Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTAPEMATANGSIANTAR Modifa, Ira; Harahap, Ade Kurnia
Jurnal Teknik Sipil Universitas Simalungun Vol 1 No 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah secara umum didefenisikan sebagai sisa kegiatan manusia sehari hari dan/ atau proses alam yang berbentuk padat maupun cairan. Sampah merupakan tempat kehidupan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit dan juga sebagai media pemindah dan penyebar penyakit (vektor). Karenanya, sampah harus dikelola dengan baik agar tidakmengganggu atau mengancam kesehatan lingkungan dan masyarakat. Pengelolaan sampah seharusnya meliputi pengumpulan, pengangkutan sampai dengan pemusnahan atau pengolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak lagi mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup. Pengelolaan sampah di Kota Pematangsiantar juga masih bertumpu pada pendekatan akhir (end-of-pipe ), dimana sampah dikumpulkan, diangkut dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah (TPA). Kondisi TPA tanjung pinggir saat ini sudah dapat dikatakan memprihatinkan dan buruk secara lingkungan. Kajian ini dijalankan dengan mempelajari faktor – faktor penyebab dan pendukung tata kelola sampah di kota Pematangsiantar kepada subjek atau pelaku langsung dari pengelolaan sampah Pematangsiantar. Pengelolaan sampah terintegrasidapat menstimulasi kreativitas dan inovasi dari masyarakat sehingga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga. Ditemukan potensi – potensi dan cara – cara inovatif lainnya untuk mendorong tata kelola sampah yang lebih baik dimasa yang akan datang sehingga Pematangsiantar bisa mencapai salah satu kota dengan predikat ZeroWaste City.
KAJIAN PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR LUAR (RINGROAD) DARI SEGI KEPADATAN LALU LINTAS DI KOTA PEMATANGSIANTAR Harahap, Ade Kurnia; Modifa, Ira
Jurnal Teknik Sipil Universitas Simalungun Vol 1 No 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan suatu kota sangat berhubungan dengan perkembangan jaringan jalan pada Negara tersebut. Jaringan jalan sebagai urat nadi pembangunan nasional merupakan prioritas pertama dan utama dalam perkembangan suatu negara dan juga merupakan prasarana bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas. Pematang siantar adalah kota yang berkembang, telah banyak mengalami peningkatan yang pesat dalam intesitas aktifitasi sosial ekonomi seiring dengan kemajuan ekonomi yang telah terjadi. Aktifitasi masyarakat seiring dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat di suatu wilayah merupakan faktor utama pembangkit kebutahan perjalanan sehingga pada akhirnya perlu adanya tingkat efisiensi, keamanan, serta kenyamanan dalam perjalanan. Peningkatan jumlah pergerekan yang terjadi juga akan menuntut kualitas maupun kuantitas prasarana yang harus seimbang. Meningkatnya jumlah penduduk disertai dengan meningkatnya arus lalu-lintas atau pergerakan manusia dalam peningkatan jumlah kendaraan dapat meningkatkan pertumbuhan jalan baru termasuk juga pembukaan jalan lingkar luar (ring road). Ruas jalan ring road Pematangsiantar adalah jalan lingkar luar yang sangat diperlukan untuk mengurangi kemacetan di jalan raya medan pematangsiantar. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji pembangunan jalan lingkar luar (ring road) Pematangsiantar dari segi kepadatan lalu lintas. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi suatu masukan bagi pemangku kebijakan dalam pengelolaan jalan lingkar luar ( ring road ) di Pematangsiantar
PENDAMPINGAN PEMASARAN UMKM TOKO ARUMI SHOP CABANG PEMATANGSIANTAR DI ERA 5.0 Munte, Risma Nurhaini; Modifa, Ira; Lamno, Sabrina Maharani; Silitonga, Sabrina Amelia; Amani, Zafirah Rizky; Harahap, Dwi Putri Aisyah; Putri, Salian Syahandini; Perangin–Angin, Dermawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/kw94f822

