Darmawan, Adib
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Sosial dalam Teks Surat Kabar Pasca Reformasi Darmawan, Adib
Journal of Education Research Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v3i4.147

Abstract

Analisis Wacana Kritis media, merupakan bentuk kesimpulan dari sudut pandang yang penulis kemukakan mengenai media, yang bersentuhan dengan perihal analisis isi, analisis framing, wacana, maupun semiotika.. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model analisis Wacana dengan perspektif sosiokultural melalui model Teun A van Dijk yang dalam banyak hal diteruskan model analisisnya oleh Norman Fairclouch. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dengan Teknik pengumpulan data berupa Teknik dokumentasi dan FGD. Teknik analisis yang digunakan adalah Teknik deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa bnalisis wacana berdasarkan perspektif sosiokultural pada dasarnya menggunakan pola analisis teks, preses produksi teks, dan konteks. Analisis teks digunakan untuk melihat struktur teksnya untuk memahami struktur kata,  kalimat, dan makna. Pada langkah selanjutnya penganalisis memahami proses produksi teks dengan menganalisis struktur tema dan konteks sosial budaya teks itu dihasilkan. Baik van Dijk maupun Fairclouch masih sepakat memahami wacana dari teks. Namun keduanya  masih melengkapi pemahaman teks itu dengan memahami kognisi sosial dan konteks van Dijk dan proses produksi dan proses interpretasi bedasarkan konteks sosial budaya
Kajian Terjemahan Tindak Tutur dalam Ghost Fleet Karya P.W. Singer and August Cole Darmawan, Adib
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.889

Abstract

Menerjemahkan karya sastra khususnya novel menimbulkan berbagai tantangan bagi para penerjemah, diantaranya adalah tuturan yang terdiri dari beberapa jenis tindak tutur seperti direktif, asertif, ekspresif, komisif, dan deklaratif dengan menggunakan teknik penerjemahan yang tepat sesuai dengan konteksnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis jenis tindak tutur, teknik penerjemahan, dan kualitas terjemahan ujaran dalam novel yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian penerjemahan: studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif berdasarkan dokumen ST dan Tsa. Studi kasus diterapkan pada novel Ghost Fleet: A Novel of The Next World. Data diperoleh dengan menggunakan analisis dokumen dan Focus Group Discussion. Data dianalisis satu persatu dengan menggunakan empat prosedur Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat jenis tindak tutur yang terdapat dalam novel yaitu asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur tersebut diterjemahkan menggunakan padanan yang telah ditetapkan. variasi, peminjaman murni, eksplisitasi, modulasi, implisitasi, partikularisasi, kompensasi, kreasi diskursif, reduksi, penerjemahan literal, trans-rank-shift, transposisi, penjumlahan dan generalisasi. Kualitas terjemahan yang terdiri dari akurasi, akseptabilitas, dan keterbacaan sangat baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam peristiwa tutur perang, tuturan yang digunakan adalah tindak tutur asertif dan direktif di kalangan prajurit karena tindak tutur yang digunakan harus mengandung dalil kebenaran untuk memenangkan peperangan.
Pragmatics: A Critical Instance Analysis of Discourse Background of Iraq War Darmawan, Adib
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1565

Abstract

Selama dekade terakhir, terdapat banyak kontroversi seputar gagasan rumit tentang terorisme dan antiterorisme. Terorisme adalah topik yang sangat rumit dan mendominasi agenda nasional dan internasional. Bentuknya bisa bermacam-macam dan dikaitkan dengan berbagai kelompok dan alasan. Disajikan dalam berbagai cara sesuai dengan siapa yang berbicara. Dengan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan melakukan Analisis Wacana Kritis (CDA) terhadap pernyataan-pernyataan Bush mengenai terorisme. Ini menerapkan gagasan van Dijk tentang Analisis Wacana Kritis pada dua pidato Bush, dengan menggunakan teknik analisis isi kualitatif. Studi tersebut menemukan bahwa Bush memproyeksikan terorisme secara tidak baik, sementara memproyeksikan anti-terorisme secara positif dengan sengaja memilih terminologi dan ungkapan yang bermuatan emosi. Pernyataan Bush sering kali memuat referensi tentang kekuasaan sebagai kendali, kendali pikiran, dan kendali konteks. Penelitian ini mempunyai implikasi signifikan terhadap teori Analisis Wacana Kritis dan penelitian teroris.
Analisis Wacana Kritis Sosial dalam Teks Surat Kabar Pasca Reformasi Darmawan, Adib
Journal of Education Research Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v3i4.147

