Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemeriksaan Golongan Darah Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Santri Di Pondok Pesantren Tashih Quran Ar-Rofi Semarang Sundawa, Angga Pria; Hastuti, Rizkie Woro; Hikmah, Annisa Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.484

Abstract

Darah merupakan komponen yang sangat penting di dalam tubuh. Sistem golongan darah setiap orang berbeda-beda. Terdapat dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan A-B-O dan Rhesus (factor Rh). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan golongan darah para santri di Pondok Pesantren Tashih Quran Ar Rofi Semarang. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi: tahapan persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahapan persiapan meliputi pengurusan ijin, studi pendahuluan dengan observasi lapangan, pengumpulan bahan dan persiapan alat dan bahan pada saat kegiatan serta koordinasi dengan pihak terkait. Tahapan pelaksanaan kegiatan adalah melakukan pemeriksaan golongan darah pada calon pendonor darah di Pondok Pesantren Tashih Quran Ar Rofi Semarang. Pada tahap pelaporan hasil dan evaluasi terdiri penyusunan laporan pertanggungjawaban kegiatan. Hasil pengabdian masyarakat ini terdapat dari 5 pengasuh dan 35 santri pesantren yang berkenan dilakukan pemeriksaan sejumlah 14 orang. Didapatkan hasil golongan darah A sejumlah 4 orang, golongan darah B sejumlah 7 orang, golongan darah O sejumlah 3 orang, dan golongan darah AB sejumlah 0 orang.
Relationship between Level of Test Anxiety and Module Score in Medical Students: An Analytical Observational Study Aryati, Salsabila; Hastuti, Rizkie Woro; Soetoko, Anita Soraya
Journal of Advanced Multidisciplinary Research Vol 5, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jamr.5.2.126-132

Abstract

Modul score are scores obtained from theoretical exams in the form of MCQ (Multiple Choice Questions) which have a large portion in determining graduation. The achievement of module scores can be influenced by many factors, one of which is the level of anxiety. Anxiety during exams is known to inhibit cognitive function which affects performance during exams so that it can affect the results obtained. This study aims to determine the relationship between the level of anxiety and the value of the mental health problem module in FK Unissula students class of 2021. This study is an observational study with a cross-sectional research design conducted at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung. Respondents were asked to complete the Nist and Diehl Test Anxiety Questionnaire questionnaire consisting of 10 questions. The data obtained were analyzed with the spearman correlative test to determine the meaning and strength of the relationship between anxiety levels and module scores. The results of the study from 140 samples found that most students who were not anxious got good grades with a percentage of 63.1%, students who were mildly anxious the majority got enough scores with a percentage of 36.2% and students who were severe anxious about the majority got less scores with a percentage of 56%. The results of the bivariate analysis test using the spearman correlative test obtained a p value of 0.000 (p < 0.05). The correlation coefficient between anxiety levels and module scores was 0.391. The level of anxiety significantly affects the value of the mental health problem module in FK UNISSULA students batch 2021 with weak correlation strength.
Edukasi dan pendampingan dalam menurunkan angka kejadian stunting di Kota Semarang Yuniarti, Heny; Hastuti, Rizkie Woro
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.94

Abstract

Stunting (kerdil/pendek) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang terjadi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multi-faktorial dan bersifat antar generasi. Stunting dan kekurangan gizi lainnya yang terjadi pada 1.000 HPK di samping berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menurunkan angka kejadian stunting di kota Semarang dengan memberikan edukasi makanan sehat dan memberikan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan balita. Salah satu sasaran dari pelaksanaan kegiatan penurunan angka Stunting berada di Puskesmas Ngemplak Simongan, karena dalam wilayah kerja ini masih banyak balita dengan Stunting. Data dari Puskesmas Ngemplak Simongan di Bulan Mei tahun 2022 masih terdapat 42 anak yang tergolong stunting. Metode yang digunakan adalah edukasi dan menyediakan kesempatan tanya jawab kepada Ibu penderita stunting serta memberikan makanan sesuai dengan gizi seimbang yang dapat langsung dikonsumsi penderita stunting dan dapat menjadi contoh bagi ibu dalam menyediakan makan bagi anaknya dirumah. Hasil yang didapatkan adalah pengetahuan yang bertambah dari ibu penderita stunting tentang jenis makanan yang dibutuhkan dan cara pengolahan makanan untuk mendukung anak mereka bebas dari stunting. Stunting (dwarfism) is a condition of growth failure in toddlers caused by chronic malnutrition and repeated infections, which occurs in the First 1,000 Days of Life (HPK). Stunting is a chronic nutritional problem caused by multi-factorial and intergenerational. Stunting and other malnutrition that occurs in the 1,000 HPK in addition to the risk of stunted physical growth and children's vulnerability to disease, also cause cognitive development disorders that will affect the level of intelligence and productivity of children in the future. The purpose of this community service activity is to reduce the incidence of stunting in Indonesia by providing education on healthy food and providing nutritious food that is in accordance with the needs of toddlers. One of the targets for implementing activities to reduce the number of Stunting is at the Ngemplak Simongan Health Center, because in this work area there are still many toddlers with Stunting. Data from the Ngemplak Simongan Health Center in May 2022, there were still 42 children who were classified as stunted. The method used is a lecture and providing a question-and-answer opportunity for stunting mothers and providing food according to balanced nutrition that can be directly consumed by stunting sufferers and can be an example for mothers in providing food for their children at home. The results obtained are increased knowledge from stunting mothers about the types of food needed and how to process food to support their children to be free from stunting.