Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EFFECT OF COASTAL SEDIMENT TO NUTRIENT AVAILABILITY AND MAIZE PRODUCTIVITY ON ENTISOLS Suswati, Denah; Sagiman, Saeri; sulakhudin, Sulakhudin
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 37, No 3 (2015): OCTOBER
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v37i3.460

Abstract

Entisols had a great potential for maize planting area expansion in increasing its production. The low soil fertility could be improved by application of coastal sediment. This current research examined the effect of different amount of coastal sediment on nutrient availability and maize production on Entisols, West Kalimantan. The research was conducted from July to November, 2013 in green house, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, West Kalimantan. The treatment conducted was the application of coastal sediment at dosage of: 0 Mg ha-1 (L0), 14 Mg ha-1 (L1), 28 Mg ha-1 (L2), 42 Mg ha-1 (L3), 56 Mg ha-1 (L4), 72 ton ha-1 (L5), 86 Mg ha-1 (L6) and 100 Mg ha-1 (L7). The treatments were arranged by completely randomized design with 3 replications. Research results showed that 42 Mg ha-1 coastal sediment was the best treatment and able to increase soil nutrients availability and maize productivity. The provision of coastal sediment increased the availability of K, Ca, Mg and Na, also the availability of nutrients in accordance with the increase of the dosage of coastal sediment.
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DESA BELITANG II KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU Kartolo, Rahmat; SAGIMAN, SAERI; ASPAN, ASRIFIN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.845 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19167

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat-sifat kimia tanah dan rekomendasi pemupukan pada tanaman kelapa sawit. Pengambilan sampel di Desa Belitang II Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau. Parameter dalam penelitian ini adalah pH tanah, N-Total, P-Tersedia, K-Tersedia, Al-dd, C-Organik, Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan Basa, Bobot Isi dan Tekstur tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah rata-rata sebesar 4,24 (sangat masam), N-Total rata-rata sebesar 0,08% (sangat rendah), P-Tersedia rata-rata 4,74 ppm (sangat rendah), K-Tersedia rata-rata 0,07 cmol(+)kg-1 (sangat rendah), Kejenuhan Al rata-rata 56,08% (tinggi),Bahan Organik rata-rata 1,12% (rendah), Kapasitas Tukar Kation rata-rata 5,77 me/100 g (rendah), Kejenuhan Basa rata-rata 15,19%(sangat rendah), Bobot Isirata-rata sebesar 1,22 g/cm3dan Tekstur tanah termasuk dalam kriteria lempung liat berdebu serta liat berdebu. Dosis rekomendasi pemupukan yang dapat diuji di lapangan untuk kebutuhan Urea rata-rata 384 g/pohonatau 47,232 kg/ha,SP36 rata-rata 436 g/pohonatau 53,628 kg/ha, KCl rata-rata 1.103 g/pohonatau 135,669 kg/ha dan Kieserite rata-rata 543 g/pohon atau 66,789 kg/ha/tahun. Kata kunci : Sifat kimia tanah, perkebunan kelapa sawit rakyat dan rekomendasi pemupukan
KAJIAN MIKROBIA PELARUT FOSFAT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA ROBAN, KOTA SINGKAWANG Shalleh, Muhammad; Sagiman, Saeri; Sulakhudin, Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.264 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.22172