Abstract

Analisis Wacana Kritis media, merupakan bentuk kesimpulan dari sudut pandang yang penulis kemukakan mengenai media, yang bersentuhan dengan perihal analisis isi, analisis framing, wacana, maupun semiotika.. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model analisis Wacana dengan perspektif sosiokultural melalui model Teun A van Dijk yang dalam banyak hal diteruskan model analisisnya oleh Norman Fairclouch. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dengan Teknik pengumpulan data berupa Teknik dokumentasi dan FGD. Teknik analisis yang digunakan adalah Teknik deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa bnalisis wacana berdasarkan perspektif sosiokultural pada dasarnya menggunakan pola analisis teks, preses produksi teks, dan konteks. Analisis teks digunakan untuk melihat struktur teksnya untuk memahami struktur kata,  kalimat, dan makna. Pada langkah selanjutnya penganalisis memahami proses produksi teks dengan menganalisis struktur tema dan konteks sosial budaya teks itu dihasilkan. Baik van Dijk maupun Fairclouch masih sepakat memahami wacana dari teks. Namun keduanya  masih melengkapi pemahaman teks itu dengan memahami kognisi sosial dan konteks van Dijk dan proses produksi dan proses interpretasi bedasarkan konteks sosial budaya
Kajian Terjemahan Tindak Tutur dalam Ghost Fleet Karya P.W. Singer and August Cole Darmawan, Adib
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.889

Abstract

Menerjemahkan karya sastra khususnya novel menimbulkan berbagai tantangan bagi para penerjemah, diantaranya adalah tuturan yang terdiri dari beberapa jenis tindak tutur seperti direktif, asertif, ekspresif, komisif, dan deklaratif dengan menggunakan teknik penerjemahan yang tepat sesuai dengan konteksnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis jenis tindak tutur, teknik penerjemahan, dan kualitas terjemahan ujaran dalam novel yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian penerjemahan: studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif berdasarkan dokumen ST dan Tsa. Studi kasus diterapkan pada novel Ghost Fleet: A Novel of The Next World. Data diperoleh dengan menggunakan analisis dokumen dan Focus Group Discussion. Data dianalisis satu persatu dengan menggunakan empat prosedur Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat jenis tindak tutur yang terdapat dalam novel yaitu asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur tersebut diterjemahkan menggunakan padanan yang telah ditetapkan. variasi, peminjaman murni, eksplisitasi, modulasi, implisitasi, partikularisasi, kompensasi, kreasi diskursif, reduksi, penerjemahan literal, trans-rank-shift, transposisi, penjumlahan dan generalisasi. Kualitas terjemahan yang terdiri dari akurasi, akseptabilitas, dan keterbacaan sangat baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam peristiwa tutur perang, tuturan yang digunakan adalah tindak tutur asertif dan direktif di kalangan prajurit karena tindak tutur yang digunakan harus mengandung dalil kebenaran untuk memenangkan peperangan.
Pragmatics: A Critical Instance Analysis of Discourse Background of Iraq War Darmawan, Adib
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1565

Abstract

Selama dekade terakhir, terdapat banyak kontroversi seputar gagasan rumit tentang terorisme dan antiterorisme. Terorisme adalah topik yang sangat rumit dan mendominasi agenda nasional dan internasional. Bentuknya bisa bermacam-macam dan dikaitkan dengan berbagai kelompok dan alasan. Disajikan dalam berbagai cara sesuai dengan siapa yang berbicara. Dengan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan melakukan Analisis Wacana Kritis (CDA) terhadap pernyataan-pernyataan Bush mengenai terorisme. Ini menerapkan gagasan van Dijk tentang Analisis Wacana Kritis pada dua pidato Bush, dengan menggunakan teknik analisis isi kualitatif. Studi tersebut menemukan bahwa Bush memproyeksikan terorisme secara tidak baik, sementara memproyeksikan anti-terorisme secara positif dengan sengaja memilih terminologi dan ungkapan yang bermuatan emosi. Pernyataan Bush sering kali memuat referensi tentang kekuasaan sebagai kendali, kendali pikiran, dan kendali konteks. Penelitian ini mempunyai implikasi signifikan terhadap teori Analisis Wacana Kritis dan penelitian teroris.