Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PENETAS TELUR OTOMATIS KAPASITAS 50 BUTIR Isma, Mhd Taufiq Syoufi; Purba, Tamba; Sinaga, Joslen
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 2 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha perkembangbiakan ayam membutuhkan proses penetasan yang pasti demi keberlangsungan usaha peternakan tersebut. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan membuat mesin penetas telur untuk menetaskan telur sehingga keberhasilan penetasan lebih terjamin. Mesin penetas telur ada yang berjenis manual dan otomatis. Dimana mesin otomatis lebih efektif dan efisien dalam proses penetasan telur. Sejalan dengan penggunaan mesin, maka diperlukan kebutuhan pemanas untuk memanaskan mesin tersebut dan kestabilan temperatur didalam mesin penetas telur. Salah satu upaya yang dilakukan dengan penambahan logam aluminium pada bagian dalam dinding mesin penetas telur. Dari hasil perhitungan didapatkan perpindahan panas dari sumber panas ke lapisan aluminium dinding mesin penetas adalah 256,96 Watt, perpindahan panas yang terjadi pada dinding mesin penetas sebesar 265,5 Watt, kemudian daya listrik yang terpakai selama masa penetasan adalah 8.429 Watthour
ANALISA PENDISTRIBUSIAN AIR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DI KOMPLEKS PERUMAHAN KARYAWAN PT.TOBA PULP LESTARI Sinaga, Joslen; Sinaga, Douglas; Tarigan, Maekel Setiawan
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 2 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.316 KB)

Abstract

PT. Toba Pulp Lestari Tbk mempunyai kompleks perumahanyang dihunu para pekerja. Dan setiap harinya membutuhkan banyak supply air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka perancangan Jaringan Sistem Pemipaan dilakukan sebagai solusi untuk mendistribusikan air agar sampai ke konsumen. Sebelum air dialirkan ke konsumen, air terlebih dahulu didistribusikan dari Sungai Asahan menuju water treatment dan diolah di water treatment yang bertujuan agar air tersebut layak untuk dikonsumsi. Untuk mendistribusikan air yang berasal dari water treatment maka digunakan pompa untuk mengalirkan air menuju tangki/reservoir. Sehingga setelah air sampai di tangki maka akan dengan mudah air tersebut untuk didistribusikan menuju tiap-tiap rumah yang ada di kompleks perumahan TPL tersebut, dengan menggunakan jaringan pemipaan. Pada pendistribusiannya pemipaan dapat mengalami kerugian yang diakibatkan oleh kekasaran pipa, panjang pipa, diameter pipa, kapasitas aliran, maupun komponen- komponen lain yang terpasang di sepanjang jaringan pemipaan. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan jaringan pipa dan kemudian dinalisa.
SURVEY LOKASI AIR BERSIH DENGAN MENGGUNAKAN GEOLISTRIK TAHANAN JENIS UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN KELOMPOK MASYARAKAT DI DESA SUKA MAKMUR, KEC. KUTALIMBARU, KABUPATEN DELI SERDANG Halawa, Analiser; Naibaho, Bonar; Maivera, Ruth; Siregar, Mona Hatorangan; Sinaga, Joslen
PKM Maju UDA Vol 5 No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/pkmmajuuda.v5i3.5502

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan, terutama manusia. Bagi manusia, air digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di latarbelakangi kebutuhan beberapa (masyarakat) akan airbersih di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, yang dimana masyarakat harus berjalan ±3 Km survey akuifer bawah permukaan untuk mengetahui potensi air tanah di daerah tersebut. Penyelesaian Permasalahan di atas pada awalnya dilakukan survey geologi, geomorfologi topografi, struktur, satuan batuan dan aliran sungai. Disamping itu dilakukan pengumpulan informasi dari penduduk setempat yang sudah memiliki air bor. Sehingga diketahui kedalaman air tanah bebas yang saat ini masyarakat gunakan. Dari hasil pengukuran geofisika, dengan metode Geolistrik Tahan jenis di lapangan, Setelah di olah diolah dan dikombinasikan dengan peta geologi setempat, maka dapat disimpulkan beberapa hal, antara lain : Susunan litologi pada titik pengukuran Lintasan I dan Lintasan II terdiri dari 4 (empat) litologi yaitu : Pasir tufaan, Pasir dan Kerikil kering, Pasir tufaan dan Tanah lanauan-Pasiran. Keberadaan lapisan pembawa air (aquifer) pada titik pengukuran I diduga berada mulai pada kedalaman 64.7 meter. Ketebalan lapisan ini sekitar 58.7 m. Dan keberadaan lapisan pembawa air (aquifer) pada titik Pengukuran II diduga berada pada kedalaman 24.6 meter. Ketebalan lapisan ini sebesar 23,3. Pada titik pengukuran I dan II litologi lapisan tersebut diperkirakan sebagai pasir tufaan yang diduga kuat sebagai lapisan pembawa air (aquifer); Nilai tahanan jenis terdiri dari 4 lapisan litologi yaitu Pasir tuffaan (480-571 Ω), pasir dan kerikil kering (1627-3863 Ω), pasir tuffan (187-490 Ω), tanah lanauan pasiran (15.7-47.5 Ω).
Penyuluhan Tentang Perawatan Alat-Alat Listrik Rumah Tangga di Perumahan Taman Bunga Nabontar Desa Marindal 1 Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Simamora, Antonius Managam; Simanullang, Subur; Siburian, Jhonson Monang; Sinaga, Joslen; Jumari, Jumari
Journal Liaison Academia and Society Vol 5, No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i2.1125