Abstract

KAJIAN MIKROBIA PELARUT FOSFAT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA ROBAN, KOTA SINGKAWANG Muhammad Shalleh(1), Saeri Sagiman(2), Sulakhudin(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar dari Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAKFosfat (P) merupakan unsur hara esensial kedua setelah nitrogen yang berperan penting pada pertumbuhan tanaman. Ketersedian P di dalam tanah rendah oleh karena mudah terikat oleh unsur lain Fe, Al, Ca dan Mg. Beberapa mikrobia mampu melarutkan P sehingga peranannya sangat penting dalam budidaya tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah populasi mikrobia pelarut fosfat (MPF), mengidentifikasi jenis serta kemampuannya dalam melarutkan fosfat yang diisolasi dari beberapa penggunaan lahan yakni lahan hutan sekunder, lahan pasca penambangan emas tanpa izin (PETI) tanpa tanaman dan lahan pasca PETI yang ditanami kelapa sawit di Desa Roban, Kota Singkawang. Isolasi MPF dilakukan menggunakan media pikovskaya Ca3(PO4)2 dan FePO4 sebagai sumber P. Penghitungan kepadatan MPF dengan metode cawan hitung (total plate count). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya ditemukan bakteri pelarut fosfat (BPF) pada sumber P Ca3(PO4)2 yakni isolat SP1, SP2,SP3, SP4 dan SP5. Cendawan pelarut fosfat (CPF) ditemukan pada sumber P media pikovskaya ikatan Ca3(PO4)2 dan FePO4. Isolat CPF Ca3(PO4)2 yakni SP1, SP2 dan SP3. Isolat CPF FePO4 yakni SP10.1 dan SP10.2. Isolat BPF yang memiliki indeks pelarutan P terbesar adalah SP1 sebesar 69 mm2. Isolat CPF Ca3(PO4)2 memiliki indeks pelarutan terbesar adalah SP3 sebesar 105 mm2 sedangkan pada isolat CPF FePO4 adalah SP10.1 sebesar 46 mm2. Kepadatan populasi BPF menurun setelah adanya kegiatan PETI sedangkan populasi cendawan meningkat di lokasi pasca PETI tanpa tanaman.Kata kunci : Fosfat, hutan sekunder, sawit, bakteri, cendawan.
STRATEGI PENGEMBANGAN KEBUN KELAPA SAWIT LAHAN GAMBUT KABUPATEN KUBU RAYA TRIYONO, DJOKO; MUANI, ANI; SAGIMAN, SAERI
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Social Economic of Agriculture
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j.sea.v4i2.12768

Abstract

Kubu Raya district is a district of the division of Pontianak regency formed by Act 35 of 2007 concerning the Establishment of Kubu Raya district with an area of 6985.20 km ² ( 698,520 acres ) . There are 342.984 ha of peat land area comprising 171 396 ha of shallow peat , peat in the 49 621 ha , 38.953 ha of peat medium , peat in the 83 014 ha while the development activities for oil palm plantations of business licenses obtained has reached an area of about 206 154 ha consisting of 23 fruit companies mostly scattered on peatlands , related to the use of peatlands for oil palm cultivation requires prudence and careful planning with a record of environmental damage . The concept of the development of oil palm plantations on peat land must be in accordance with the  rules  of  Regulation  of  the  Minister  of  Agriculture  of  the  Republic  of  Indonesia  Number14/Permentan/PL 110/2/2009 on Guidelines for Aquaculture Lowland Sustainable Palm Oil which aims to develop the cultivation of oil palm plantations , preserve the function of land peat , increase production and revenue produksen palm .. To understand these activities , then made the purpose of the study : 1 . Identify and analyze the factors that influence the development strategy of oil palm plantations on peat land in Kubu Raya District .2 . Formulate strategies alternanif development of oil palm plantations on peatland Kubu Raya district .The method used was a survey method and included in the descriptive study . The sampling technique used was purposive sampling method , which determines directly or by deliberately selecting respondents . To know the strengths , opportunities , weaknesses and threats of the development of oil palm plantations on peatland Kubu Raya district , then do a SWOT analysis ( Strengths Weakness Opportunities Threath ) . From the analysis it turned out SO strategy ( Strengths Opportunities) ( 3.3743 ) is the best strategy in the development of oil palm plantations on peatland Kubu Raya district , while the strategy is as follows: 1 ) Planting Area Improvement Strategy and Increased Production of oil palm plantations  peatlands  .  2  )  Increased  and  improved  palm  oil  products  according  to  standard  .
Pengaruh Lumpur Laut pada Tanah Gambut untuk Media Tanam Kedelai terhadap Sifat Kimia Tanah dan Emisi CO2 Yenni, Yenni; Sagiman, Saeri; Susana, Rini
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v13i1.80722