Abstract

Pengabdian Masyarakat pada kegiatan ini adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang fashion wanita pada Toko Arumi Shop di Kota Pematang Siantar. UMKM ini berdiri sejak tahun 2020. Akan tetapi masih ada hal yang kurang yaitu dalam proses pemasarannya. Meskipun Toko Arumi Shop telah melakukan penjualan secara online, tetapi dari segi pemasarannya mereka masih kurang menarik dalam pengenalan produk. Oleh sebab itu, tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu Toko Arumi Shop dalam pembuatan konten yang lebih menarik, agar konsumen menjadi tertarik membeli produk di Toko Arumi Shop melalui media sosial. Pembuatan konten memanfaatkan strategi pemasaran digital 5.0. Dari hasil pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengembangan bisnis yang telah dilakukan oleh toko Arumi Shop sebenarnya telah berkembang dengan baik tetapi belum berjalan secara maksimal. Kemudian dilakukan pendampingan dengan cara survey lapangan terlebih dahulu dan berkoordinasi tentang permasalahan tentang apa saja yang terjadi di Toko Arumi Shop. Maka dari itu setelah adanya pendampingan ini, Toko Arumi Shop semakin berkembang dan semakin menarik pelanggan dengan penampilan konten yang lebih menarik.
TANGGAP DARURAT PASCABANJIR MELALUI PENYEDIAAN FILTER AIR BERSIH DAN LOGISTIK BERBASIS GOTONG ROYONG DI KABUPATEN LANGKAT Angin, Despaleri Perangin; Alamsyah, Bhakti; Modifa, Ira; Rahmadia, Nirma; Syukran, Puji; Sinaga, Gita Ronauli; N, Binsar Suwilyam
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9415

Abstract

The flood disaster in Langkat Regency significantly impacted the availability of clean water and the fulfillment of basic community needs due to contamination by pollutants and pathogenic microorganisms. This community service program aims to implement an emergency response program by providing clean water filters and community-based post-flood recovery logistics packages in Pematang Cengal Village and Paya Perupuk Village. The implementation method used a participatory approach that included needs assessment, assembly of filtration units using nanofiltration technology, coordinated distribution of logistical assistance, and education on facility maintenance. The results of the activity showed an improvement in water quality visually and functionally, from a cloudy brownish condition to clear and drinkable. A total of ten water filters have been installed at strategic points to serve 427 families, supported by the distribution of logistics in the form of food, medicines, and emergency equipment such as tents and mattresses. The mutual cooperation approach has proven effective in accelerating the distribution process and increasing community participation and ownership of village assets. In conclusion, the integration of technical filtration solutions and community-based social assistance can strengthen the socio-economic resilience of communities in facing emergencies. This model has great potential to be replicated in other disaster-prone areas as a systematic and sustainable post-disaster recovery strategy. ABSTRAK Bencana banjir di Kabupaten Langkat berdampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akibat kontaminasi polutan dan mikroorganisme patogen. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan program tanggap darurat melalui penyediaan filter air bersih dan paket logistik pemulihan pascabanjir berbasis gotong royong di Desa Pematang Cengal dan Desa Paya Perupuk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan assessment kebutuhan, perakitan unit filtrasi menggunakan teknologi nanofiltration, distribusi bantuan logistik secara terkoordinasi, serta edukasi pemeliharaan sarana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kualitas air secara visual dan fungsional, dari kondisi keruh kecokelatan menjadi jernih dan layak konsumsi. Sebanyak sepuluh unit filter air telah terpasang di titik strategis untuk melayani 427 kepala keluarga, didukung dengan penyaluran logistik berupa bahan pangan, obat-obatan, serta perlengkapan darurat seperti tenda dan matras. Pendekatan gotong royong terbukti efektif mempercepat proses distribusi dan meningkatkan partisipasi serta rasa kepemilikan masyarakat terhadap aset desa. Kesimpulannya, integrasi solusi teknis filtrasi dan bantuan sosial berbasis komunitas mampu memperkuat ketangguhan sosial-ekonomi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Model ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya sebagai strategi pemulihan pascabencana yang sistematis dan berkelanjutan.