkan pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah.Kata kunci :Kimia Tanah, Kedelai, Sawah.
IdentifikasiSifat Kimia Tanah Areal Perkebunan Kelapa Sawit dan Areal Terbuka Bekas PETI Kecamatan Mandor Kabupaten Landak ANWAR, EDY; ASPAN, ASRIFIN; SURYADI, URAI EDI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19142

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat fisika dan kimia tanah pada areal terbuka dan kelapa sawit bekas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kayu Ara Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode survey yaitu diambil masing-masing lokasi secara diagonal kemudian sampel tanah di kompositkan. Parameter dalam penelitian ini terdiri dari tekstur, bobot isi, pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, kejenuhan basa (KB) dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di lokasi areal terbuka bekas PETI bertekstur pasir berdebu sedangkan di areal perkebunan kelapa sawit bekas PETI bertekstur pasir, bobot isi di areal terbuka bekas PETI 1,29 g/cm dan di areal perkebunan sawit senilai 1,22 g/cm, pH di areal terbuka dan perkebunaan kelapa sawit antara 4,17 % - 4,51% dengan kriteria tergolong sangat masam, C-organik kedua lokasi antara 0,53% - 0,8% dengan kriteria tergolong sangat rendah, N-total kedua lahan lokasi antara 0,07% - 0,92% dan tergolong sangat rendah, P-tersedia kedua lokasi penelitian antara 14,15 "“ 8,08 (ppm) dengan kriteria tergolong sangat rendah hingga rendah, K-tersedia kedua lokasi antara 0,03 - 0,04 cmol (+)kg1 dan tergolong sangat rendah, KTK di kedua lokasi antara 4,64"“ 6,87 cmol (+)kg1 dan tergolong sangat rendah hingga rendah, dan kejenuhan basa (KB) di kedua lokasi antara 13,33% - 9,75% yang tergolong sangar rendah. Hasil perhitungan kebutuhan pupuk dilokasi penelitian pada areal terbuka 4,3 kg urea/pohon, SP-36 3,4 kg/pohon, KCl 2,7 kg/pohon dan areal perkebunan kelapa sawit Urea 3,2 kg/pohon, SP-36 3,7 kg/pohon, KCl 2,9 kg/pohon. Kata Kunci:Areal Terbuka, Perkebunan Kelapa Sawit, PETI, Sifat Fisika dan Kimia Tanah.