Abstract

This study aimed to determine the effect of coastal sediment on peat soil for soybean planting medium to soil chemical properties and CO2 emissions. The research lasted for 3 months starting from preparation to presentation of the results. This research was conducted at the Laboratory of Soil Quality and Health, Laboratory of Chemistry and Soil Fertility and in the Faculty of Agriculture experimental garden Tanjungpura University. The method used is experiment with a completely randomized design (CRD), which consists of 5 treatments and 4 replications. Each polybag contained 1 plant sample. So the number of plants altogether 20 units of the plant. Treatment as follows: LL0 : Without treatment coastal sediment, LL1 : coastal sediment 25.2 tonnes/ha equivalent to 180 g/polybag, LL2 : coastal sediment 33.6 tonnes/ha equivalent to 240 g/polybag, LL3 : coastal sediment 42 ton / ha equivalent to 300 grams/polybag, LL4 : coastal sediment 50.4 tonnes/ha equivalent to 360 g/polybag. The variables observed in this study are soil pH, cation exchange capacity (CEC), Base Saturation, C/N, CO2 emissions and the dry weight of soybean. The results showed that application   of coastal sediment with various doses on peat soil can increase soil pH, Base Saturation and C/N ratio, with decreasing CEC. There is just a little correlation of costal sediment on CO2 emissions of soil (R2=0.0009). Coastal sediment 33.6 tonnes/ha equivalent to 240 grams/polybag was resulted dry weight of soybean   to maximum vegetative phase.
KAJIAN AKTIVITAS MIKROORGANISME TANAH PADA BEBERAPA CARA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBURAYA Wicaksono, Takdir; Sagiman, Saeri; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.545 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9763

Abstract

Mikroorganisme melakukan berbagai aktivitas yang saling berinteraksi dengan faktor biotik maupun faktor abiotik (lingkungan) perannya dalam tanah sangat besar terutama dalam proses dekomposisi bahan organik menjadi unsur hara dan dalam bentuk gas seperti CO2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji besarnya aktivitas mikroorganisme tanah pada beberapa cara penggunaan lahan, yakni : kebun rambutan, kebun durian, kebun langsat, kebun pisang dan padi ladang. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan. Kegiatan penelitian meliputi pengambilan sampel, pembuatan seri pengenceran, pembuatan media NA dan MA, pembuatan seri pengenceran, isolasi, identifikasi dan menghitung aktivitas mikroorganisme tanah (Respirasi). Berdasarkan hasil analisis menunjukan rataan tertinggi aktivitas mikroorganisme tanah dalam produksi CO2terdapat pada penggunaan lahan kebun pisang yaitu:36,34 CO2/100gram tanah/hari, hal ini dikarnakan total mikroorganisme tanah pada penggunaan lahan kebun pisang juga tinggi, yaitu jumlah bakteri 8,33 x 105 cfu/gram tanah dan jumlah fungi 23 x 104cfu/gram tanah. Sedangkan rataanterendah aktivitas mikroorganisme tanah dalam produksi CO2 terdapat pada penggunaan lahan padi ladang yaitu: 21,39 CO2/100 gram tanah/hari, hal ini dikarnakan total mikroorganisme tanah pada penggunaan lahan padi ladang sangat rendah, yaitu jumlah bakteri 1,66 x 105 cfu/gram tanah dan jumlah fungi 2,33 x 104cfu/gram tanah. Tinggi rendahnya aktivitas mikroorganisme tanah juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti: bahan organik tanah, reaksi tanah (pH), kadar air tanah dan cara penggunaan lahan.
Efektifitas Bakteri Bintil Akar Asal Lahan Pasang Surut Desa Rasau Jaya Pada Tanaman Kedelai di Media Pasir ROMA, ROMA; SAGIMAN, SAERI; UMRAN, ISMAHAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.18138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari isolat bakteri bintil akar tanaman kedelai dari lahan pasang surut Rasau Jaya yang memiliki efektifitas tinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan yaitu isolat bakteri bintil akar yang terdiri dari 12 taraf perlakuan (10 isolat dan 2 kontrol) dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah RJ 1.1 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 1.1), RJ 1.2 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 1.2), RJ 1.3 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 1.3), RJ 1.4 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 1.4), RJ 1.5 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 1.5), RJ 2.1 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 2.1), RJ 2.2 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 2.2), RJ 3.1 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 3.1), RJ 4.1 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 4.1), RJ 4.2 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 4.2), T1 + N (Tanaman Kedelai Tanpa Inokulasi + Nitrogen), T1 - N (Tanaman Kedelai Tanpa Inokulasi dan Tanpa Nitrogen). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Hasilnya diamati di Laboratorium Biologi dan Bioteknologi Tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri bintil akar asal Rasau Jaya memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah bintil akar, berat basah bintil akar, berat kering bintil akar, dan kandungan N tanaman kedelai. Isolat bakteri bintil akar RJ 3.1 menunjukkan pengaruh yang tertinggi pada jumlah bintil akar (64,67 bintil), berat basah bintil akar (420 mg), dan berat kering bintil akar (130 mg), sedangkan isolat bakteri bintil akar RJ 1.5 memberikan pengaruh yang tertinggi pada kandungan N tanaman kedelai (2,15%).. Kata kunci : isolat bakteri bintil akar, kedelai, lahan pasang surut
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH ULTISOLS PADA DUA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI DESA BETENUNG KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG MELI, VEROMIKA; SAGIMAN, SAERI; GAFUR, SUTARMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23149

