Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PENETAS TELUR OTOMATIS KAPASITAS 50 BUTIR Isma, Mhd Taufiq Syoufi; Purba, Tamba; Sinaga, Joslen
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 2 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha perkembangbiakan ayam membutuhkan proses penetasan yang pasti demi keberlangsungan usaha peternakan tersebut. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan membuat mesin penetas telur untuk menetaskan telur sehingga keberhasilan penetasan lebih terjamin. Mesin penetas telur ada yang berjenis manual dan otomatis. Dimana mesin otomatis lebih efektif dan efisien dalam proses penetasan telur. Sejalan dengan penggunaan mesin, maka diperlukan kebutuhan pemanas untuk memanaskan mesin tersebut dan kestabilan temperatur didalam mesin penetas telur. Salah satu upaya yang dilakukan dengan penambahan logam aluminium pada bagian dalam dinding mesin penetas telur. Dari hasil perhitungan didapatkan perpindahan panas dari sumber panas ke lapisan aluminium dinding mesin penetas adalah 256,96 Watt, perpindahan panas yang terjadi pada dinding mesin penetas sebesar 265,5 Watt, kemudian daya listrik yang terpakai selama masa penetasan adalah 8.429 Watthour
ANALISA PENDISTRIBUSIAN AIR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DI KOMPLEKS PERUMAHAN KARYAWAN PT.TOBA PULP LESTARI Sinaga, Joslen; Sinaga, Douglas; Tarigan, Maekel Setiawan
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 2 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.316 KB)

Abstract

PT. Toba Pulp Lestari Tbk mempunyai kompleks perumahanyang dihunu para pekerja. Dan setiap harinya membutuhkan banyak supply air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka perancangan Jaringan Sistem Pemipaan dilakukan sebagai solusi untuk mendistribusikan air agar sampai ke konsumen. Sebelum air dialirkan ke konsumen, air terlebih dahulu didistribusikan dari Sungai Asahan menuju water treatment dan diolah di water treatment yang bertujuan agar air tersebut layak untuk dikonsumsi. Untuk mendistribusikan air yang berasal dari water treatment maka digunakan pompa untuk mengalirkan air menuju tangki/reservoir. Sehingga setelah air sampai di tangki maka akan dengan mudah air tersebut untuk didistribusikan menuju tiap-tiap rumah yang ada di kompleks perumahan TPL tersebut, dengan menggunakan jaringan pemipaan. Pada pendistribusiannya pemipaan dapat mengalami kerugian yang diakibatkan oleh kekasaran pipa, panjang pipa, diameter pipa, kapasitas aliran, maupun komponen- komponen lain yang terpasang di sepanjang jaringan pemipaan. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan jaringan pipa dan kemudian dinalisa.
SURVEY LOKASI AIR BERSIH DENGAN MENGGUNAKAN GEOLISTRIK TAHANAN JENIS UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN KELOMPOK MASYARAKAT DI DESA SUKA MAKMUR, KEC. KUTALIMBARU, KABUPATEN DELI SERDANG Halawa, Analiser; Naibaho, Bonar; Maivera, Ruth; Siregar, Mona Hatorangan; Sinaga, Joslen
PKM Maju UDA Vol 5 No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/pkmmajuuda.v5i3.5502

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan, terutama manusia. Bagi manusia, air digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di latarbelakangi kebutuhan beberapa (masyarakat) akan airbersih di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, yang dimana masyarakat harus berjalan ±3 Km survey akuifer bawah permukaan untuk mengetahui potensi air tanah di daerah tersebut. Penyelesaian Permasalahan di atas pada awalnya dilakukan survey geologi, geomorfologi topografi, struktur, satuan batuan dan aliran sungai. Disamping itu dilakukan pengumpulan informasi dari penduduk setempat yang sudah memiliki air bor. Sehingga diketahui kedalaman air tanah bebas yang saat ini masyarakat gunakan. Dari hasil pengukuran geofisika, dengan metode Geolistrik Tahan jenis di lapangan, Setelah di olah diolah dan dikombinasikan dengan peta geologi setempat, maka dapat disimpulkan beberapa hal, antara lain : Susunan litologi pada titik pengukuran Lintasan I dan Lintasan II terdiri dari 4 (empat) litologi yaitu : Pasir tufaan, Pasir dan Kerikil kering, Pasir tufaan dan Tanah lanauan-Pasiran. Keberadaan lapisan pembawa air (aquifer) pada titik pengukuran I diduga berada mulai pada kedalaman 64.7 meter. Ketebalan lapisan ini sekitar 58.7 m. Dan keberadaan lapisan pembawa air (aquifer) pada titik Pengukuran II diduga berada pada kedalaman 24.6 meter. Ketebalan lapisan ini sebesar 23,3. Pada titik pengukuran I dan II litologi lapisan tersebut diperkirakan sebagai pasir tufaan yang diduga kuat sebagai lapisan pembawa air (aquifer); Nilai tahanan jenis terdiri dari 4 lapisan litologi yaitu Pasir tuffaan (480-571 Ω), pasir dan kerikil kering (1627-3863 Ω), pasir tuffan (187-490 Ω), tanah lanauan pasiran (15.7-47.5 Ω).