Stunting (kerdil/pendek) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang terjadi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multi-faktorial dan bersifat antar generasi. Stunting dan kekurangan gizi lainnya yang terjadi pada 1.000 HPK di samping berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menurunkan angka kejadian stunting di kota Semarang dengan memberikan edukasi makanan sehat dan memberikan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan balita. Salah satu sasaran dari pelaksanaan kegiatan penurunan angka Stunting berada di Puskesmas Ngemplak Simongan, karena dalam wilayah kerja ini masih banyak balita dengan Stunting. Data dari Puskesmas Ngemplak Simongan di Bulan Mei tahun 2022 masih terdapat 42 anak yang tergolong stunting. Metode yang digunakan adalah edukasi dan menyediakan kesempatan tanya jawab kepada Ibu penderita stunting serta memberikan makanan sesuai dengan gizi seimbang yang dapat langsung dikonsumsi penderita stunting dan dapat menjadi contoh bagi ibu dalam menyediakan makan bagi anaknya dirumah. Hasil yang didapatkan adalah pengetahuan yang bertambah dari ibu penderita stunting tentang jenis makanan yang dibutuhkan dan cara pengolahan makanan untuk mendukung anak mereka bebas dari stunting. Stunting (dwarfism) is a condition of growth failure in toddlers caused by chronic malnutrition and repeated infections, which occurs in the First 1,000 Days of Life (HPK). Stunting is a chronic nutritional problem caused by multi-factorial and intergenerational. Stunting and other malnutrition that occurs in the 1,000 HPK in addition to the risk of stunted physical growth and children's vulnerability to disease, also cause cognitive development disorders that will affect the level of intelligence and productivity of children in the future. The purpose of this community service activity is to reduce the incidence of stunting in Indonesia by providing education on healthy food and providing nutritious food that is in accordance with the needs of toddlers. One of the targets for implementing activities to reduce the number of Stunting is at the Ngemplak Simongan Health Center, because in this work area there are still many toddlers with Stunting. Data from the Ngemplak Simongan Health Center in May 2022, there were still 42 children who were classified as stunted. The method used is a lecture and providing a question-and-answer opportunity for stunting mothers and providing food according to balanced nutrition that can be directly consumed by stunting sufferers and can be an example for mothers in providing food for their children at home. The results obtained are increased knowledge from stunting mothers about the types of food needed and how to process food to support their children to be free from stunting.