Abstract

IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH ULTISOLSPADA DUA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI DESA BETENUNG KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANGVeromika Meli (1) , Saeri Sagiman (2) , Sutarman Gafur (2)Mahasiswa (1) dan Staf Pengajar (2)Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura PontianakABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat fisika tanah pada kebun karet dan kelapa sawit di Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara diagonal pada dua vegetasi yang berbeda dengan cara tiga pengambilan sampel tanah yaitu pengambilan sampel tanah utuh, sampel tanah agregat utuh dan contoh tanah terganggu. Titik pengamatan sampel tanah di ambil pada kebun karet dan kelapa sawit dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm.Hasil penelitan menunjukan profil warna tanah pada kebun karet terdapat dua lapisan warna tanah yaitu 7,5YR 3/3 coklat gelap dan 7,5YR 6/8 kuning kemerahan, sedangkan pengamatan profil warna tanah pada perkebun kelapa sawit terdapat dua lapisan warna tanah yang berbeda juga, lapisan pertama 7,5YR 4/6 coklat gelap, lapisan kedua 7,5YR 6/8 kuning kemerahan. Struktur tanah kebun karet dengan kedalaman lapisan I struktur tanahnya remah, lapisan II dan III dengan struktur gumpal membulat sedangkan pada kebun kelapa sawit dengan kedalaman lapisan I berstruktur remah, lapisan II berstruktur gumpal bersudut dan lapisan ke III struktur tanahnya gumpal membulat. Tekstur tanah pada kebun karet kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm termaksuk lempung dan lempung berliat sedangkan tekstur tanah pada kebun kelapa sawit dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki persamaan yaitu termasuk lempung liat berdebu.Hasil uji t bobot isi tanah pada kebun karet dan kelapa sawit pada kedalaman 0-30cm menunjukan berbeda tidak nyata sedangkan kedalaman 30-60 cm, berbeda nyata sementara hasil uji t kadar air kapasitas lapangan pada kebun karet dan kelapa sawit dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60cm menunjukan berbeda tidak nyata. Hasil uji t porositas tanah kebun karet dan kelapa sawit kedalaman 0-30 dan 30-60 cm menunjukan berbeda tidak nyata. Sementara hasil uji t permeabilitas tanah pada kebun karet dan kelapa sawit dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berbeda tidak nyata. Kemantapan agregat tanah lebih tinggi pada kebun kelapa sawit dibandingkan dengan hutan karet baik itu kedalaman 0-30 cm maupun 30-60 cm. Sementara hasil analisis bahan organik pada kebun karet dan kelapa sawit tergolong rendah baik itu pada kedalaman 0-30 cm maupun 30-60 cm, N-total rendah, dan C/N rasio rendah serta reaksi tanah (pH) masam.Kata kunci : Ultisols, Sifat Fisika Tanah, Kebun Karet dan Kelapa Sawit.