Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Sistem Infant Warmer Otomatis Menggunakan Pemanas Inframerah dan Blue Light sebagai Theraphy Bayi Gultom, Immanuel Roni; Azhari, Nasyan Habib; Gultoms, Togar Timoteus; Angin, Despaleri Perangin
Jurnal Media Elektro Vol 14 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jme.v0i0.22963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah prototype Infant Warmer otomatis berbasis mikrokontroler Arduino UNO yang dilengkapi pemanas inframerah sebagai penghangat dan blue light sebagai terapi tambahan bagi bayi dengan risiko hiperbilirubinemia. Sistem ini dilengkapi sensor DS18B20 untuk memantau suhu bayi dan DHT11 untuk mengukur suhu serta kelembaban lingkungan, dengan output tampilan LCD dan sistem peringatan buzzer. Alat diuji menggunakan media kain lembab sebagai simulasi tubuh bayi, dengan jarak pemanas 60 cm dan pengujian dilakukan di ruang ber-AC bersuhu 24–26°C. Hasil menunjukkan alat mampu menaikkan suhu sampel dari 22°C ke 35°C dalam waktu ±217 menit, dengan kendali otomatis heater dan fungsi alarm berjalan sesuai logika sistem. Dengan fitur ganda dan harga terjangkau, alat ini berpotensi menjadi solusi alternatif penghangat bayi untuk keperluan edukatif dan pengembangan teknologi kesehatan sederhana
TANGGAP DARURAT PASCABANJIR MELALUI PENYEDIAAN FILTER AIR BERSIH DAN LOGISTIK BERBASIS GOTONG ROYONG DI KABUPATEN LANGKAT Angin, Despaleri Perangin; Alamsyah, Bhakti; Modifa, Ira; Rahmadia, Nirma; Syukran, Puji; Sinaga, Gita Ronauli; N, Binsar Suwilyam
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9415

Abstract

The flood disaster in Langkat Regency significantly impacted the availability of clean water and the fulfillment of basic community needs due to contamination by pollutants and pathogenic microorganisms. This community service program aims to implement an emergency response program by providing clean water filters and community-based post-flood recovery logistics packages in Pematang Cengal Village and Paya Perupuk Village. The implementation method used a participatory approach that included needs assessment, assembly of filtration units using nanofiltration technology, coordinated distribution of logistical assistance, and education on facility maintenance. The results of the activity showed an improvement in water quality visually and functionally, from a cloudy brownish condition to clear and drinkable. A total of ten water filters have been installed at strategic points to serve 427 families, supported by the distribution of logistics in the form of food, medicines, and emergency equipment such as tents and mattresses. The mutual cooperation approach has proven effective in accelerating the distribution process and increasing community participation and ownership of village assets. In conclusion, the integration of technical filtration solutions and community-based social assistance can strengthen the socio-economic resilience of communities in facing emergencies. This model has great potential to be replicated in other disaster-prone areas as a systematic and sustainable post-disaster recovery strategy. ABSTRAK Bencana banjir di Kabupaten Langkat berdampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akibat kontaminasi polutan dan mikroorganisme patogen. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan program tanggap darurat melalui penyediaan filter air bersih dan paket logistik pemulihan pascabanjir berbasis gotong royong di Desa Pematang Cengal dan Desa Paya Perupuk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan assessment kebutuhan, perakitan unit filtrasi menggunakan teknologi nanofiltration, distribusi bantuan logistik secara terkoordinasi, serta edukasi pemeliharaan sarana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kualitas air secara visual dan fungsional, dari kondisi keruh kecokelatan menjadi jernih dan layak konsumsi. Sebanyak sepuluh unit filter air telah terpasang di titik strategis untuk melayani 427 kepala keluarga, didukung dengan penyaluran logistik berupa bahan pangan, obat-obatan, serta perlengkapan darurat seperti tenda dan matras. Pendekatan gotong royong terbukti efektif mempercepat proses distribusi dan meningkatkan partisipasi serta rasa kepemilikan masyarakat terhadap aset desa. Kesimpulannya, integrasi solusi teknis filtrasi dan bantuan sosial berbasis komunitas mampu memperkuat ketangguhan sosial-ekonomi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Model ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya sebagai strategi pemulihan pascabencana yang sistematis dan berkelanjutan.