Abstract

Salah satu masalah dibidang kelistrikan yang sering dialami oleh konsumen adalah sering terputusnya aliran listrik atau adanya gangguan listrik balk dengan pemberitahuan sebelumnya maupun tanpa pemberitahuan. Selain pemutusan aliran listrik terjadi juga fluktuasi tegangan listrik yang tidak stabil sehingga mengakibatkan banyak rusak alat listrik balk di industri maupun di rumah konsumen. Kerugian yang dialami oleh pelanggan atau konsumen terutama dalam hal kerusakan alat listrik seperti televisi, magic jar, kulkas, lampu Iistrik, setrika dan alat elektronika lainnya. Memperhatikan permasalahan-permasalahan tersebut diatas maka penulis sehagai bagian dan anggota masyarakat tertarik sekali untuk mengadakan penyuluhan tentang dasar-dasar listrik, perawatan dan keselamatan penggunaan alat-alat listrik bagi masyarakat awam.Penyuluhan ini dlaksanakan pada tanggal 10 s/d 11 November 2024 di lokasi Perumahan Taman Bunga Nabontar Desa marindal 1 Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Hasil penyuluhan ini menunjukkan bahwat tingkat pengetahuan peserta dari belum tahu menjadi tahu dasar-dasar listrik dan sistim perawatan alat listrik dengan baik, serta tingkat pengetahuan peserta untuk mencegah penyebab terjadinya bahaya listrik menjadi lebih tahu. Penulis juga menyarankan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan pada derah-daerah lain dan bekerja sama dengan pihak instalasi PLN sehingga hasil yang di peroleh dapat Iebih optimal.
Desain Inovatif Pembangkit Tenaga Surya untuk Optimalisasi Efesiensi Energi dengan Menggunakkan Teknologi Panel Surya Simanullang, Subur; Simamora, Antonius Managam; Siburian, Jhonson Monang; Sinaga, Joslen; Mutiara, Piala; Sitohang, Rasmi
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 5, No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.1136

Abstract

Geografi Indonesia yang kompleks mengakibatkan beberapa wilayah masih belum memiliki listrik. Solusi yang diciptakan adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya hibrida 1000 watt. Sistem ini mengandalkan transformasi energi surya menjadi listrik arus searah (DC) melalui panel surya, yang diatur oleh Pengontrol Pengisian Daya Surya (SCR) untuk mempertahankan tegangan pengisian dan beban yang ideal, khususnya hingga maksimum 13,7 V. Konfigurasi ini juga bertujuan untuk mencegah bahaya tegangan tinggi yang dapat merusak komponen seperti beban DC, baterai, dan panel surya itu sendiri. Ketika tegangan panel turun di bawah 12,2 V, pengisian daya otomatis berhenti. Dalam situasi ini, unit Baterai Pelindung Pemutusan Tegangan Rendah (LVD XH-M609) akan memicu relai untuk mengubah sumber pengisian daya ke sumber daya eksternal yang memberikan tegangan 13,67 V, dengan rasio pengisian daya 14%. Ketika tegangan panel meningkat menjadi ≥ 13 V yang menggabungkan tegangan minimum (12,2 V) dan tegangan histeresis (0,9 V) sumber pengisian daya akan kembali ke panel surya. Energi listrik DC diubah menjadi arus bolak-balik (AC) dengan inverter gelombang sinus murni 1000 watt yang beroperasi pada efisiensi 86% untuk memenuhi kebutuhan beban listrik AC.
Evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Dinding Penahan Tanah di Daerah Rawan Longsor Jalan Medan - Brastagi Desa Sembahe Kabupaten Deli Serdang Jumari, Jumari; Endayanti, Masriani; Sinaga, Joslen; Siburian, Jhonson Monang; Halawa, Analiser
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 5, No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.1137

Abstract

Desa Sembahe Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang dengan topografi berlereng, rentan terhadap longsor. Alternatif desain yang dilakukan adalah dengan menggunakan perkuatan dinding penahan tanah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dengan cara menyebar kuesioner kepada 25 responden pada proyek konstruksi dinding penahan tanah di Desa Sembahe Kecamatan Siboangit Kabupaten Deli Serdang, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1). Berdasarkan hasil analisis terhadap program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek didapatkan hasil bahwa pelaksanaan K3 mengutamakan keselamatan masyarakat yang berada di luar proyek dengan cara pemasangan sign board keselamatan kerja, pemasangan rambu atau informasi mengenai proyek, pagar proyek atau larangan mendekati proyek, dan jalur penyelamatan untuk para pekerja didalam proyek, 2). Untuk keselamatan kerja para pekerja yang berada di dalam proyek dilengkapi dengan peralatan proyek sesuai dengan standar di proyek dan mengecilkan resiko terjadinya kecelakaan dalam bekerja. 3). Berdasarkan hasil analisis terhadap kendala dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek didapatkan hasil bahwa kendala selama ini dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terjadi karena hambatan dari sisi pekerja. Hal ini terjadi karena para pekerja lebih meengutamakan tuntutan kebutuhan dasar atau pokok, tidak mengetahui jaminan maupun pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek kontruksi.