Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan pembuatan “Pie Susu Sokhateri” Tinggi Protein dan Zat Gizi Mikro bagi kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Manutapen Loaloka, Meirina S; Zogara, Asweros Umbu; da Costa, Santa Luciana D.V.; Adi, A.A.Ayu Mirah; Peni, Jane Austen
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.10590

Abstract

Pie susu sokatheri merupakan salah satu pangan lokal yang memiliki kandungan gizi yang tinggi akan protein dan zat gizi mikro, yang terdiri dari Kacang hijau, kacang tanah, sorghum dan ikan teri.  Tujuan dari kegiatan ini Untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) maka perlu pemberian makanan tambahan khususnya bagi kelompok rawan merupakan salah satu strategi suplementasi dalam mengatasi masalah gizi. Dalam rangka penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi pada lingkup pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yaitu pemberian makanan tambahan. sasaran kegiatan ini adalah kader posyandu di wilayah kerja puskesmas manutapen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 metode yaitu ceramah dan praktek. Hasil dari kegiatan ini Peserta sangat antusias mengikuti tahapan kegiatan ini karena mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan mengolah PMT bagi ibu hamil KEK. selain itu, manfaat lain yang di dapatkan peserta adalah produk ini bisa menjadi PMT bagi ibu hamil di posyandu kelurahan manutapen, para kader berharap untuk kegiatan seperti ini agar terus berlanjut
Pelatihan Pembuatan Menu PMT Cegah Stunting kepada Kader POSYANDU di Desa Oeltua Niron, Maria F Vinsensia D P Kewa; Peni, Jane Austen; Nenotek, Christina Rosanty
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i2.13280

Abstract

Anak stunting berisiko mengalami peningkatan kesakitan dan kematian, terhambatnya perkembangan motorik dan mental, penurunan intelektual dan produktivitas, peningkatan risiko penyakit degeneratif, obesitas serta lebih rentan terhadap penyakit infeksi. Stunting pada anak sekolah dasar merupakan manifestasi dari stunting pada masa BALITA yang mengalami kegagalan dalam tumbuh kejar (catch up growth), defisiensi zat gizi dalam jangka waktu lama, serta adanya penyakit infeksi. Stunting tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tetapi disebabkan oleh banyak faktor yang saling berhubungan satu dengan lain. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah gizi pada BALITA yaitu dengan melatih kader POSYANDU dalam pengolahan PMT bagi BALITA stunting. Harapan dari upaya ini adalah kader dapat memahami pentingnya pengolahan PMT Lokal bagi BALITA dan memperbaiki status gizi BALITA. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 di Desa Oeltua Kabupaten Kupang. Sasaran kegiatan ini adalah kader POSYANDU berjumlah 35 orang. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode praktek pengolahan PMT. Hasil pelaksanaan kegiatan yaitu adanya peningkatan keterampilan kader dalam mengolah menu PMT
Determinan Sosiodemografi dan Peran Ayah Terhadap Kejadian Stunting di Kabupaten Timur Tengah Selatan: Determinan Sosiodemografi dan Peran Ayah terhadap Kejadian Stunting di Kabupaten Timur Tengah Selatan Sine, Juni Gressilda Louisa; Peni, Jane Austen; Nur, Astuti; Loaloka, Meirina S.; Kewa Niron, Maria F. Vinsensia D. P.; Mirah Adi, Anak Agung Ayu; Exposto, Levi Anatolia S. M.; Rosario Pacheco, Cipriano do
Amerta Nutrition Vol. 10 No. 1SP (2026): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v10i1SP.2026.9-17

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem that has a serious impact. The results of SSGI in 2021 the prevalence of stunting in East Nusa Tenggara was 24.4 percent. The highest stunting in South Central Timor District (TTS) was 48.3 percent. The causes of stunting are multifactorial; in addition to inadequate nutritional intake, sociodemographic factors and the role of fathers can affect parenting and susceptibility to infectious diseases. The determinants of stunting incidence in each region are different, including sociodemographics and parenting patterns. Objectives: This study aims to determine the risk factors for stunting according to sociodemographics and the role of fathers in the South Central Timor district. Methods: This research is a quantitative study with a Cross-Sectional Design. The number of samples used was 280 people with a purposive sampling technique based on the researcher's criteria. The research instrument used questionnaires and anthropometric measurements. The data collected included sociodemographic variables, data on child characteristics, and the role of fathers in preventing stunting. Data obtained from secondary data interviews, observations, and anthropometric measurements to measure the nutritional status of toddlers. Data analysis was carried out in stages; the results of bivariate analysis with a p-value below 0.25 were included in the multivariate analysis modeling of logistic regression tests. This study received ethical approval from the Ethics Committee of the Poltekkes Kemenkes Kupang No LB.02.03/1/0156/2024. Results: The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between a history of infectious diseases, low birth weight <2500 grams, low exclusive breastfeeding, nutritional status of pregnant women with KEK, and the role of fathers with the incidence of stunting in Tobu Village and Noesiu Village. This is indicated by a p-value <0.05, while the results of the multivariate analysis showed that the nutritional status of pregnant women and exclusive breastfeeding had the greatest influence on the incidence of stunting. Conclusion: The biggest risk factors for stunting in this study were maternal nutritional status and low exclusive breastfeeding. Specific variables need to be added in further studies, including complete basic immunization, smoking behavior, and nutritional intake.